
...❤️❤️❤️...
..."Kamu darimana Ra?"...
..."Eh mas Gi udah pulang."...
..."Iya sudah,kamu sendiri darimana,kenapa keluar nggak bilang-bilang."...
..."Dari rumah kak Ji,penasaran gimana dia selama hamil,hehehe..."...
..."Makanya kamu juga rasain sendiri."...
..."Iya mas,besok deh."...
..."Ada-ada aja,kamu kapan kesana?"...
..."Tadi pagi,diantarin Sela,pulangnya naik ojek."...
..."Hemh,ya sudah mandi sana,sudah sore..."...
..."Mas Gi nggak marah?"...
..."Marah kenapa,kamu bukan dari club kan?"...
..."Heheh nggak lah mas."...
Gilang yang sampai lebih dulu,beberapa menit lalu,menunggu Tera diruang tamu.
Dan tidak jadi marah karena mengetahui Tera baru saja pulang dari rumah Haris.
...***...
Hari minggu,pukul delapan pagi
Gilang tidak bekerja,begitupun dengan Tera.
Tera yang sudah bangun lebih dulu karena merasa aneh dengan perutnya,meninggalkan Gilang yang masih bermalas-malasan ditempat tidurnya.
Tera menuju kamar mandi dan menatap kearah cermin,kemudian memperhatikan wajahnya yang sudah pucat dan pandangannya yang sedikit kabur.
Karena takut berlama-lama disana,dia mencuci wajahnya dan segera keluar dari kamar mandi.
Dengan langkah gontai dia menuju dispenser air untuk mengambil air minum.
Baru saja menghabiskan setengah air putih digelasnya,dia benar-benar tidak bisa lagi menahan dirinya yang semakin pusing.
...Praangg....
Suara gelas kaca yang terjatuh kelantai membuat Gilang melemparkan ponselnya dan berlari kedapur.
Tera sudah terbaring dilantai dengan pecahan gelas yang berserakan didekat kakinya.
Tanpa mempedulikan pecahan gelas itu,Gilang langsung mengangkat Tera dari arah samping dan membawanya ketempat tidur.
..."Tera,bangun Tera,kamu kenapa?" Suara Gilang bergetar karena panik....
Dia meraih ponselnya dengan terburu-buru untuk menelpon Haris.
Suara Haris terdengar serak karena mungkin baru saja terbangun saat Gilang menelponnya.
..."Ada apa bro?"...
..."Mas,bisa kesini sebentar,Te-Tera pingsan."...
..."Pingsan?"...
..."I-i iya mas,buruan kesini,aku nggak tau mau dia kerumah sakit naik apa..."...
..."Oke-oke,tunggu sebentar,aku kesana."...
Gilang memutus telepon,lalu memeriksa tubuh Tera,dia takut kalau Tera terkena pecahan gelas tadi,lalu memeriksa suhu tubuhnya
Tera tidak demam,hanya wajahnya yang terlihat pucat.
Meski seorang dokter,tapi Gilang sama sekali tidak memahami keadaan Tera saat ini.
__ADS_1
Tidak lama kemudian,Haris mengetuk pintu rumah Gilang.
Karena masih terkunci,Gilang buru-buru membukanya dan kembali kedalam untuk membawa Tera kerumah sakit.
Haris mengendarai mobilnya dengan kecepatan normal,karena Jihan yang tengah hamil ikut bersamanya.
..."Kenapa dia bisa pingsan Lang?"...
..."Nggak tahu Ji,tadi pagi dia cuma bangun kekamar mandi,terus pingsan didapur."...
..."Dia sudah sarapan?"...
..."Belum Ji,tadi malam juga dia nggak makan,karena katanya perutnya nggak enak."...
Jihan diam sebentar,memikirkan ucapan Tera kemarin yang mengatakan dirinya sudah terlambat haid.
Tapi Jihan tidak berani memberi tahu yang lain,tanpa menunggu kepastian dari dokter.
..."Kenapa Ji?"...
..."Eh nggak kak,aku kaget aja Tera bisa sampai pingsan begini,padahal kemarin masih bisa masak sama aku."...
..."Mungkin karena dia nggak makan malam lagi." Jawab Gilang yang terus memegang erat telapak tangan istrinya....
Tera akhirnya bangun sebelum sampai dirumah sakit.
..."Tera,kamu sudah sadar?"...
..."Kita mau kemana mas?"...
..."Mau kerumah sakit,ini akibatnya kalau kamu bandel,semalam kamu nggak ada makan sama sekali,sekarang malah pingsan." Gilang malah mengomelinya....
..."Lang,kamu kenapa sih,hobby banget ngomel-ngomel,Tera baru aja sadar sudah kena omel dari suaminya,kalau aku punya suami kayak kamu,udah aku lempar noh kekandang sapi." Jihan memarahi Gilang....
