
..."Hari itu kita berakhir..."...
..."Tapi rasa sesal didalam hati sering menggangguku secara tiba-tiba..."...
..."Membuatku kesulitan memulai hari baru bersama orang yang lain..."...
..."Apa kabar kamu yang disana,orang yang selalu aku rindukan dalam diam...?"...
..."Orang yang pertama kali mengisi hati dan hariku..."...
..."Semoga kamu bisa memulai hari barumu dengan baik..."...
..."Kamu pasti tidak tahu kan,apa yang aku lalui disini sendirian,apa yang aku rasakan setelah memutuskan hubungan denganmu..."...
..."Rasanya serba sulit tanpa orang yang kita sayangi disekitar kita..."...
..."Aku bahkan menangis sendiri seminggu sekali,setiap kali aku bertemu hari dimana saat itu aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya..."...
..."Apa kamu tahu rasa penasaranku,ingin bertanya kabarmu tapi aku menahan diri karena takut membuatmu semakin membenciku..."...
..."Bertahun-tahun tinggal disini membuatku seakan kehilangan diriku yang sebenarnya..."...
..."Entah apa lagi yang harus aku tutupi agar aku selalu terlihat baik-baik saja,dan bisa tetap terlihat menjadi orang yang bersahabat dengan siapa saja..."...
..."Aahh,aku membenci semuanya,tapi harus berpura-pura menikmatinya..."...
..."Kamu pasti tidak pernah mengenali rasa seperti itu bukan?"...
..."Kamu bahkan hidup dengan baik,dengan keluarga yang hangat dan lengkap,dengan teman-teman yang selalu ada untuk kamu,juga rumah serta kamar yang nyaman untuk kamu pulang.."...
..."Membayangkan kehidupanmu saja cukup membuatku frustasi,karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa melampaui segala yang kamu miliki..."...
..."Sampai kapan aku harus terus merasa seperti ini..."...
..."22 Desember,tahun ketiga..."...
..."Saat salju turun dan cuaca dingin menusuk sampai ketulang..."...
...*****...
Tulisan Lentera menghiasi halaman beranda media sosial miliknya.
Dia tidak lagi menulis di buku harian,karena bukunya sengaja ditinggalkan di rumah Gilang,dan dia memang tidak berniat lagi untuk banyak menulis.
Kini dia lebih suka memendam semuanya sendirian.
Hanya sesekali dia bercerita didalam media sosial yang dia rahasiakan dari semua orang yang mengenalnya.
Beberapa bulan setelah mengakhiri hubungannya dengan Gilang,Tera masih menutup diri dari semua laki-laki yang mendekatinya di kampus termasuk Seo Jun.
Tapi hari ini,dia ingin mencoba memulai hari yang baru tanpa bayang-bayang Gilang di dalam benaknya.
Sebenarnya Gilang sudah menetap didalam hatinya,dan sulit untuk dibuang begitu saja dari sana,tapi Tera berusaha untuk menjalani tahun-tahun terakhirnya disini dengan sedikit kebahagiaan.
Kini dia mulai terbiasa tanpa pesan dan telepon dari Gilang.
Terbiasa tanpa kabar dan tanpa memberi kabar.
__ADS_1
Ponselnya hanya sesekali berbunyi ketika menerima pesan dari sahabatnya Sela, Kimi ,Seo Jun maupun dari Ibunya.
Oh iya,sahabatnya itu kini semakin sibuk karena sebentar lagi akan menyelesaikan kuliahnya.
Sebenarnya Tera tidak benar-benar sendirian disini,ada Seo Jun yang hampir setiap akhir pekan mengunjungi dirinya di kampus,tapi Tera tidak pernah menganggap serius niat pria ganteng itu,juga ada Kimi yang sering mengajaknya bermain setiap malam minggu.
Juga ada Manager Cafe yang sering menanyakan kabarnya.
Awal bulan lalu,dia memutuskan berhenti bekerja karena Ibunya sering mengiriminya uang jajan yang berlebih,meski merasa heran dan sering marah-marah pada ibunya karena terlalu sering mengirimkan uang,daripada menyimpannya sendiri,tapi Ibunya tidak banyak bicara dan hanya meminta Tera belajar dengan benar dan tidak perlu memikirkan uang tambahan saat ingin membeli keperluan pribadinya.
Mau tidak mau Tera menurut saja daripada menerima omelan setiap tiga hari sekali dari Ibunya karena jarang mengangkat telepon akibat terlalu sibuk berkuliah dan bekerja.
...**...
Pagi ini,Cuaca sama sekali tidak bersahabat,tapi Seo Jun mengajak Tera untuk keluar.
Tera yang jarang keluar saat musim dingin tiba,menuruti Seo Jun karena niatnya yang ingin memulai hari baru.
Lagipula,libur panjang musim dingin masih lama sekali,dia akan mati kebosanan jika setiap tahun dia terus mengurung diri dikamarnya.
Seo Jun sudah menunggunya di dalam mobil didepan gedung kamarnya.
Tera segera berlari keluar saat Seo Jun menelponnya.
Memakai baju berlapis karena dia tidak tahan cuaca dingin.
