Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)

Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)
83.Kembali kedunia nyata


__ADS_3

Pukul sembilan pagi,Gilang sudah selesai mandi dan sarapan,sementara Tera tidak bisa memaksakan diri untuk makan apapun karena tubuhnya sudah terlanjur kelelahan.


Haris dan Jihan sudah menunggu dibawah.


Sementara Gilang dan Tera masih harus memanggil ibunya di kamar lain.


Keluarga Gilang sengaja meminta Ibu Nur ikut menginap agar bisa menikmati waktu istirahat disana.


...*...


Mereka semua sudah berada diparkiran.


Karena hanya ada mobil Haris,Gilang akhirnya memutuskan untuk naik taksi bersama Tera dan Ibunya.


Mereka menuju rumah keluarga Gilang,sesuai permintaan Ibu Jullie.


Mereka semua harus menginap disana sebelum memilih akan tinggal dimana mereka nantinya.


...*...


Setelah sekitar empat puluh menit perjalanan dari hotel menuju rumah Gilang,mereka sampai bersamaan di rumah mewah yang semakin terlihat asri itu.


Mereka disambut gembira oleh Ibu Jullie dan pak Hermawan didepan rumah.


..."Waah akhirnya kalian datang juga,kayaknya mukanya pada senang ini,apalagi anak bungsu ibu ini..."...


..."Apaan sih bu..."...


..."Hahaha,auranya hari ini beda kan bu,kayak ada yang bersinar tapi bukan matahari..." Olok Haris....


..."Apa sih lue mas,kayak situ nggak aja..."...


..."Sudah,sudah,ayo masuk..."...


Mereka semua mengekor dibelakang ibu Jullie.


Dan duduk diruang tamu.


Ternyata sofa disana sudah bertambah.


..."Ibu,Ayah...kalian berdua habis belanja ya?"...


..."Iya dong,anggota keluarga disini sudah bertambah,jadi kursinya juga harus ditambah,hehehe..."...


..."Tapi kan kita nggak lama bu disini,aku sama Jihan mungkin mau cari apartemen disekitar kantor..."...


..."Hemph,ibu tahu,tapi seminggu sekali kalian semua harus nginap disini tanpa terkecuali,dan ibu tidak akan menerima alasan apapun..."...


..."Iya bu..."...


..."Oh ya bu Nur,mulai sekarang ibu sudah tidak saya izinkan bekerja dirumah saya lagi..."...


..."Tapi kenapa ya bu,saya ada salah apa?"...


Tera ikut tegang.


Karena takut ibunya sudah berbuat salah.


..."Iya...Ibu salah karena sudah jadi besan saya,hehehe..."...


..."Ibu Jullie bisa saja..."...


..."Maaf bu Nur,tapi sekarang itu ibu sudah jadi besan kami,jadi kalau ibu tetap bekerja disini,apa kata orang nanti,saya sudah berusaha untuk cari pengganti ibu,jadi sekarang ibu bisa fokus untuk jualan setiap hari dirumah..."...


..."Iya bu,terima kasih banyak..."...


..."Kalian sudah sarapan?"...


..."Sudah bu..."...


..."Kalau gitu para gadis-gadis,hehehe...sekarang kita masak-masak dulu untuk makan siang nanti ya..."...


..."Eh iya bu..." Tera dan Jihan menjawab bersamaan..."...


Mereka semua menuju dapur dan membiarkan para laki-laki duduk diruang tamu membicarakan pekerjaan masing-masing.


Sementara para perempuan memasak didapur.

__ADS_1


Mereka semua berbagi cerita masing-masing,kecuali Tera yang lebih banyak diam.


Selain karena merasa tubuhnya sangat lelah,dia juga merasa tidak ada yang menarik untuk diceritakan.


..."Raa...kamu kenapa?" Tanya Jihan penasaran....


..."Ehh kenapa?"...


..."Hahaha,Tera Tera,apa yang kamu pikirin pagi-pagi begini?" Sahut Ibu Jullie....


..."Eh nggak kok,nggak papa,aku cuma ngerasa badan aku capek banget,hehehe..."...


..."Perlu istirahat?"...


..."Emh nggak bu,nggak papa kok..."...


..."Ya sudah,kalau capek masuk aja kekamar Gilang,eh itu sekarang kamar kamu juga..."...


..."Iya bu..."...


Ibu Nur memasak bahan masakan dengan cekatan,Jihan memperhatikan ibu Tera itu.


Tera juga melakukan hal yang sama.


Sementara dirinya masih belum bisa memasak dengan benar.


..."Kak Jihan kenapa hayoo?"...


..."Emh balas dendam nih?"...


..."Hemph nggak lah kak..."...


..."Tera,kamu ternyata bisa masak?"...


..."Hehe dikit-dikit kak,yang gampang-gampang..."...