..."Sudah sudah,malah berisik kalian,bisa-bisa Tera pingsan lagi gara-gara kalian." Haris menghentikan kelakuan istri dan adiknya sebelum kembali berbicara panjang lebar....
..."Maaf kak,abisan Gilang jadi orang nyebelin banget."...
Tidak terasa mereka sampai dirumah sakit tempat Gilang bekerja.
Gilang memapah tubuh Tera yang lemah,tapi masih memaksa berjalan kaki.
Setelah mengurus semuanya diloket,mereka diminta menunggu sebentar karena dokter sedang berganti baju diruangannya.
Beruntung mereka datang lebih cepat,jadi tidak perlu menunggu terlalu lama.
Gilang menemani Tera masuk kedalam ruangan untuk diperiksa.
..."Ini istrinya dokter Gilang ya?"...
..."Iya dok." Jawab Gilang karena dokter yang ditemuinya merupakan rekan kerjanya....
..."Silakan berbaring disebelah sini bu."...
Tera menurut saja,dan merebahkan tubuhnya diranjang kecil yang berada diruangan tersebut.
Suster disana memeriksa tekanan darah Tera,dan hasilnya menunjukkan tekanannya sangat rendah.
..."Apa ini suka begadang?"...
..."Sesekali dok,kalau sedang bekerja."...
..."Apa ibu merasa mual?"...
..."Iya dok,saya juga merasa mual saat mau makan."...
..."Kalau begitu,saya anjurkan ibu untuk memeriksakan diri kedokter kandungan."...
..."Kenapa dok?" Tanya Gilang....
..."Bisa saja istri dokter Gilang sedang hamil,saya belum bisa memastikan,tapi sebaiknya kalian menemui dokter kandungan sekarang."...
..."Baik dok,apa ada dokter kandungan yang bertugas hari minggu ini?"...
..."Dokter Inggrid mungkin sudah datang,kembali saja kedepan untuk meminta diantarkan ke ruangan dokter Ingrrid."...
__ADS_1
..."Baik dok,terima kasih banyak."...
Setelah keluar dari ruangan dokter umum,Jihan dan Haris yang sedang menunggu diluar menanyai Gilang.
..."Kita diminta kedokter kandungan."...
..."Tera hamil?"...
..."Belum tau mas,tapi karena Tera mual,jadi dokter bilang sebaiknya periksa kedokter kandungan dulu."...
..."Oh ya sudah,sana cepetan,kita tunggu disini,apa perlu aku telpon ibu sama ibu Tera juga."...
..."Jangan dulu mas,nanti mereka malah khawatir."...
..."Ya sudah kalau gitu,kita tunggu disini ya."...
..."Iya mas,maaf ya bikin repot pagi-pagi."...
..."Its okay."...
Gilang membawa Tera menuju kembali keloket dan meminta untuk mengubah dokter yang akan ditemuinya.
..."Baik pak,bu silakan menunggu didepan ruangan dokter Inggrid,nanti akan dipanggil."...
..."Baik sus."...
...***...
Tidak lama kemudian,nama Lentera dipanggil,dan Gilang mengikutinya masuk.
..."Silakan duduk dulu bu."...
..."Iya dok."...
..."Oh hai dokter Gilang,ini pasti istrinya dokter kan?"...
..."Iya dok."...
..."Dokter Gilang tidak tugas?"...
..."Saya libur dok."...
..."Libur akhir pekan memang menyenangkan ya dok,saya juga ingin sekali." Dokter Ingrid tertawa....
..."Dokter bisa cuti."...
..."Maunya sih dok,tapi entah kenapa saya suka sekali jika bertemu dengan ibu-ibu yang sedang hamil."...
..."Heheh dokter bisa aja."...
..."Sus,cek tekanan darahnya dulu." Pinta dokter ingrid pada suster yang membantunya....
..."Tekanannya rendah sekali dok."...
..."Ibu suka begadang ya,atau jarang makan?"...
..."Dua-duanya sering dok."...
..."Bahaya kalau begitu,oh ya ibu sudah periksa sendiri dirumah?"...
..."Belum dok."...
..."Kalau begitu,kita periksa dulu ya,silakan kekamar mandi untuk mengambil urin ibu,sedikit saja,dan masukan disini ya." Dokter Ingrid memberikan Tera wadah kecil untuk melakukan tes urin....
Setelah Tera kembali,Dokter wanita berkulit hitam manis itu segera membuka kemasan testpack yang sudah dipegangnya sejak tadi.
..."Kita tunggu sebentar ya."...
..."Iya dok."...
Gilang berdiri dibelakang kursi Tera sambil mengelus kepala istrinya yang masih terlihat lesu itu.
...❤️❤️❤️...
...>>> Bersambung >>>...
__ADS_1