
Tiga hari setelah tahun baru...
Hari Rabu pagi,Lentera masih berada dikamarnya,duduk disofa bersama laptop yang dipangkunya.
Dia menatap layar laptop yang baru sebulan lalu dibelinya, dari hasil bekerja yang dia kumpulkan selama beberapa bulan.
Dia menatap pengumuman Kelulusannya disana,dengan wajah aneh.
Karena dirinya berhasil diterima,itu artinya sebentar lagi dia akan meninggalkan rumah Gilang,meninggalkan banyak kenangan di Kota ini,meninggalkan cinta pertamanya.
Dia memikirkan banyak hal dikamarnya.
Bagaimana nasib ibunya,bagaimana jika dia tidak sanggup bertahan di Negeri orang,bagaimana jika Gilang melupakannya,bagaimana jika Gilang menemukan orang lain yang lebih pantas sebelum dia berhasil menyatakan perasaannya.
Dia memukul dadanya yang terasa sesak.
Meski sekuat tenaga bertahan agar tidak menangis,tapi air matanya tumpah juga.
Karena takut ibunya masuk dan melihatnya,dia masuk kekamar mandi dan menyalakan kran air,berdiri didepan wastafel menatap wajahnya sendiri didalam cermin didepannya.
Menyedihkan sekali.
Hampir empat tahun lamanya dia masih saja menjadi orang yang menyedihkan,menjadi orang bodoh yang mencinta dalam diam.
Tiga puluh menit berada didalam sana,air mengalir dikakinya membuatnya tersadar.
Dia buru-buru menyeka wajahnya,lalu keluar dari sana.
Dia berdiri tertegun didepan pintu kamar mandi.
Gilang duduk disofa sambil menatap laptop miliknya dengan serius.
..."Mas Gilang..."...
Gilang hanya menatap lekat pada Tera.
Terlihat jelas ada gurat kesedihan di wajah tampannya.
..."Mas Gilang..." Panggil Tera lagi....
..."Kamu lulus."...
..."Iya mas Gilang,mas ngapain disitu?"...
..."Oh iya,tadi aku disuruh sama bude manggil kamu,katanya dari tadi kamu dipanggil tapi nggak dengar."...
Tera diam saja,dia tidak tahu harus merasa senang atau sedih saat ini.
Dia akhirnya menemukan impiannya,tapi akan membuatnya kehilangan waktu bersama Gilang.
..."Kamu masih suka nangis diam-diam?"...
..."Maksud mas Gilang?"...
..."Maaf,tadi aku nggak sengaja dengar kamu nangis dari kamar mandi,pintunya nggak tertutup."...
..."Mas Gilang mending keluar deh sekarang,nanti ibu sama yang lain malah nyariin mas Gilang kesini juga."...
Tera berusaha mengalihkan pembicaraan.
Gilang melengos pergi meninggalkan Tera.
Dia kesal,tapi entah kekesalannya karena sesuatu yang mana.
Gilang sudah sampai didapur,tapi Tera belum juga menyusul.
..."Nak Gilang,Tera mana?"...
..."Nggak tau bude,tadi dia lagi dikamar mandi,sekarang nggak tau ngapain."......
..."Walah,anak itu ngapain sih,dari tadi disuruh bantuin,tapi nggak muncul-muncul."...
..."Sudah bude,mungkin dia capek,kita makan yang ada aja, nggak papa kok." Haris muncul dibelakang Gilang....
..."Maafkan saya sama Tera ya,saya jadi nggak sempat buatin sarapan yang lain,biasanya kerjaan saya jadi cepat kalau Tera bantuin."...
..."Nggak papa bude,lagian ibu sama ayah sudah kekantor kan,jadi yang makan cuma kita."...
Gilang yang tadi mendapati Tera sedang menangis,hanya bisa berpura-pura tidak tau.
Selesai makan,dia masih menunggu Tera keluar.
Sampai jam dinding menunjukkan waktu pukul setengah sembilan pagi,Tera belum juga keluar.
Ibu Nur yang sudah selesai mencuci piring,bersiap mendatangi anaknya itu dikamar.
__ADS_1
Gilang sudah keluar menuju ruang keluarga,karena dari sana dia bisa melihat apakah Tera sudah berada didapur atau belum.
...Ibu Nur masuk kekamar dan mendapati anaknya sedang tertidur sambil memeluk laptopnya....
..." Ya ampun anak ini,kenapa suka sekali tidur pagi-pagi begini."...
Ibu Nur menggerutu sendirian sambil menarik laptop dari pelukan Tera.
Lalu menatap wajah Tera yang sembab.
Ibu Nur yang sudah berumur empat puluh tahun itu merasakan kesedihan anaknya.
Tanpa bertanya pun,dirinya sudah tahu bahwa Tera sudah menerima pengumuman dari pihak kampusnya.
Sejak kecil mereka memang tidak pernah sekalipun berpisah.
Dan tahun ini anak kecilnya itu harus meninggalkan dirinya sendiri untuk pergi sendiri juga.
Lentera terbangun karena merasakan kepalanya dielus oleh ibunya.
..."Ibu..."...
..."Kamu ini,kenapa tidur pagi-pagi begini,ibu sampai nggak sempat masakin mas Gilang sama mas Haris,karena kamu nggak bantu ibu."...
..."Hehe maaf bu,aku tadi habis liat pengumuman,malah ketiduran,mereka masih dirumah bu?"...
