
..."Halo semuanya..."...
..."Semoga sehat selalu,dan terima kasih atas dukungannya."...
Enam tahun lebih,Lentera menghabiskan waktu di Negeri Orang.
Akhirnya Tera bisa kembali pulang,meski pekerjaannya belum selesai,karena akan dilanjutkan di cabang perusahaan yang berada di Indonesia.
Awal bulan April,saat bunga sakura sedang mekar,Tera harus meninggalkan semuanya di Negara ini,meninggalkan musim yang sangat dia sukai.
...*...
Malam minggu sebelum jadwalnya terbang,dia memutuskan untuk menemui Seo Jun dan meminta maaf dengan benar.
Mereka bertemu di salah satu Cafe yang berada tidak jauh dari asrama kantor Tera.
...*...
..."Maaf aku terlambat..."...
..."Tidak apa,Lentera..."...
..."Oppa,maaf karena mengajak bertemu disini,dan mungkin aku mengganggu waktunya..."...
..."Oh tidak,tidak sama sekali,karena ini akhir pekan,aku tidak bekerja."...
..."Emh baiklah,Oh iya,aku mengajak bertemu,karena aku ingin meminta maaf dengan benar..."...
..."Maaf untuk apa,seharusnya aku yang minta maaf karena satu hal hari itu membuat kamu tidak nyaman..."...
..."Nggak,bukan itu...Emh,aku mau minta maaf karena selama ini tidak pernah menerima oppa dengan benar,dan malah membiarkan oppa banyak berharap..."...
..."Nggak masalah Tera,aku sudah cukup senang,karena kamu mau menjadi teman sekaligus adik perempuanku,tapi aku malah melakukan kesalahan..."...
..."Nggak usah dipikirkan lagi,sekarang semuanya sudah baik-baik saja,dulu aku hanya tidak bisa menerima perlakuan oppa karena aku terlalu memikirkan diriku sendiri."...
..."Baiklah,jadi selain minta maaf,apa lagi?"...
..."Besok lusa,aku kembali ke Indonesia..."...
..."Oh ya,apa pekerjaan kamu sudah selesai?"...
..."Belum oppa..."...
..."Lalu..."...
..."Aku dipindahkan ke cabang perusahaan yang kebetulan berada di Negaraku."...
..."Emh,lalu kamu akan pulang sendiri?"...
..."Iya oppa..."...
..."Teman kamu?"...
..."Siapa?"...
..."Kimi..."...
..."Dia akan tinggal disini lebih lama,karena mendapatkan pekerjaan yang mengharuskannya bekerja selama lima tahun."...
..."Oh ya,beruntung sekali dia,karena biasanya,banyak mahasiswa asing yang malah memilih untuk pulang kembali ke Negara asalnya setelah lulus."...
..."Termasuk aku bukan?"...
..."Hahaha, benar sekali."...
..."Mungkin karena aku terlalu bodoh,berharap ada orang yang akan menungguku disana,meskipun sebenarnya aku tidak tahu apa-apa tentangnya saat ini."...
__ADS_1
..."Kamu tidak bodoh,kamu hanya terlalu berharap pada sesuatu yang belum pasti."...
..."Tetap saja itu namanya bodoh kan."...
..."Naif..."...
..."Sama saja,oppa..."...
..."Apa kamu tidak bisa menerimaku karena orang yang kamu tinggalkan itu."...
..."Maaf oppa."...
..."Tidak perlu minta maaf soal itu,tapi minta maaflah karena sudah mengabaikan semua pesan dan panggilanku selama ini."...
..."Maafkan aku atas semuanya oppa..."...
..."Hahaha,aku bercanda Tera,aku yang seharusnya minta maaf karena membebanimu dengan perasaanku."...
..."Oppa..."...
..."Kamu gadis yang baik,aku bisa melihat dari tatapan matamu,jika saja kamu tidak punya masa lalu dengan orang lain,aku yakin kamu pasti bisa menerimaku..."...
..."Oppa,bisa saja..."...
..."Hahaha,bercanda,sekarang silakan makan makananmu,sebelum mereka semua menjadi lebih dingin,seperti sikapmu..."...
..."Hei...Aku lagi nggak mau bercanda..."...
..."Hahaha,maaf,kalau begitu ayo makan dulu..."...
..."Iya oppa..."...
Mereka menikmati makan malam terakhir mereka bersama-sama.
Tera sebenarnya merasa bersalah pada Seo Jun,karena selama ini sering membuat laki-laki itu kerepotan karena membantunya.
Setelah berusaha menahan,air mata Tera akhirnya menetes juga,didepan Seo Jun.
..."Hei..ada apa,apa kamu tidak suka makanannya?"...
..."Aku suka..."...