Seo Jun sampai tertawa sendiri melihatnya karena Tera terlihat gemuk,padahal bisa saja dia hanya memakai baju tebal,tapi karena sama sekali belum terbiasa,dia melakukan hal bodoh seperti itu dihari pertamanya berjalan-jalan bersama Seo Jun.
Tera yang harusnya merasa beruntung karena didekati pria yang sangat menyukainya itu,malah membuatnya semakin tidak mempercayai suatu hubungan.
Dan jika dia memilih menerima Seo Jun,mungkin akan kembali terulang kisah menyedihkan yang kedua kalinya.
Tapi kali ini Tera membiarkan semuanya berjalan begitu saja,jika Seo Jun benar-benar menyukainya,dia akan tetap bertahan untuk menjalani semuanya seperti biasa,tanpa ada ikatan hubungan yang pasti.
Seo Jun yang menyukai Tera sejak setahun lalu itu mengajak Tera menuju Cafe tempatnya dulu bekerja.
Cafe itu tetap buka meski cuaca dingin,karena beberapa orang akan mampir kesana dan menghangatkan diri.
Begitu juga yang dilakukan Seo Jun saat ini.
Mereka berdua masuk dan duduk didekat Jendela.
Setelah memesan minuman hangat dan mie instan khas negaranya yang disebut ramyeon,Seo Jun menyadarkan Tera yang sedang menatap salju tipis yang turun di luar.
..."Lentera Pradania,kamu baik-baik saja?"...
..."Aahh iya iya,saya baik-baik saja,maaf saya sedang melamun."...
..."Dimusim dingin begini,memang semua orang suka melamun dan merasa sedih tanpa alasan,mungkin kamu juga seperti itu."...
..."Maafkan saya,kalau banyak diam,tapi bukan berarti saya tidak suka jalan sama Anda."...
Lentera masih terus berbicara dengan bahasa formal jika sedang bersama Seo Jun,meski membuat Seo Jun kadang-kadang merasa tidak nyaman,tapi dia membiarkan Tera,karena menurutnya gadis itu hanya berusaha agar lebih sopan.
__ADS_1
..."Tera,apa kamu tidak bisa lebih informal jika bicara dengan saya,saya lebih suka kalau kamu bisa lebih bersahabat dengan saya."...
..."Maaf sunbae..."...
..."Tera,saya sudah bukan sunbae kamu lagi sekarang,jadi tolong panggil saya oppa saja,saya sudah berkali-kali memberi tahu kamu,tapi kamu selalu lupa atau menolak."...
..."Maaf oppa,aku takut kalau bicara tidak sopan,malah membuat orang lain menuduh aku yang bukan-bukan."...
..."Nggak apa-apa Tera,kita teman sekarang,jadi kamu bisa bicara semau kamu,selama itu tidak berkata kasar."...
..."Baik oppa."...
..."Oh ya,bagaimana?"...
..."Apanya yang bagaimana?"...
..."Sekarang aku lihat,sepertinya kamu sudah lebih baik,apa kamu sudah bisa menerima aku?"...
..."Emh,maaf oppa,apa kita bisa tetap seperti ini saja."...
..."Maksud kamu?"...
..."Kita jalani saja apa adanya,tidak usah ada ikatan apapun itu,karena putus cinta itu ternyata lebih sakit daripada yang aku bayangkan dulu."...
..."Jadi kamu sudah benar-benar putus dari pacar kamu?"...
..."Iya oppa?"...
..."Apa karena aku?"...
..."Oh bukan,bukan kok..."...
..."Lalu...?"...
..."Hemh,bukan karena siapa-siapa,aku cuma capek aja harus menjalani hubungan jarak jauh,karena itu juga,sekarang aku nggak mau pacaran atau ada hubungan apapun itu,karena aku takut akan terulang lagi,aku tidak mau jika sudah harus putus nanti,aku malah menyakiti orang lain dan diri aku sendiri,semoga oppa bisa mengerti keadaan aku."...
..."Ahh oke oke,aku paham sekarang,tapi aku akan tetap selalu berada disisi kamu setiap kamu butuh tempat untuk bercerita,meskipun kamu tidak menganggap aku sebagai pacar atau teman kamu."...
..."Oppa,aku akan menganggap oppa sebagai teman,sahabat,pacar,kakak,ibu atau ayah aku,jadi oppa akan bebas untuk melakukan apa saja keinginan oppa,aku tidak akan melarang atau menahannya,karena kita tidak punya hubungan apa-apa..."...
..."Baiklah,aku lebih suka seperti itu,selama kamu tidak minta aku untuk jauhin kamu!"...
Mereka bercerita dan tersenyum lepas, sambil menikmati ramyeon juga kopi hangat yang sudah hampir habis didepan mereka masing-masing...
Lentera sudah terlihat baik-baik saja.
Tapi siapa yang tahu apa yang terjadi didalam hatinya.
...***...
..."Maaf ya readersku,karena waktu UPnya selalu berantakan..."...
..."Karena banyak tugas juga di dunia nyata..hehe..."...
..."Semoga kalian bisa terus mendukung novel ini ya..."...
...TERIMA KASIH BANYAK..."...
__ADS_1
...❤️❤️❤️...