
Sudah tiba dihari senin kedua dibulan Desember,hari ini adalah hari Ulangan semester pertama bagi seluruh siswa SMA internasional Anak Negeri,sekolah Lentera.
Seluruh siswa kelas sepuluh, tidak punya waktu bermain selama seminggu kedepan,jika ingin mendapat peringkat atas diawal semester tahun ini.
Begitupun Lentera dan Marsela,mereka jarang bertemu sejak ulangan pertama dimulai.,mereka sibuk belajar sendiri-sendiri,karena kata Tera jika belajar bersama,mereka hanya akan banyak bermain.
Gilang yang juga jarang terlihat karena sibuk belajar dengan teman-temannya,hari ini sudah berada disekolah pagi-pagi bahkan berangkat lebih dulu dari Tera.
...Mereka mengikuti Ulangan dengan semangat sampai hari terakhir....
...*...
Hari sabtu,hari terakhir untuk menyelesaikan ulangan,mereka terpaksa harus masuk diakhir pekan agar tidak melewati lagi masa libur yang hanya akan membuat mereka menghabiskan waktu, menurunkan semangat belajar mereka, dan akhirnya lupa belajar lagi.
Pukul dua belas siang,Ujian terakhir sudah usai,seluruh siswa menghambur keluar sambil berteriak lega.
Mereka tidak menyangka Ujian selalu berlangsung sulit.
Mereka belajar mati-matian tapi tetap saja tidak bisa menebak soal yang akan muncul saat ujian tiba.
Tera seperti biasa,selalu keluar kelas saat sudah sepi,karena tidak suka berebut jalan dengan anak-anak kelas lain maupun teman sekelasnya,Sela yang sudah mulai menghapal kebiasaan sahabatnya itu,mengetuk pintu kelasnya,mengajaknya cepat-cepat keluar dari sana.
..."Aah leganya,akhirnya selesai juga ujian kali ini,gimana ujian kamu?"tanya Sela pada Tera yang terlihat lelah....
..."Susah susah gampang kayak nebak isi kepala kamu,"jawabnya terkekeh....
..."Yeee,bisa aja lue."...
..."Kamu pulang dijemput bapak kamu nggak?"...
..."Kayaknya nggak,aku mau mampir belanja keperluan jualan ibu aku,jadi kayaknya aku mesan gojek aja,karena bapak aku juga masih nganter penumpang."...
..."Ohh gitu,nggak mau aku bantuin sekalian?"...
..."Nggak usah raa,kamu balik duluan aja,kalo pulang telat nanti kamu kena marah ibu kamu lagi."...
..."Yaa sudah,kamu hati-hati yaa,aku mau kehalte dulu," Tera meninggalkan Sela yang berdiri didepan pagar sekolah menunggu gojek yang dipesannya....
..."Iyaa Raa,kamu juga hati-hati",Sela melambaikan tangannya....
...*...
Sampai dirumah,Tera langsung menuju kamarnya,merebahkan dirinya diatas sofa dan tertidur disana karena merasa kepalanya pusing,dia berbaring hingga sore hari.
Ibunya sengaja membiarkan anaknya itu tertidur sepuasnya karena tahu bahwa Tera kelelahan setelah melewati masa ujian yang sulit.
Tera yang bahkan belum makan siang,tertidur dengan tidak nyaman karena perutnya terus berbunyi.
Dia terbangun setelah merasa sangat kelaparan,dan berjalan pelan menuju dapur dengan masih mengenakan seragam sekolahnya.
Sore terasa sepi disana,karena orang tua Gilang mungkin sedang bekerja diakhir pekan seperti ini.
Gilang mungkin sedang berjalan-jalan bersama temannya.
Tera duduk dimeja makan karena sudah tidak memiliki tenaga untuk membawa makanannya kekamarnya.
Ibunya mengambilkan makanan untuknya karena melihat anaknya itu sudah hampir tidak bisa berdiri.
__ADS_1
Tera duduk dengan lemas disana sambil menghabiskan makanannya.
Ketika akan berdiri,dia malah duduk terjatuh dilantai dan menjatuhkan piring kosong yang dipegangnya.
Ibunya segera menghambur kearahnya,menahan anaknya agar tidak jatuh terbaring disana.
Dirinya kebingungan sendiri,memegang kepala Tera yang ternyata sedang demam akibat kelelahan dan sering begadang.
Beruntung hari ini Gilang pulang cepat dan sampai dirumah lebih awal,Gilang segera menuju dapur karena merasa lapar setelah mampir bermain dengan temannya tadi.
Dia heran melihat tera duduk sambil bersandar pada ibunya,dan melihat pecahan piring yang berserakan disana.
Dengan cepat dia melangkahkan kakinya mendekat kearah ibu dan anak itu.
..."Nak Gilang,untung kamu sudah pulang nak,bude minta tolong bawa Tera kekamar,karena bude nggak kuat bawa dia," Ibu tera meminta tolong pada Gilang sambil menahan dirinya agar tidak menangis....
..."I---iya bude,bude hati-hati jangan sampai kena ini,"Gilang dengan gugup mengangkat tubuh tera yang sepertinya sudah tidak sadarkan diri....
..."Maafkan saya nak Gilang,sudah merepotkan seperti ini."...