..."Lalu kenapa dengan matamu yang berair itu?"...
..."Makanannya pedas,karena aku nggak bisa makan yang terlalu pedas,air mataku malah keluar." Tera menjawab sambil berusaha tertawa....
..."Kamu masih bisa tertawa saat berbohong?"...
..."Aaihh,tapi aku nggak bohong..."...
..."Sepertinya kamu benar-benar bodoh..."...
..."Oppaa..."...
..."Kalau kamu sedih,tolong jangan berusaha untuk tertawa,menangis itu hal yang wajar untuk mengungkapkan kekesalanmu,aku tahu kamu merasa bersalah,entah karena apa,tapi menahan diri dari segala penderitaan juga merupakan hal yang salah."...
..."Sekali lagi aku minta maaf oppa..."...
..."Aku tidak merasa kamu punya kesalahan,aku tidak akan membencimu,aku berharap setelah kamu kembali nanti,kamu bisa menemukan kembali kebahagiaanmu lagi."...
..."Oppa juga,semoga bisa menemukan perempuan yang lebih baik disini,dan bisa menerima oppa dengan baik juga"...
..."Terima kasih,Lentera."...
..."Terima kasih kembali,Kim Seo Jun oppa..."...
..."Oh ya,nanti aku akan mengantarmu kebandara,tolong jangan menolak..."...
__ADS_1
..."Baik oppa..."...
..."Sudah hampir larut malam,pulanglah dan istirahat dengan baik..."...
..."Baik oppa,aku akan membayar dulu."...
..."Hei,biar aku saja..."...
..."Oppa,kali ini aku yang harus membayar semuanya,karena selama ini aku sudah banyak merepotkan."...
..."Oke baiklah..."...
..."Oppa,aku pamit pulang dulu,aku akan mengirim pesan besok lusa."...
..."Oke...hati-hati.."...
..."Hemph..."...
...*...
Tera keluar dari Cafe dan meninggalkan Seo Jun yang memandanginya dari pinggir jalan...
Akhirnya Tera bisa merasa lega karena satu masalahnya disini sudah selesai.
Dia hanya ingin kembali pulang tanpa menyimpan rasa penyesalan yang mungkin tidak akan berujung,jika hari ini dia tidak menemui Seo Jun,orang yang selama ini selalu menjaga dan membantunya.
Kini,dia hanya berharap,semua masalah dan perasaannya akan kembali seperti semula saat dia sudah pulang nanti.
"Apakah akan semudah itu..." Pikirnya sepanjang perjalanan pulang.
...*...
Setelah sampai dikamarnya,dia membereskan pakaiannya,kamar ini adalah kamar ketiga yang dia tempati selama enam tahun berada disini.
Kini semuanya terasa cepat berlalu,meski diawal dia merasa semuanya berjalan dengan lambat.
Ada rasa ragu yang datang menghampirinya,setiap kali mengingat semua kenangan yang dulu dia tinggalkan,apakah dia bisa kembali mengulang semuanya,apakah dia akan kembali diterima oleh Gilang,akankah keluarga Gilang menerima kedatangannya kembali,apakah semuanya akan berjalan dengan baik saat dia kembali berada disana,atau semuanya hanya semakin buruk.
..."Argh...dulu aku mau cepat pulang,sekarang aku malah takut untuk kembali..."...
..."Mas Gilang...tolong maafin aku..."...
Gumam Tera sambil duduk dimeja belajarnya.
Menatap kamar yang kini hampir kosong.
Semua barang yang menurutnya tidak cukup penting,akan di buang sebelum dia meninggalkan ruangan kecil itu.
Selama enam tahun berada di Negeri yang maju dan serba canggih ini,dia bahkan belum pernah menginjakkan kakinya kedalam apartment mewah seperti mahasiswa lainnya.
Bukannya tidak ingin,tapi dia sadar diri,bisa berada disini saja sudah cukup baginya.
..."Rasanya pasti bahagia sekali jika bisa kembali sekali lagi ke Negara ini bersama orang yang aku sukai..." Pikirnya sambil menatap foto dirinya saat menikmati keindahan bunga sakura....
Dan membuat kerinduannya pada Gilang semakin mengganggu,saat tidak sengaja dia menemukan foto mereka berdua yang terjatuh dari dalam kamus bahasa asing miliknya yang lama tidak digunakan.
Foto mereka saat berada didalam photobox beberapa tahun lalu.
Mereka masih begitu muda saat itu,dan belum mengerti akan pahitnya perpisahan.
Tera membasahi foto usang itu dengan air matanya.
..."Aku akan kembali,tapi kenapa rasanya sesak sekali..."...
...❤️❤️❤️...
..."Doakan bisa selalu Up tepat waktu dan dijam yang sama yaa..."...
__ADS_1