Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)

Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)
68. Goodbye Kim Seo Jun


__ADS_3


Hari senin,pukul enam pagi,disaat bunga-bunga sakura mulai bermekaran,Tera mengabari Seo Jun bahwa dirinya akan segera menuju bandara,karena jadwal penerbangannya pukul sepuluh nanti.


..."Oppa,aku akan terbang pukul sepuluh pagi ini,karena perjalanan menuju bandara bisa sampai satu jam lebih,aku akan berangkat lebih cepat."...


..."Baik Tera,aku akan kesana."...


..."Nggak perlu mandi,hehehe..."...


..."Hahaha,baiklah..."...


Seo Jun yang memang sengaja menunggu kabar sejak tadi malam,keluar terburu-buru mengenakan jaket tebal,karena cuaca pagi ini masih dingin.


Dia tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang sebentar itu bersama Tera.


Mengendarai mobilnya,dia segera menuju asrama Tera yang tidak membutuhkan waktu lama.


..."Tera,aku sudah didepan asrama..."...


..."Baik oppa,aku masih didalam,sebentar lagi keluar..."...


..."Pakai baju yang tebal,karena cuacanya masih terasa dingin."...


..."Siap oppa..."...


Beberapa menit kemudian,Tera keluar membawa satu koper miliknya,hanya itu yang bisa di bawa pulang,karena selama ini dirinya memang hampir tidak pernah membeli barang-barang yang tidak dia butuhkan.


Seo Jun membantu menaikkan koper hitam miliknya kedalam mobil.


Lalu membuka pintu mobil bagian depan untuk Tera.


..."Terima kasih oppa,aku pasti kesulitan kalau tidak ada orang yang baik seperti oppa disekitarku."...


..."Tidak apa Tera,aku senang,karena kamu masih mengingatku saat akan pulang,setelah mengabaikanku begitu saja."...


..."Maaf oppa."...


..."Kamu senang?"...


..."Karena apa?"...


..."Karena mengabaikan orang lain?"...


..."Hei oppa,apakah anda punya dendam pada saya?"...


..."Hahah tidak Tera,aku hanya bertanya."...


..."Tidak ada orang yang merasa senang saat mengabaikan orang lain begitu saja tanpa alasan yang jelas..."...


..."Tapi kamu mengabaikanku karena aku melakukan satu kesalahan."...


..."Tapi sebenarnya tidak seperti itu juga,aku hanya mencoba menghindar karena aku takut justru menerima semua perlakuannya,tapi tidak bisa menerima orangnya."...


..."Maksud kamu?"...


..."Aku tidak mau hanya nyaman dengan perlakuan oppa,tapi tidak nyaman dengan diri oppa sendiri."...


..."Ahh iya iya,aku paham,tapi bukankah lebih baik,daripada kamu mengabaikanku."...


..."Tapi aku tidak mau menyakiti perasaan orang lain..."...


..."Aku sudah cukup sering ditolak,hahah,tapi ditolak gadis seperti kamu,ternyata rasanya lebih menyakitkan..."...


..."Kenapa,apa karena aku cuma gadis asing yang tidak seperti mereka?"...


..."Karena kamu lebih baik daripada mereka."...


..."Aku bisa mendapatkan banyak gadis lain diluar sana,tapi mendapatkan satu yang seperti kamu ternyata sangat sulit."...


..."Hemph,rasa percaya diri yang berlebihan rupanya tidak bagus untuk orang seperti oppa..."...


..."Hahaha...Why?"...


..."Karena selalu saja sok ganteng..."...


..."Tapi orang yang ganteng itu tidak selamanya beruntung Tera..."...


..."Kenapa?"...


..."Karena aku saja selalu ditolak,alasannya karena mereka takut aku selingkuh dari mereka."...


..."Makanya jangan sok ganteng." Keluh Tera dengan bahasa yang tidak dipahami Seo Jun....


..."What?"...


..."Ahh tidak,menyetir saja dengan benar,oppa yang ganteng..."...


