Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)

Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)
34.Marah-marah


__ADS_3

...Pakde,bisa minta tolong panggilin perempuan itu nggak."...


Gilang meminta tolong pada pakde mie Ayam untuk memanggil Tera yang sudah keluar dari Cafe Febri diseberang jalan sana.


..."Oalah iya leh,saya harus bilang apa ya,lagian masa manggilin perempuan aja takut toh leh."...


..."Hehe panggil apa aja pakde."...


Lentera mendekat kearah warung pinggir jalan ditempat Gilang duduk.


..."Neng,sini dulu sebentar."...


..."Eh iya pak,ada apa ya."...


..."Ini neng,ada yang nungguin,tapi nggak berani manggil neng sendiri."...


Lentera menatap heran pada Gilang yang duduk membelakanginya.


Akhirnya dia duduk dikursi dihadapan Gilang.


..."Ada apa mas Gilang."...


..."Emh nggak apa-apa,cuma mau ngajak kamu makan disini aja,kok cepat pulangnya,tadi kata Febri tutup jam setengah sebelas"...


..."Iya,kak Febri ada urusan katanya,ehh mas Gilang kok tau aku kerja disana."...


..."Emh tau aja,tadi aku dari sana,karena belum tutup,jadi aku nunggu kamu disini."...


..."Dari tadi duduk disini?"...


..."Iya."...


..."Kenapa?"...


..."Yaa mau ngajak kamu makan disini Tera."...


..."Bukan,bukan itu maksud aku,mas Gilang nunggu aku ada apa?"...


..."Ya enggak tau,mau aja,sekalian nemanin pakde jualan disini."...


..."Iya neng,karena dia duduk disini dari tadi,jadi banyak anak perempuan yang mampir makan kesini karena mau liat bocah ganteng ini." jawab bapak pemilik warung....


..."Memangnya dia ganteng ya pak?"...


..."Iya atuh neng,kalau nggak ganteng,neng juga pasti nggak mau kan jadi pacarnya."...


..."Eh pak,tapi dia bukan pacar saya."...


..."Walah masa iya neng."...


..."Hehe iya pak."...


..."Oh iya kalian mau makan apa?"...


..."Mie Ayam aja pak," Sahut mereka bersamaan....


..."Nah kan kalian ini cocok banget kayaknya."...


...*...


Mereka makan tanpa bersuara,Lentera merasa aneh karena Gilang bersikap tidak seperti biasanya.


Gilang bahkan menunggunya pulang bekerja dengan duduk disana selama dua jam.

__ADS_1


..."Kamu belum makan."...


..."Belum mas Gilang,kalau aku udah makan,nggak mungkin mau makan lagi."...


..."Oh iya,emang Febri nggak kasih kamu makan?"...


..."Biasanya sih sebelum pulang,kita makan dulu,tapi tadi udah nggak ada sisa makanan,jadi langsung pulang,mungkin kak Febri juga tadi mau belanja jadi tutup lebih cepat."...


..."Ohh gitu,ya sudah,ayo kita pulang."...


Mereka sudah menghabiskan makanannya,Gilang membayar dan berterima kasih pada pakde penjual Mie Ayam dan Bakso itu,karena sudah membolehkannya duduk lama disana.


Mereka melangkah beriringan ditrotoar.


Gilang yang sejak tadi penasaran pada keberangkatan Tera,akhirnya langsung bertanya saja tanpa basa basi.


..."Kapan kamu berangkat?"...


..."Kemana?"...


..."Nggak tau."...


..."Apa sih mas Gilang nggak jelas banget."...


..."Kamu juga."...


..."Lah"...


..."Aku serius Tera."...


..."Iya aku juga serius mas Gilang."...


..."Ya makanya jawab,kapan kamu berangkat Ke Kampus kamu?"...


..."Oh itu,mungkin awal tahun depan,kenapa mas Gilang tanya,lagian selama ini emang mas Gilang peduli apa sama aku,Aku kerja dimana,aku mau kuliah dimana,aku ngapain aja,mas Gilang sama sekali nggak pernah nanya-nanya,kenapa sekarang tiba-tiba penasaran sama urusan aku."....


..."Untuk apa."...


..."Karena nggak pernah peduli sama kamu."...


..."Mas Gilang nggak salah kok."...


..."Tapi barusan kamu ngomel-ngomel karena aku nggak pernah nanya tentang kamu."...


..."Ya aku cuma heran aja,tiba-tiba mas Gilang tau aku mau berangkat ke LN,tiba-tiba tau tempat kerja aku dimana,sejak kapan mas jadi peduli sama urusan pembantu dirumah mas Gilang?"...


..."Tera."...


..."Apa mas?"...


