
Seminggu setelah mereka bertengkar kecil lewat telepon.
Gilang maupun Lentera sama-sama bertahan dengan keegoisan masing-masing.
Mereka sama sekali tidak saling bertukar pesan ataupun sekedar menyapa lewat panggilan video.
Meski Lentera terlihat baik-baik saja,tapi sebenarnya dia sangat menunggu Gilang menghubunginya.
Diam-diam dia selalu menatap foto mereka berdua saat berada didalam ruang photobox setahun lalu.
Mereka benar-benar bisa tertawa lepas saat bersama,tapi terpisah seperti ini ternyata tidak mudah,mereka harus menahan rasa curiga yang sering muncul saat mereka tidak saling menerima kabar.
...*...
Tera yang sedang berjalan kaki menuju kampusnya sambil menikmati bunga sakura yang mulai bermekaran,terpaksa harus berpura-pura terlihat senang saat teman-temannya menyapa dan mengajaknya masuk bersama.
Sejak tadi malam,dia memikirkan apakah harus menelpon Gilang lebih dulu atau membiarkan saja,hingga dia tidak bisa tertidur dan hanya mondar-mandir dikamarnya yang sempit.
Membuat pagi ini dia harus menahan kantuk dan harus membuat matanya menghitam.
..."Woy,kamu kenapa Ra?" Tanya Kimi padanya saat mereka bertemu dikantin kampus....
..."Nggak kenapa-kenapa Kim?"...
..."Nggak gimana,itu mata kamu sampe hitam kayak mbak cunti begitu?"...
..."Oh,ini semalam habis ngerjain tugas sampai begadang."...
..."Tugas kuliah memang nggak ada habisnya ya Ra,kadang aku juga pengen balik rasanya,tapi kalo ingat perjuangan kesini jadi mikir seribu kali lagi,heheh..."...
..."Iya Kim,rasanya pengen cepat-cepat lulus aja,tapi kita baru juga masuk..."...
__ADS_1
..."Haha iya Ra,makanya bertahan aja dulu..."...
..."Iya Kim..."...
Kini hanya Kimi yang menjadi teman dekatnya disini,karena yamg lain memilih kampus lain untuk melanjutkan kuliah.
Meskipun tidak sedekat dengan Sela,tapi setidaknya mereka bisa berbagi keluh kesah tentang permasalahan dikampus.
Mereka berdua pun tidak mengambil jurusan yang sama,jadi mereka hanya bisa bertemu dikantin seperti saat ini.
..."Oh ya Ra,kamu nggak ada niat buat kerja paruh waktu disini?"...
..."Mau Kim,tapi belum sempat cari kerjanya."...
..."Kamu mau nggak kerja di Cafe dekat sini,nggak lama kok kerjanya,cuma dari jam 5 sore sampai 11 malam,sabtu minggu kerjanya dari pagi sampai sore."...
..."Dimana Kim?"...
..."Iya mau dong Kim,makanya nanya tempatnya."...
..."Oh ya sudah,nanti pulang sekolah kita kesana,disana seru tau,setiap hari liat kakak tingkat yang makan atau minum disana,mana pada cakep lagi..."...
..."Pikiran kamu ini!"...
..."Haha iya Ra,itung-itung buat penyemangat kerja."...
..."Bisa aja kamu,kamu kok lama-lama jadi mirip teman SMA aku,heheh..."...
......"Apanya yang mirip Ra,aku sama dia sama-sama cantik kan?"......
..."Hehe iya Kim,diotaknya juga sama,sama-sama cuma mikirin orang-orang ganteng."...
..."Yaa bisa aja kamu Ra,kayak kamu nggak suka aja."...
__ADS_1
..."Hehe suka dong..."...
..."Ya makanya jangan sok-sokan nggak suka ya..."...
..."Haha iya Kim..."...
...*...
Sore ini,Kimi mengantar Tera untuk mendapatkan pekerjaan.
Dan memang itu yang diharapkan Tera selama setahun belakangan.
Tanpa banyak bertanya,manajer Cafe langsung menerima Tera,karena melihat keyakinan Tera.
Hampir saja Tera melompat kegirangan jika tidak mengingat dimana dia berada.
Sampai diluar Cafe,dia tertawa senang dan berkali-kali berterima kasih pada Kimi.
Kimi sampai keheranan,hanya karena mendapatkan pekerjaan paruh waktu yang melelahkan,gadis yang belum sepenuhnya dia kenal itu begitu kegirangan.
Karena rasa senangnya itu dia sampai tidak mempedulikan ponselnya yang bergetar didalam totebag yang dia selempangkan dibahunya.
Hingga Beberapa kali,Kimi yang menyadari ponsel Tera terus bergetar,memukul pundak Tera.
..."Ra,HP kamu dari tadi getar mulu itu,buruan diangkat."...
..."Iya iya Kim,maaf aku masuk duluan ya Kim." Karena Tera sudah sampai didepan one room yang kini dia tempati....
Nama Gilang tertera dilayar ponselnya.
Gilang melakukan panggilan vidio,membuat Tera menganga dibuatnya..
Bersambung besok ya..
__ADS_1