
Gilang yang sudah mengetahui bahwa hari ini adalah hari terakhir Lentera bekerja di Cafe milik Febri,mengajak Haris untuk mengunjungi Tera di sana.
Tapi dengan syarat,Haris jangan sampai menyapa Tera jika memang Tera akan melihat mereka disana,jika harus menyapa,sebut saja mereka sepupu Lentera,begitu pesan Gilang pada Kakaknya.
Pukul tujuh malam,mereka pamit kepada kedua orang tua mereka,alasannya akan menjemput Tera di Cafe tempatnya bekerja sekaligus mengajaknya berjalan-jalan bersama Haris.
...*...
Pintu Cafe terbuka,Gilang dan Haris masuk kedalam.
Febri yang sejak tadi diam saja dimeja kasir hampir saja melompat kaget melihat kembaran Gilang.
Tera menatap mereka berdua dengan tatatan kaget dan heran.
Dirinya takut jika dua kakak beradik itu membeberkan rahasianya selama ini,dia memang berniat memberi tahu Febri tentang siapa dirinya,tapi bukan melalui orang lain.
Tera akhirnya melengos masuk kedapur,memberi tahu kenan bersiap-siap,karena ada tamu diluar.
Gilang dan abangnya duduk dimeja tepat didepan kasir.
Febri sambil berdiri dimejanya,menatap tajam pada Gilang.
..."Kenapa lo,kayak ngeliat setan aja."...
..."Ini beneran lo kan,Lang?"...
..."Ya bener lah."...
..."Terus ini siapa?"...
..."Abang gue,kenapa,lo naksir?"...
..."Kalau boleh,gue mau,heheh."...
..."Tapi sayangnya aku sudah punya pacar." sahut Haris....
..."Yaaa,gagal dong jadi kakak ipar kamu,Lang."...
..."Hahah,gue juga nggak mau kali punya kakak ipar kayak lo."...
..."Bisa aja lo,btw kalian mau makan apa,jangan lama-lama ya,soalnya gue mau buat traktir karyawan gue yang hari ini keluar."...
..."Gue mau mie ayam."...
..."Ya ampun Lang,disini nggak ada mie ayam kali,udah sana kewarung pakde didepan,ada mie ayam."...
..."Bercanda gue,oh ya Bang,mau makan apaan lu?"...
..."Terserah aja,yang penting bisa dimakan."...
..."Gua mau nasi goreng seafood aja,Abang gue buatin yang sosis,minumnya kopi mocha dua."...
..."Oke siap,ditunggu ya."...
Jia dan Fay membuat minuman untuk mereka berdua.
Dua gadis inipun tidak melepas pandangannya sama sekali dari Dua bersaudara itu.
Makanan dan minuman mereka sudah siap,mereka makan dengan lahap karena memang belum makan malam.
Febri menemani mereka mengobrol.
..."Oh ya,karyawan lo yang mana yang mau berhenti?"...
..."Ada,dia didapur."...
..."Ohh."...
..."Oh ya Lang,setiap kali liat anak itu,gue selalu ingat kayak pernah liat dia dimana ya,maklum penyakit pikun gue makin jadi kayaknya."...
..."Makanya itu kepala jangan diisi sama urusan uang terus,sekali-kali dipake buat ingat orang."...
Tera mendengar obrolan mereka dari balik dapur.
Ternyata Febri juga berusaha mengingatnya,untung saja saat itu mereka hanya bertemu satu kali,saat Tera mencari Gilang,itupun Febri tidak sempat memperhatikan dirinya karena pergi lebih dulu.
..."Oh ya,gue boleh ikutan gabung nggak sama acaranya,sekalian gue kasih tau lo sesuatu,biar lo nggak penasaran terus."...
..."Kalau gue sih boleh-boleh aja,Jia, Fay ,sama Kenan juga pasti nggak papa,tapi gue nggak tau sama Tera,soalnya dia kalau rame sedikit aja,nggak akan mau dia nampakin batang hidungnya keluar."...
..."Oh ya,kenapa begitu?"...
..."Entahlah,kayaknya dia takut ketemu orang,atau memang ada orang yang dia takutkan datang kesini."...
Gilang merasa bahwa orang yang sengaja dihindari Tera adalah dirinya,sejak dia masuk tadi saja,Gadis itu langsung masuk kedalam dapur.
Sekarang,Gilang menjadi tahu persis bagaimana perasaan Lentera.