..."Kalau aku,jangankan yang susah yang gampang aja aku belum bisa sama sekali,aku takut kak Haris malah nyari istri lagi yang pintar masak..."...


..."Hahaha Jihan,kamu ini ada-ada saja,kalau Haris seperti itu,ibu yang akan maju duluan untuk membela kamu..."...


..."Hehehe,maaf aku bercanda bu..."...


...*...


Pekerjaan didapur sudah selesai.


Mereka duduk beristirahat di depan meja makan.


Tiba-tiba Tera merasa perutnya kembali nyeri seperti beberapa waktu lalu.


Mungkin karena dia hanya makan sedikit tadi pagi.


Keringat dingin mulai keluar dan wajahnya terlihat pucat.


Sambil memegangi perutnya,dia berusaha beranjak berdiri dari tempatnya agar yang lain tidak melihat wajah pucatnya.


Tapi karena merasa pusing,dia kembali terduduk dan berpegangan pada kursi ibunya yang berada di sampingnya.


..."Ya ampun Tera,kamu kenapa nak?"...


..."Perut aku sakit banget bu..."...


Ibu Jullie yang kaget melihat keadaan menantu barunya itu segera memanggil Gilang diluar.


Jihan berdiri untuk mengambil air minum.


..."Ra ini minum dulu..."...


Sambil dibantu oleh ibunya,Tera menghabiskan segelas air putih yang diberikan oleh Jihan.


..."Tera,kamu kenapa sayang,hemph?"...


Gilang buru-buru memeriksa perut Tera dengan merabanya,karena tidak ada alat apapun yang didekatnya.


..."Ini pasti karena kamu tadi nggak sarapan?"...


Tera mengangguk.

__ADS_1


..."Apa kamu sering begini..."...


Tera mengangguk lagi.


..."Sejak kapan?"...


Tera diam saja,karena semua orang menatap serius kearahnya.


..."Tera jawab...!" Nada suara Gilang hampir meninggi....


..."Ayo nak bilang sama kita,sejak kapan kamu sering begini?"...


..."Mungkin setelah aku mulai kerja diluar negeri setahun lalu bu..."...


..."Ya ampun Tera,terus selama ini kamu biarin diri kamu sendiri kayak gini?" Gilang tidak bisa menahan dirinya untuk tidak marah....


..."Gilang,pelankan suaramu,Tera itu lagi sakit,kenapa malah jadi marah-marah." Ibu Jullie mendekati Gilang....


Tera masih terus memegangi perutnya.


Beberapa waktu lalu memang penyakitnya itu tidak pernah kumat lagi,tapi karena kesalahannya pagi ini,semua orang malah mengetahuinya.


..."Kamu makan dulu,setelah makan kita kerumah sakit..."...


Ibu Nur buru-buru mengambilkan sedikit makanan untuk anaknya itu.


Hatinya kalut dan merasa bersalah pada Tera,selama ini anak itu selalu terlihat baik-baik saja,ternyata menyembunyikan rasa sakitnya sendirian.


..."Ya sudah,ayo kita semua makan sekalian,karena sudah hampir siang..." Ajak Ibu Jullie....


Akhirnya mereka semua duduk dan makan tanpa bersuara.


Tera makan dengan pelan dan terus memegangi perutnya dengan tangan kirinya.


Gilang memperhatikan istrinya itu dengan wajah kesal.


...*...


Selesai makan,Gilang langsung membawa Tera meninggalkan dapur.


..."Maaf semuanya,karena Tera nggak bisa bantu beres-beres..."...


..."Iya Gilang,nggak papa,cepat bawa istri kamu untuk diperiksa dulu..." Sahut ibu Jullie dengan wajah khawatir....


...*...


Gilang terus memegang lengan Tera sampai dikamarnya.


..."Cepat ganti baju kamu..."...


..."Mau kemana mas?"...


..."Kerumah sakit..."...


..."Tapi ini sudah nggak begitu sakit kok..."...


..."Untuk sekarang,tapi nggak tahu besok-besok..."...


..."Mas Gilang aja yang periksa,kan mas juga dokter..."...


..."Tera,aku lagi nggak mau bercanda..."...


..."Mas Gilang kenapa jadi jahat banget sih?"...


..."Semakin banyak kamu sembunyiin sesuatu,aku akan semakin jahat..."...


..."Mas Gilang...!"...


..."Apa..."...


..."Aku mau tidur,badan aku sakit banget..."...


..."Terserah kamu..."...


Tanpa mempedulikan Gilang yang marah-marah,Tera merebahkan tubuhnya dikasur Gilang yang kini sudah lebih besar.


Dia benar-benar tertidur dan menahan sisa rasa sakit diperut dan ditubuhnya.

__ADS_1


...❤️❤️❤️...


^^^"Bersambung..."^^^


__ADS_2