Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)

Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)
37.Membuat kenangan


__ADS_3

Sampai di parkiran Mall,mereka tidak langsung turun,malah saling menatap didalam mobil.


Gilang yang tidak ingin suasananya menjadi aneh,menjitak kepala Tera sambil tertawa.


..."Mas Gilang kenapa sih,sakit tau."...


..."Ya lagian kenapa liatin aku kayak gitu."...


..."Mas Gilang juga sama."...


..."Oh ya,nggak sengaja,hehe."...


Mereka turun lalu masuk kedalam sambil mencari ibu Jullie dan ibu Nur.


Karena tidak menemukan,Gilang menelpon ibunya.


..."Ibu dimana?"...


..."Dilantai dua,Gilang."...


..."Oh iya bu,kita kesana."...


..."Udah,main aja dulu,nanti aja nyusulnya,ibu sama bude Nur lagi nyari baju buat kalian."...


..."Ibu...!"...


..."Nggak usah marah-marah,udah main aja sana,kalau Tera sudah berangkat,ibu yakin kamu akan kesepian,jadi nikmati dulu waktu kalian sama-sama."...


Gilang menyerah,daripada berdebat dengan ibunya,dia akhirnya mengajak Tera membeli minuman lalu menuju ke tempat bermain.


Beberapa anak sekolah sedang bermain disana,membuat Tera mengingat masa SMAnya bersama Sela.


..."Aku jadi kangen sama Sela." ucapnya pelan....


..."Nggak kangen sama aku."...


..."Mas Gilang...!"...


..."Heheh,bercanda,ayo main."...


Mereka bermain tanpa memperhatikan waktu,sampai akhirnya mereka merasa lelah karena hampir mencoba semua permainan disana tanpa tersisa.


Mereka berhenti karena melihat anak-anak sekolah tadi sudah tidak ada disana,itu artinya mereka bermain cukup lama.


Uang jajan Gilang bahkan hampir habis hanya untuk bermain.


Tera maupun Gilang sampai tidak menyadari orang tua mereka memperhatikan dari kejauhan,lalu pulang menggunakan taksi,meninggalkan mereka yang asik tertawa berdua disana.


..."Mas Gilang,masih ada sisa."...


..."Masih,kamu masih mau main."...


..."Nggak,aku capek,tapi aku mau foto disitu,mas Gilang mau ikutan?"...


..."Boleh deh,anggap aja buat kenangan dari kamu,sebelum kamu berangkat."...


Mereka masuk kedalam photobox dan menggunakan kartu bermain mereka untuk yang terakhir kalinya disitu.


Mereka memasang wajah kusut karena sudah lelah bermain.


..."Hahah,muka kamu kenapa begitu."...


..."Udah,mas Gilang diam aja bisa nggak."...


..."Tapi muka kamu benerin dulu."...

__ADS_1


Tera akhirnya mengeluarkan tisu basah dari dalam tasnya lalu mengelap wajahnya yang berkeringat.


Selesai dengan wajahnya,dia mengambil satu tisu lagi lalu menyeka wajah Gilang dari samping.


Gilang yang kaget dengan perlakuan Tera,memegang tangan Tera yang terasa dingin.


..."Mas Gilang bisa nggak sih diam aja kalau aku lagi baik."...


..."Eh iya maaf," Gilang lalu membiarkan Tera mengelap wajahnya sambil menatap lekat kewajah Tera....


Jika saja dia tidak takut gadis didepannya ini akan berlari meninggalkannya,dia pasti sudah mencium pipi Tera sejak tadi.


..."Apa liat-liat."...


..."Ya ampun,diliatin doang sudah mau ngamuk,gimana kalau dicium."...


..."Mas Gilang ngomong apa sih." Tera menjauhkan tangannya dari wajah Gilang....


..."Jadi foto nggak."...


..."Ya jadi dong."...


Mereka berusaha tersenyum tenang didepan kamera meski sebenarnya hati mereka sedang tidak baik-baik saja.


Gilang merangkul pundak Tera lalu tersenyum manis disana.


Hasil foto mereka dibuat menjadi empat lembar.


..."Nggak kebanyakan."...


..."Nggak mas Gilang,ini buat mas dua,aku juga dua."...


Tera memandangi hasil foto mereka,meski dengan wajah lelah,tapi mata mereka yang sedang bahagia tidak bisa berbohong.


..."Kenapa diliatin,aku masih keliatan ganteng,kan ?"...


..."Eh,ini sudah makin sore,tapi ibu sama bude kok nggak ada kabar."...