..."Baiklah,gadis cantik..."...


Setelah mengobrol banyak,mereka akhirnya memilih diam sebentar.


Membuat Lentera lagi-lagi memikirkan Gilang.


"Entah bagaimana wajahnya sekarang..." Batin Tera sambil menikmati pemandangan bunga sakura yang sangat indah.



Karena melihat raut wajah Tera yang berubah.


Seo Jun kembali mengajaknya berbicara.

__ADS_1


..."Hello,are you okay?"...


..."Emhh iya,aku nggak apa-apa..."...


..."Lalu kenapa dengan wajah jelek itu?...


..."Aku hanya merasa sedikit aneh..."...


..."Kenapa?"...


..."Karena dulu,aku sangat ingin terbang kesini,tapi setelah beberapa tahun,aku justru ingin cepat kembali,dan setelah waktunya kembali,aku malah merasa ingin berada disini saja..."...


..."Kamu memang benar-benar aneh..."...


..."Rasanya aku hampir gila..."...


..."Semoga gadis cantik seperti kamu tidak pernah menjadi gila,saat waras saja kamu terlihat aneh,kalau kamu gila,mungkin kamu akan semakin terlihat seperti siluman rubah..."...


..."Apa aku seburuk itu?"...


..."Tidak juga,tapi aku berharap kamu selalu baik-baik saja..."...


..."Oppa,apa aku bisa menjadi orang yang lebih baik dimasa depan?"...


..."Aku bukan peramal,Tera..."...


..."Setidaknya berikan aku sedikit semangat wahai oppa yang ganteng..."...


..."Baiklah,aku akan memberimu semangat beserta kritik dan saran,hahaha..."...


..."Aku akan mendengarkan dengan baik,pak guru..."...


..."Pertama,berhenti selalu memandang rendah dirimu sendiri."...


..."Kedua,berhenti bersikap seolah kamu bisa melakukan semuanya sendiri."...


..."Ketiga,saat kamu merasa lelah,istirahatlah."...


..."Keempat,jika kamu ingin menangis,menangis saja."...


..."Kelima,jika kamu memiliki banyak waktu,bersosialisasilah dengan orang lain."...


..."Keenam,jangan selalu berprasangka buruk pada orang lain."...


..."Apa aku harus melanjutkan kebagian selanjutnya."...


..."Bisa...aku akan mendengarkannya lagi."...


..."Aku persingkat saja,agar otakmu itu bisa menyimpan semuanya dengan baik."...


..."Yang terakhir,berusahalah menerima kebaikan orang lain yang tulus padamu,tapi jangan mudah mempercayai kata-kata orang yang baru kamu temui."...


..."Maaf,tapi untuk kalimat yang terakhir,apa aku harus percaya sama oppa atau tidak?"...


..."Oh baiklah,aku akan percaya saja,karena oppa bukan orang yang baru aku temui."...


..."Baguslah,kalau akhirnya kamu bisa percaya."...


..."Aku selalu percaya sama oppa,tapi tidak untuk satu hal..."...


..."Apa itu?"...


..."Karena selalu ditolak..."...


..."Apa aku terlihat seperti pembohong besar?"...


..."Hahaha,tidak juga..."...


..."Tapi aku tidak percaya karena beberapa orang laki-laki yang aku tahu,bisa mengencani wanita dan putus begitu saja,lalu kembali memiliki wanita lain sesaat setelahnya,meski wajah mereka biasa saja."...


..."Hahaha yang benar saja kamu ini."...


..."Tapi benar kenyataannya seperti itu."...


..."Mungkin mereka punya banyak uang atau koneksi yang bagus..."...


..."Apa bisa cinta dan uang harus selalu disatukan..."...


..."Kenyataannya saat ini memang seperti itu."...


..."Jadi apa oppa punya uang yang banyak?"...


..."Dasar wanita,ternyata hampir semua isi otaknya sama saja,hahaha."...


..."Oppa...!"...


..."Aku tidak salah kan?"...


