Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)

Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)
96. Kebahagiaan Keluarga


__ADS_3

...💞❤️❤️❤️💞...


..."Hai anak-anak ibu,eh ada ibu Nur juga,ayo cepat masuk..."...


Seperti biasa Ibu Jullie menyambut dengan ramah kedua anak juga menantunya.


..."Tumben sekali datangnya sore-sore begini,sepertinya ada yang mau bawa kabar..."...


..."Iya bu,Gilang ada kabar buat ibu,makanya kita ajak dia kesini,sama ibu Nur juga biar ngasih taunya sekalian..." Haris menjawab....


..."Oh ya,ada apa Gilang,kamu sudah naik jabatan?" Ibu Jullie bercanda....


..."Mau naik jabatan jadi Ayah kali dia bu..." Jawab Haris lagi....


..."Gilang yang benar?"...


Gilang mengangguk karena dirinya pun masih tidak menyangka akan segera menjadi seorang ayah.


..."Hey...kenapa,kaget sampai tidak bisa berkata-kata seperti ini?"...


Ibu Nur yang tadi duduk didekat ibu Jullie pun langsung menghampiri anaknya,Lentera.


..."Benar Tera,kamu lagi hamil?"...


..."Iya bu..."...


..."Kamu sudah kedokter?"...


..."Sudah bu,tadi pagi."...


..."Wah,ibu Nur sepertinya harus siap jadi oma,dan saya sendiri akan jadi oma dari dua cucu nanti..."...


..."Iya bu Jullie..."...


..."Hello Gilang,anak bungsu ibu yang manja ini,akhirnya jadi ayah..." Ibu Jullie menggoda Gilang yang tersenyum malu....


..."Ibu---"...


Ibu Jullie menghampiri dan memeluk Tera.


Rasa bahagianya kini bertambah karena Tera juga mengandung cucu keduanya.


..."Selamat ya Tera,dijaga baik-baik cucu ibu..."...


..."Iya bu..."...


..."Kalau begitu ayo semuanya kita kedapur,kita masak sesuatu yang spesial buat dua calon ibu ini."...


Ibu Jullie dan ibu Nur berdiri lebih dulu.


Diikuti dua pasangan muda dibelakangnya.


..."Oh ya bu,Ayah mana?" Tanya Gilang....


..."Oh itu,Ayah lagi jalan-jalan sama tetangga kita,katanya mau olahraga bareng..."...


..."Oh ya,tumben sekali ayah mau ikut." Sela Haris....


..."Mungkin ayah bosan dirumah."...


..."Kalau gitu,minta saja ayah kekantor lagi untuk bantu aku kerja,hehehe..."...


..."Kan sudah dibantu dari rumah Haris."...


..."Memang lah kau mas,aku aja nggak pernah dibantu kerja sama ayah..."...


..."Makanya sana kerja dikantor."...


..."No..."...


..."Sudah,jangan ribut...Sini kalian bantu ibu Nur potong daging itu."...


..."Iya iya bu..."...


Tera dan Jihan duduk didepan meja makan,melihat kearah suami mereka yang wajahnya sangat mirip,tapi sikap mereka sangat jauh berbeda.


Mereka diminta duduk saja karena Tera yang mual saat mencium aroma bumbu dapur.

__ADS_1


Sementara Jihan sudah kepayahan jika harus berdiri terlalu lama.


Hampir senja,masakan ibu Jullie dan Ibu Nur yang dibantu oleh Gilang dan Haris sudah selesai.


Jihan dan Tera membantu menatanya diatas meja.


Sambil menunggu jam tujuh malam,mereka duduk kembali diruang keluarga.


Ayah Hermawan belum pulang.


...***...


Sementara mereka duduk bersantai disana.


Bel pintu depan berbunyi.


Tera meminta izin untuk membukanya.


..."Biar aku aja yang bukain,mungkin ayah yang pulang."...


..."Ya sudah,hati-hati jalannya Ra..." Ucap Gilang....


Tera membuka pintu dan mendapati seorang laki-laki tinggi dan tampan berdiri didepannya.


Laki-laki itu jauh lebih tinggi dan terlihat dewasa dibandingkan Gilang dan Haris.


Tera menatapnya hampir satu menit,kemudian dikagetkan dengan suara berat laki-laki itu.


..."Halo adik ipar..."...


..."Iya halo..."...


..."Saya boleh masuk...?"...


..."Eh iya silakan..."...


Tera melangkah masuk diikuti laki-laki itu dibelakangnya.


..."Siapa Ra?"...


..."Andrian?" Panggil Ibu Jullie....


..."Mas Andrian?" Haris terkaget....


..."Ini benar kamu Andrian?" Ibu Jullie menghampiri anak sulungnya itu dan memeluknya erat....