..."Iya,dari tadi mas Gilang duduk di dapur sendirian,nggak tau nunggu apa."...
..."Pasti nunggu aku karena mau ngajak ribut bu,hehe."...
..."Kamu ini,sudah cepat keluar,kita sarapan dulu."...
..."Ibu masak apa?"...
..."Yo belum sempat masak,tadi mereka berdua juga cuma makan roti,katanya mau makan kayak gitu aja."...
..."Terus kita sarapan apa?"...
..."Ya sama kayak mereka,kamu mau makan apa memangnya..."...
Mereka melangkah keluar dari kamar.
Duduk didapur berdua.
Gilang yang melihat Tera,akhirnya merasa tenang.
Dia masuk kuliah siang,jadi bisa bersantai pagi ini bersama Haris.
Selesai dengan sarapannya,Tera segera membantu ibunya untuk mencuci pakaian yang masih terlihat sedikit.
..."Bu,pakaiannya kan masih sedikit,besok aja ya nyucinya."...
..."Tera,kamu ini,justru karena masih sedikit itu jadi harus dicuci,sebelum numpuk dan bikin kita kewalahan."...
..."Emh iya deh bu."...
..."Oh iya,ini sedikit karena kayaknya mas Gilang belum bawa turun pakaian kotornya,kamu bisa ambil keatas."...
..."Iya bu,sebentar aku ambil ya."...
Lentera segera berlari kecil menuju kekamar Gilang.
Tapi menghentikan langkahnya saat berada didepan tangga.
..."Mau kemana."...
..."Mau kekamar mas Gilang,disuruh ibu aku ambil baju kotor."...
..."Oh,nggak usah diambil,nanti aku yang bawa turun."...
..."Oke deh."...
..."Tera..."...
..."Kenapa mas Gilang..."...
..."Buatin aku susu."...
..."Kan tadi sudah sarapan."...
..."Tapi sekarang mau susu."...
Tera geleng-geleng kepala,lalu meninggalkan Gilang dan membuat pergi ke dapur.
Dia kembali keruang tamu,memberikan susu untuk Gilang.
__ADS_1
..."Kalau ada perlu lagi,panggil aja,aku mau bantu ibu cucian."...
..."Siap mbak Tera,tapi aku lagi perlu kamu."...
..."Maksudnya."...
..."Yaa aku lagi perlunya sama kamu,kamu bisa duduk disini sebentar."...
..."Tapi aku harus kerja mas Gilang..."...
..."Ya sudah kamu dulu duduk disini sebentar aja."...
Gilang meninggalkan Tera yang masih berdiri bingung.
..."Bude,aku boleh minjam Tera sebentar ya."...
..."Loh,tadi katanya dia mau ngambil baju kotor dikamar nak Gilang,tapi nggak tau sekarang dimana."...
..."Dia diruang tamu bude,aku ajak ngobrol sebentar boleh kan bude."...
..."Iya nak Gilang,boleh,tapi habis itu langsung disuruh bantu bude ya."...
..."Siap bude."...
Gilang kembali ke ruang tamu,Tera sudah duduk disofa tempat dia duduk tadi.
..."Kenapa mas Gilang,cepetan bilang,aku mau bantu ibu."...
..."Iya iya sebentar..."...
Gilang malah duduk menatapnya,sambil menikmati segelas susu yang dibuat Tera untuknya.
..."Temanin aku disini sebentar aja."...
..."Ya ampun mas,kerjaan aku banyak,malah disuruh duduk disini,emang setelah ini,mas Gilang mau bantuin aku."...
..."Nanti aku bantuin."...
Lima belas menit mereka duduk disana,benar-benar hanya duduk tanpa bersuara.
Gilang sudah menghabiskan susu miliknya.
Tera berdiri dan mengambil gelas kosong didepannya.
..."Sudah ya mas Gilang,jangan aneh-aneh lagi,aku mau kerja."...
Gilang diam ditempatnya,sambil menatap punggung Tera yang meninggalkannya.
Ditinggal kedapur saja rasanya sudah membuatnya merasa aneh.
Apalagi ditinggal ke Luar Negeri entah sampai kapan...
...*...
..."Tera kapan kamu berangkat." tanya ibu Jullie saat mereka berada didapur....
..."Pertengahan bulan Februari bu,karena kuliahnya mulai bulan Maret."...
..."Oh ya,nggak jadi bulan ini."...
..."Nggak bu,terlalu cepat,hehe."...
..."Dokumen kamu sudah selesai semua."...
..."Hampir bu,minggu depan mau ngurus Visa sama Pasport dulu."...
..."Kamu bisa sendiri?"...
..."Bisa bu,hehe..."...
..."Kalau nggak bisa,kamu bisa minta bantu sama Gilang,nggak usah sungkan minta bantu ya."...
..."Iya bu..."...
..."Tera,kenapa harus kuliah di Luar Negeri sih?" Gerutu Gilang disamping ibunya....
..."Biar nggak ketemu mas Gilang terus,abisnya mas resek banget."...
..."Biar resek begini,tapi kamu suka kan..."...
...Gilang membatin....
..."Maafin anak ibu ya Ra,kalau dia suka gangguin kamu."...
..."Nggak kok bu,hehe."...
__ADS_1
Mereka tertawa bersama sambil makan malam mereka.
...***...