..."Apa mereka masih diatas kali ya."...


..."Sebentar aku telpon dulu."...


...Ibunya menjawab dan tidak terdengar suara ramai seperti tadi....


..."Ibu dimana,kok kayaknya sepi."...


..."Iya memang dirumah lagi sepi."...


..."Loh ibu sudah dirumah?"...


..."Iya Gilang,kalian masih main atau dimana?"...


..."Ini sudah mau pulang bu,ibu kenapa sih aneh banget,kok dari tadi ninggalin kita terus."...


..."Ya habis kalian mainnya seru banget,sampai nggak sadar kalau ada ibu sama bude lagi liatin kalian,ya sudah kalian pulang,ini sudah sore."...


..."Iya bu."...


Gilang merasa ibunya sengaja meninggalkan mereka berdua,apa ibunya sudah tau soal perasaannya,atau tau soal buku Lentera.


Gilang menggaruk kepalanya heran.


..."Mereka sudah pulang,ayo kita pulang juga." Gilang mengajak Tera pulang....


...Tera melangkah pelan dibelakangnya....

__ADS_1


Dia pun merasa heran,kenapa sejak tadi ibu Jullie seperti sengaja meninggalkan mereka berdua.


Atau jangan-jangan ibu Jullie tau...!"


..."Aaahh buku aku." ucap Tera pelan....


Lalu menghentikan langkahnya,sambil berusaha mengingat dimana dia menyimpan buku birunya.


Gilang yang sudah menjauh menyadari Tera tidak ada dibelakangnya.


..."Woyy,mau pulang nggak,ngapain masih bengong disitu?"...


..."Iya mas,tunggu."...


Mereka berdua masuk kedalam mobil,Lentera duduk dibangku belakang,karena tidak ada ibu Jullie yang memintanya duduk didepan.


Gilang memperhatikan Tera yang duduk gelisah.


Tera terus saja *******-***** botol minuman yang dia pegang.


Karena takut tutup botolnya terlepas,Gilang merebutnya dari tangan Tera.


..."Kamu kenapa?"...


..."Nggak,udah cepetan bawa mobilnya,aku baru ingat sesuatu."...


Gilang sudah bisa menebak apa membuat Tera gelisah,buku biru milik gadis itu kini berada dikamarnya.


Gilang pun bingung bagaimana mengembalikan buku milik Tera tanpa ketahuan bahwa dia sudah membacanya.


Mobil melaju sampai dirumah Gilang.


Tera turun terburu-buru dan langsung masuk kekamarnya tanpa berucap apa-apa pada Gilang.


Sampai dikamarnya,dia segera menuju meja belajar,benar saja buku rahasianya tidak ada disana,juga tidak ada dipenjuru kamarnya.


Gilang juga buru-buru masuk kekamarnya dan mengambil buku milik Lentera,lalu membawanya keruang baca,dan meletakkan dengan asal diantara buku-buku yang saat itu dikembalikan Tera kedalam rak.


Dia tau bahwa sebentar lagi Tera akan muncul disana,dia kembali kekamarnya dengan rasa bersalah.


Tera akhirnya mengingat,kalau kemarin siang dia membawa buku rahasianya itu bersama buku-buku yang akan dia kembalikan kedalam ruang baca,berlarian kedapur dan membuat ibunya kaget.


..."Tera,kenapa kamu ini,bikin ibu kaget aja."...


..."Hehe maaf bu,aku buru-buru mau ngambil buku aku diatas."...


..."Ya sudah sana,oh iya kamu nggak masuk kerja?"...


..."Oh nggak bu,kak Febri lagi jalan-jalan katanya."...


Tera masuk kedalam ruang baca,lalu mencari bukunya diantara buku-buku yang kemarin dia kembalikan,dia yakin buku itu ada disana,karena mungkin saja dia tidak sengaja ikut meletakkan buku miliknya kedalam rak disana.


Setelah mencari beberapa saat,dia menemukan buku miliknya dalam keadaan terbalik.


Meski sempat merasa heran,dia tetap merasa lega karena bukunya masih ada disana.


Dia duduk dengan lemas dikursi sambil memeluk buku miliknya.


Gilang memperhatikan dia dari balik pintu.


Untung saja Gilang mengembalikan buku milik Tera lebih cepat,jika tidak,sudah dipastikan gadis itu tidak akan mau melihatnya sama sekali.


Gilang kembali kekamarnya,begitupun dengan Tera.


Hanya soal perasaan,tapi mereka sudah seperti orang yang akan berperang.

__ADS_1


...*****...


__ADS_2