..."Tidak sama sekali..."...


Karena terus mengobrol sepanjang perjalanan,tidak terasa mereka sudah sampai di bandara.


Lentera turun dan berpamitan.


Seo Jun hanya bisa mengantar sampai diparkiran mobil saja,karena harus langsung berangkat bekerja.


Seo Jun ikut turun untuk membantu Tera mengeluarkan kopernya dari dalam mobil.


...*...


..."Oppa,terima kasih atas semuanya,dan maaf karena sering membuatmu kesusahan selama berteman denganku."...

__ADS_1


..."Tidak apa Tera,cepat masuklah,nanti kamu terlambat."...


..."Tapi oppa..."...


..."Ada apa lagi Tera..."...


...Hiks......


Tera tidak sanggup menahan tangisnya,karena tadi Seo Jun memberi tahu agar dia bisa bebas melepaskan perasaannya jika memang terasa berat.


..."Tera,kenapa menangis?"...


...Hiks...Hiks...Hiks......


Tangis Tera malah semakin keras.


Seo Jun mendekatinya lalu menepuk-nepuk pundaknya.


..."Hei,diamlah,orang-orang akan berpikir kalau kamu istriku,hehehe..."...


..."Maaf oppa,aku malah menangis disini..."...


..."Kenapa menangis?"...


..."Karena oppa baru saja bilang,kalau aku ingin menangis,menangis saja..."...


..."Ah iya benar,tapi apa alasan kamu menangis?"...


..."Karena merasa bersalah pada semuanya."...


..."Kamu tidak salah,Tera...tapi keadaan yang membuatmu seperti ini..."...


..."Terima kasih,oppa..."...


..."Lentera,apa aku bisa minta satu hal untuk yang pertama dan terakhir kalinya."...


..."Apa itu?"...


..."Apa aku boleh memelukmu sebentar saja,kamu bisa menganggapnya sebagai salam perpisahan."...


Tera hanya bisa mengangguk.


Seo Jun langsung memeluk Tera.



Tera kembali menangis.


..."Diamlah,semuanya akan kembali baik-baik saja..."...


Tera mengangguk lagi.


..."Semoga kamu menjalani hari-harimu dengan baik disana..."...


..."Aku tidak akan melupakanmu..."...


..."Semoga kehidupanmu bisa membaik,kapan-kapan,kembalilah kesini bersama orang yang kamu cintai..."...


Seo Jun berusaha terlihat tegar agar Tera bisa segera menghentikan tangisnya.


Meski dirinya pun sangat ingin menangis melepas kepergian temannya itu.


Seo Jun melepas pelukannya,karena sudah beberapa menit mereka berdiri disana,orang-orang disekitarnya menatap mereka dengan wajah sedih.


..."Tera,masuklah,apa kamu bisa mengurus semuanya sendirian?"...


Tera terus saja mengangguk mengiyakan pertanyaan Seo Jun.


..."Baiklah,aku yakin kamu bisa melewati semuanya."...


..."Berjanjilah untuk kembali kesini suatu hari nanti,aku akan menemuimu,kirim saja pesan lewat surel,aku pasti akan membacanya."...


..."Baik oppa,semoga kehidupan dan keuanganku bisa segera membaik,agar aku bisa kembali kesini..."...


..."Kalau begitu,cepat masuk,aku juga akan pergi bekerja."...


..."Iya...oppa..."...


..."Semoga perjalananmu menyenangkan,Lentera..."...


..."Terima kasih..."...


Lentera melambaikan tangannya pada Seo Jun yang sudah masuk kembali kedalam mobilnya.


Begitupun Seo jun yang bersiap melajukan mobilnya meninggalkan bandara.



..."Goodbye...Kim Seo Jun..."...


Gumam Lentera sendirian.


...***...



..."Bonus dari othor...hehehe..."...


..."Terima kasih dukungannya..."...


...❤️❤️❤️...

__ADS_1


#Sampai ketemu sama Seo Jun beberapa tahun kemudian...


__ADS_2