..."Selama ini aku memang enggak pernah tanya urusan kamu,bukan karena nggak mau nanya,tapi memang karena kamu yang selalu menghindar,karena kamu memang nggak pernah buka diri kamu sama orang lain."...


..."Terus masalahnya sama mas itu apa,aku juga kayak gini karena sadar siapa aku,apa kerjaan aku,aku tinggal sama siapa,kalau aku banyak tingkah,apa coba yang mas Gilang pikirkan tentang aku,pasti mas Gilang akan mandang aku sebagai orang yang nggak tau diri,atau apalah itu."...


..."Tapi Tera."...


..."Tapi apa mas,Aku tau sejak awal kedatangan aku kerumah mas Gilang aja sudah bikin mas muak sama aku,asal mas tau,selama kita sekolah sama-sama,aku selalu berusaha menghindari masalah supaya nggak selalu melibatkan mas Gilang sama urusan aku,kalaupun ada masalah kecil yang mas tau,aku juga nggak minta mas Gilang nolongin aku."...


..."Tera,kamu kenapa sih,aku kan tanya baik-baik,kenapa malah jadi marah-marah begini,kalau nggak mau jawab ya sudah,nggak usah marah-marah."...


Gilang akhirnya diam saja,karena malah membuat Lentera mengomel,dia takut saat sampai dirumah nanti,gadis itu malah tidak ingin berhenti mengoceh.


Lentera berjalan dengan cepat,dan hanya mampir sebentar menatap lampu jalan digang yang sudah mulai sepi,lalu kembali melanjutkan langkahnya dengan setengah berlari.

__ADS_1


Gilang geleng-geleng kepala melihat tingkah Tera,padahal dirinya hanya bertanya,tapi malah dijawab dengan omelan oleh Tera.


Dirinya menyusul langkah Tera,tapi gadis itu sudah berlari dan masuk kedalam kamarnya.


Gilang akhirnya menyerah saja malam itu,mungkin dia sedang lelah karena pulang bekerja,pikirnya.


...*...


Lentera didalam kamarnya segera mandi dan mengganti bajunya,dia ingin naik keruang baca setelah itu.


..."Kamu sudah makan nak,"tanya ibunya dari kasur disebelahnya....


..."Sudah bu,tadi makan didepan."...


..."Oh iya,kalau gitu ibu istirahat duluan ya,kamu mau belajar lagi?"...


..."Iya bu,aku mau naik keruang baca sebentar,mau minjam kamus yang lengkap."...


..."Oh iya,jangan ketiduran disana ya,nanti malah bikin nak Gilang repot lagi."...


..."Iya bu,ibu istirahat aja ya,nggak usah nungguin aku."...


..."Iya nak."...


...*...


Lentera naik keruang baca,dan melangkah pelan agar tidak terdengar oleh Gilang.


Dia masuk kedalam,lampu didalam ruangan itu sudah mati,mungkin tadi Gilang dari dalam sana.


Tera menyalakan lampu,hampir saja dia berteriak kaget melihat Gilang yang sedang duduk dikursi meja belajar.


..."Mas Gilang ngapain sih disitu gelap-gelapan."...


..."Duduk."...


..."Iya aku juga tau kalau lagi duduk,tapi emang bisa liat apa kalau lagi gelap kayak tadi."...


..."Suka-suka aku."...


..."Ohh."...


Lentera sadar kalau Gilang sedang marah,(eh tadi bukannya dia juga sedang marah).


Kenapa pula dia berbicara lebih dulu pada orang yang tadi sudah membuatnya kesal dengan banyak bertanya tentang dirinya itu.


Dia akhirnya menuju rak buku pelajaran,dan mengambil kamus yang menjadi tujuannya kesana tadi.


Sebenarnya dia berniat untuk duduk disana sebentar,tapi karena Gilang masih betah duduk ditempatnya,akhirnya Tera memutuskan untuk turun saja.


'Kenapa malah pergi sih,bukannya duduk disitu aja.'


Gilang sedikit menyesal karena sudah ketus pada Tera yang sejak tadi sengaja dia tunggu kedatangannya.


Dia pun keluar dari sana karena Tera sudah kembali turun.


...*...


Dikamarnya,bukannya mencatat pelajaran,Tera justru memikirkan Gilang yang tadi terlihat marah padanya.


'Marah kenapa dia,aneh banget,harusnya kan aku yang marah,kenapa sekarang aku malah jadi nggak enak sama dia.'


Ya sudahlah,siapa pun bisa marah tanpa alasan kan.

__ADS_1


Tera lalu menulis pelajarannya hingga tengah malam,setelah banyak berpikir.


...***...


__ADS_2