Sengaja menghindari orang-orang yang dikenalnya agar dia bisa menjalani kesehariannya dengan tenang,itulah yang sedang dihadapi Tera saat ini.
__ADS_1
...***...
Tepat pukul delapan malam,tulisan "OPEN" didepan pintu dibalik menjadi "CLOSE".
Febri,menutup Cafenya lebih awal,agar Tera bisa menikmati hari terakhirnya dengan tenang.
Kenan membuat kentang goreng,dan cemilan lainnya,karena para gadis itu sedang tidak ingin makanan berat.
Tera sudah ke depan,dirinya membantu Jia dan Fay menyatukan meja agar mereka bisa duduk beramai-ramai disana.
Sesekali dia melirik Gilang yang terus saja menatap dirinya.
Semua makanan dan minuman sudah siap dimeja,mereka akhirnya duduk bersama dimeja yang sudah sedikit lebih lebar.
Tera duduk disamping jendela,tempat favoritnya.
Gilang langsung mengambil tempat duduk disamping Tera,yang membuat semua orang keheranan.
Mereka semua duduk disana dengan tenang.
Sambil menunggu Kanin datang,mereka mengobrol seadanya.
Suasananya menjadi sedikit berbeda karena Gilang dan Tera yang sejak tadi diam saja.
Sampai akhirnya Tera membuka mulut.
..."Emh,kak Febri,sebelumnya aku minta maaf,sudah bikin kakak jadi repot begini,untuk kak Jia,kak Fay,kak Kenan juga,sebenarnya nggak perlu kayak gini,soalnya aku malah makin susah ninggalin kalian,heheh." Tera berusaha tertawa....
..."Kalau gitu nggak usah berhenti." Gilang mengagetkan semua orang....
..."Gilang,udah biarin dia ngomong dulu,lo ngerusak suasana aja tau nggak." seru Febri...
..."Sorry."...
..."Udah jangan gitu,Raa,sebenarnya kita juga sedih,karena kamu harus berhenti,jadi nggak ada bantuin kita beres-beres didepan sini,heheh." sahut Fay....
..."Iya Ra,teman kerja kita yang dulu,kalau nggak mecahin gelas atau piring kayaknya nggak puas banget,makanya Febri senang banget selama kamu disini,karena satu gelaspun belum pernah ada yang pecah." sambung Jia...
..."Nah kan Ra,teman-teman kamu pada sayang tu sama kamu,tapi karena kamu berhenti untuk kuliah,jadi kita ikhlas deh kamu tinggal."...
..."Heheh iya kak,maaf ya."...
..."Oh ya,kamu mau bilang apa tadi,Lang."...
..."Udah lupa."...
..."Kamu aja Ra,yang bilang sama mereka." pinta Gilang pada Tera....
..."Lang,kamu kenal Tera?" seru Febri kaget,karena Gilang baru saja berbicara pada Tera....
..."Iya ,Tera sepupu kita..." Haris yang sejak tadi diam saja akhirnya menyahut juga....
..."Ya ampun yang bener aja kalian ini."...
..."Hehe maaf ya kak,oh ya,kakak ingat nggak waktu SMA ada orang yang nyariin Gilang dan nanya sama kalian."...
..."Iya,aku ingat sekarang,kamu yang ngakunya sepupu Gilang itu kan?"...
..."Iya kak,tapi sebenarnya aku bukan sepupu mereka."...
..."Terus."...
..."Aku cuma tinggal dirumah mereka."...
...Febri hanya bisa diam mengamati mereka....
...Yang lain bengong karena tidak tau apa-apa tentang masa lalu teman kerjanya ini....
..."Aahh kalian ini bikin aku bingung tau nggak."...
..."Jadi yang bener yang mana,Sepupu atau bukan?"...
..."Bukan kak,aku pem..." ucapannya dipotong oleh Gilang....
..."Dia keluarga ibu gue,keluarga jauh,tinggal dirumah gue karena lagi kerja disini." Gilang berbohong agar Tera tidak merasa malu....
..."Oh iya iya,gue ngerti,terus satu lagi,gue penasaran banget soal ini,sampai sekarang,orang yang lo suka sekarang siapa?"...
..."Ada lah,nanti gue kabarin lo kalau orang itu juga suka sama gue."...
..."Ya sudah,sekarang kalian sudah pada tau kan siapa Tera,dan siapa kita." sahut Haris yang merasa tersingkirkan....