..."Benar ibu..."...


..."Ya tuhan,ibu pikir kamu tidak akan pernah kembali lagi kerumah ini?" Tangis Ibu Jullie pecah seketika....


..."Maafkan aku bu..."...


..."Kamu akan lama disini?"...


..."Satu bulan bu,setelah itu aku akan kembali lagi,pekerjaanku membuatku sangat sibuk dan aku takut ayah akan memarahiku jika aku kembali begitu saja tanpa membawa kesuksesan besar."...


..."Andrian,sudah lebih dari sepuluh tahun kamu meninggalkan rumah,apa masih kurang sukses?"...


..."Mungkin bu..."...


..."Andrian,kalau terus seperti ini,kamu mungkin akan jadi warga luar negeri."...


..."Aku sudah mendaftarkan diri sebagai warga negara disana bu."...


..."Yang benar saja kamu ini?"...


..."Benar bu..."...


..."Ibu sudah menduganya sejak awal..."...


..."Maafkan aku bu."...


..."Sudahlah Andrian,ini pilihanmu,kamu sudah cukup berumur,kamu pasti tahu apa yang terbaik untuk hidupmu."...


..."Terima kasih bu."...


..."Oh ya,ini adik-adik iparmu..."...

__ADS_1


..."Halo semuanya,kalian pasti sudah tahu siapa aku..."...


..."Iya mas..." Jawab Tera....


..."Iya kak." Jawab Jihan....


..."Maafkan aku karena tidak bisa menghadiri pernikahan kalian berdua,yang pasti aku sudah mengirimkan yang terbaik untuk kalian."...


..."Terima kasih mas Andrian."...


..."Kalau begitu,kita tunggu ayah dan makan bersama."...


..."Sepertinya ada sesuatu hal yang besar sampai membuat semuanya berkumpul seperti ini?"...


..."Iya Andrian,untuk merayakan kehamilan Tera,istri Gilang..."...


..."Oh ya,rupanya bahagia sekali kalian,apa bisa mencarikan jodoh juga untukku?"...


..."Mas,diluar negeri banyak sekali perempuan cantik,kenapa tidak cari saja disana?" Haris menjawab....


..."Aku tidak tertarik sama sekali dengan mereka,aku juga mau perempuan indonesia,supaya kalau berdebat aku tidak perlu repot-repot mencampur bahasa,merepotkan sekali."...


..."Hahaha,mas sudah lama sekali disana,memangnya bahasa luar masih susah buat mas?" Tanya Gilang penasaran....


..."Asal kalian tahu saja,aku jarang bergaul,dikantor saja aku mempekerjakan beberapa orang indonesia,supaya aku tidak kerepotan."...


..."Yang benar saja kau ini mas..." Haris tidak percaya....


..."Benar Haris,bagaimana pekerjaanmu?"...


..."Ya begitulah mas,masih bergantung sama ayah."...


..."Kamu mau ikut aku?"...


..."Heey bro tidak semudah itu meninggalkan rumah ini,kau lihat sendiri,aku bahkan kembali setelah kabur,hahaha..."...


..."Hahaha yang benar saja."...


...***...


Mereka mengobrol sampai lewat pukul tujuh malam,dan tidak menyadari ayah mereka yang berdiri didepan pintu pemisah ruang tamu.


..."Andrian?" Panggil ayahnya lirih....


..."Ayah..."...


Andrian berdiri menghampiri ayahnya.


..."Maaf ayah..." Sahutnya lirih sambil mencium tangan kanan ayahnya....


Ayahnya malah memeluknya.


..."Ayah,maafkan aku karena baru pulang."...


..."Tidak apa,ayah juga minta maaf karena dulu terlalu keras padamu."...


Yang lain terharu melihat pemandangan didepan mata mereka.


Andrian memang tidak pernah ingin pulang sejak kepergiannya,karena sang ayah yang dulu selalu menuntutnya melakukan pekerjaan yang tidak dia sukai.


Kini ayahnya sudah sedikit lebih ramah selama Haris mulai membantunya diperusahaan keluarganya.


Dan membuat anak-anaknya lebih menyayanginya lagi.


Ibu Jullie memanggil semuanya untuk segera makan malam.


Membuat yang lain mengakhiri rasa harunya dan mengikuti Ibu Jullie kedapur.


Kini keluarga Gilang menjadi lebih lengkap dengan kehadiran Kakak pertamanya,meski hanya sebentar,tapi keluarga mereka terasa lebih hangat.


Mereka menghabiskan makan malam dengan rasa bahagia disana.


...********************...


...>>> Bersambung <<<...


..."Terima kasih untuk kalian yang selalu mendukung dan mau membaca novel recehku ini"...

__ADS_1


__ADS_2