..."Tapi kita belum tau kak." Seru ketiga gadis cantik diseberang Haris....
..."Oh kenalin,namaku Haris,dimohon jangan suka sama aku ya,karena aku lebih suka sama bos kalian."...
Febri hampir saja menyemburkan makanannya karena mendengar Haris berucap seperti itu.
Yang lain justru tertawa.
__ADS_1
..."Bang,katanya tadi punya pacar." Kata Gilang...
..."Haha ada sih,tapi belum tentu jodoh kan."...
Mereka tertawa lagi.
...*...
Tanpa terasa,waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
Makanan mereka juga sudah habis.
Tera memungut semua piring kotor,dan membawanya kedapur,dia mencuci piring-piring kotor sendirian.
Yang lain membereskan meja dan kursi diluar.
Gilang menghampiri Tera yang hampir selesai mencuci piring.
..."Sini,aku bantuin."...
..."Nggak usah mas Gilang,tinggal dikit kok."...
..."Justru itu,biar cepat selesai sekalian,bang Haris mau ngajak jalan-jalan."...
..."Kemana,ini sudah malam"...
..."Jalan kaki dari sini pulang kerumah,hahah."...
..."Ye,kalau cuma kerumah,aku juga bisa sendirian."...
Selesai mencuci piring,mereka keluar.
Febri dan lainnya sudah bersiap untuk pulang.
..."Ra,maafin aku ya kalau selama kamu kerja disini,aku ada salah sama kamu,kamu baik-baik ya." Febri memulai ucapan perpisahan untuk Tera....
..."Ra,kita juga minta maaf kalau sering ngerepotin kamu selama kerja sama kita." Jia menyambung....
..."Iya Ra,kita masih nggak ikhlas nih biarin kamu pergi." Kenan ikut nimbrung....
..."Ya ampun,kalian jangan gitu dong,aku jadi susah ninggalin kalian,heheh,kalian nggak ada salah apa-apa kok sama aku,malah rasanya aku yang sering merepotkan kalian,Oh ya kak Febri,aku juga berterima kasih atas pekerjaannya selama ini,semoga Cafe kak Febri makin sukses ya."...
..."Sama-sama Tera,oh iya ini gaji terakhir kamu,hehe,udah aku tambahin kok,anggap aja pesangon kamu."...
..."Hahah,kak Febri bisa aja,tapi aku nggak mau nerima lebihnya."...
..."Nggak nerima penolakan disaat seperti ini,udah bawa pulang sana,traktirin nih anak-anak ganteng kamu."...
..."Terima kasih banyak,kak Febri."...
Mereka saling berpelukan,lalu berjalan keluar bersama.
Mereka berpisah didepan Cafe,karena Febri membawa mobil dan mengajak yang lainnya pulang bersama.
Tera berjalan menyeberangi jalan,meninggalkan Gilang dan Haris dibelakangnya.
Gilang menyusulnya.
..."Ra,kita jalan-jalan dulu kesupermarket disana."...
..."Aku mau pulang mas,rasanya capek banget,mau istirahat aja."...
..."Yah,nggak seru banget kamu ini,kasian bang Haris udah nungguin kita."...
Gilang berbalik kembali menyusul Haris yang sudah berjalan menuju supermarket sendirian.
Tera ikut berbalik berlari pelan menyusul kedua laki-laki yang bisa dibilang kembar itu.
..."Katanya capek." Ucap gilang tanpa melihat kearahnya....
..."Aku ikut karena ada mas Haris,aku takut aja dikatain pembantu nggak tau diri."...
..."Eh Tera,jangan sembarangan dong."...
..."Tapi emang bener kan,kalau aku nggak ikut,pasti mas Haris bakal bilang kayak gitu,terus laporan sama ibu kalau aku nggak mau bantuin kalian belanja."...
..."Pikiran kamu itu harus dibenerin kayaknya,sebelum asal menilai orang lain." ucap Haris judes....
..."Hehe,maaf mas Haris."...
..."Rasain tuh,dimarahin sama asisten dosen."...
Tera diam saja,sambil terus melangkahkan kakinya mengejar dua orang yang semakin jauh meninggalkannya.
Mereka berbelanja makanan instan disupermarket disekitar sana.
Lalu membeli es krim sambil menikmatinya diperjalanan pulang kerumah.
Akhir tahun yang indah,batin Lentera, sambil menyungging senyum bahagia saat menatap lampu jalan seperti biasanya.
__ADS_1
...***...