..."Nggak apa bude,saya bawa Tera dulu kekamar,nanti saya telpon ibu saya untuk beli obat."...
Gilang terburu-buru membawa Tera kekamarnya.
Membaringkannya dikasurnya,dan segera keluar sambil berusaha menelpon ibunya.
Berkali-kali menelpon,tidak ada jawaban.
Sampai didapur,ibu Tera sudah selesai membereskan pecahan piring kotor yang tadi berserakan disana.
..."Bude,tolong bude liat Tera dulu,saya carikan obat,karena ibu nggak angkat telpon saya."...
Gilang mengangguk dan berlari kekamarnya,mencari obat-obatan yang sering disimpan ibunya didalam kamarnya.
Dia tidak menemukan obat demam disana,dia kembali kebawah dan mencari obat dikotak P3K.
Dia menemukan obat penurun demam yang tersisa dua pil,kemudian membawa obat tersebut kedalam kamar Tera.
Beruntung Tera sudah sadar karena ibunya mengompres kepalanya.
Gilang memberikan obat itu pada ibu Tera,kemudian kembali keluar dari sana,dia sempat melihat buku biru Lentera yang berada diatas meja belajar bersama buku-buku lain yang berserakan.
Sampai diruang keluarga,Gilang kembali menelpon ibunya.
Ibunya segera mengangkat telepon dan berkata bahwa tadi masih sedang bekerja,jadi tidak mengangkat telpon anaknya itu
..."Ada apa Gilang,maaf yaa tadi ibu masih kerja jadi nggak sempat ngangkat telpon kamu,kamu mau nitip makanan?"...
..."Nggak bu,aku mau titip obat demam sekalian beli vitamin kayak biasanya."...
..."Ada apa Gilang,kamu sakit,selesai ulangan begini,malah langsung sakit?"...
..."Bukan buat aku bu,buat Anak bude Nur,tadi dia pingsan,kayaknya lagi demam."...
..."Astaga yang bener Gilang?"...
..."Iya bu bener,tadi aku yang ngangkat dia masuk kamarnya,masa iya aku bohongin ibu."...
__ADS_1
..."Ya sudah,nanti ibu sama ayah mampir beli obatnya,kamu jaga mereka yaa."...
...Gilang memutuskan telponnya,kembali kekamar Tera....
..."Bude disini aja dulu,jagain Tera,saya sudah bilang sama ibu untuk beli obat." nggak usah masak dulu,nanti pasti ibu beli makanan,saya permisi kekamar saya dulu ya bude,mau ganti baju dulu,kalau ada apa-apa bisa manggil saya."...
..."Iya nak Gilang,terima kasih banyak."...
...Tera memandangi punggung Gilang yang berlalu dari kamarnya....
Gilang memang anak yang baik,tapi entah kenapa dia selalu saja menatap Tera dengan tajam,seakan Tera baru saja berbuat salah kepadanya,Tera sampai saat ini belum menyadari bahwa perhatian ibu Jullie kepadanya sudah seperti ibu dan anak.
...*...
Ibu Jullie masuk dengan terburu-buru setelah suaminya memarkirkan mobilnya dihalaman rumah,dan menjumpai Gilang yang baru saja turun dari kamarnya.
..."Gilang,Tera gimana?" kamu disuruh jagain Tera kok malah ada disini?...
..."Aku abis ganti baju bu,ini baru mau balik lagi kesana,tapi ibu sudah datang,aku naik lagi aja ya bu,ibu kekamarnya aja,ada bude Nur yang nemanin."Gilang merasa sedikit kesal karena ibunya langsung menanyakan Tera terlebih dulu,dan berbalik kembali kekamarnya....
..."Tera,kamu nggak apa-apa,sudah enakan,ibu tadi masih banyak kerjaan,jadi lambat pulang dan bawain obatnya." Ibu Jullie masuk kekamar Asisten rumah tangganya itu dan langsung bertanya pada Tera....
..."Udah enakan bu,tadi udah dikasih obat sama mas Gilang."...
..."Iyaa bu,maafkan saya sama Tera ya bu sudah bikin repot keluarga ibu,saya nggak tau kalau Tera akan sakit seperti ini."...
..."Ngga apa bu,kalian sudah seperti keluarga saya,jadi sudah sewajarnya saya memperhatikan kalian."...
..."Oh iya Tera,kamu jaga kesehatan kamu,belajar boleh,tapi jangan sampai begadang,kamu juga jangan terlalu memaksakan diri untuk tetap kerja kalau memang badan kamu nggak kuat,ibu malah jadi merasa bersalah kalau kalian malah sampai sakit begini."Ibu Jullie melanjutkan bicaranya....
..."Baik bu,maafin saya,sudah bikin repot."...
..."Ya sudah kamu istirahat aja,bu Nur juga,kalau lelah bisa istirahat dulu,besok kalian nggak usah kerjain apa-apa,karena besok juga hari Minggu,hari libur kalian,tapi kalian malah suka maksa kerja dihari libur."...
..."Iyaa bu,tapi Ibu Jullie juga bukannya suka bekerja dihari Minggu,ibu Nur malah mencandai ibu Jullie....
..."Bu Nur bisa aja,karena saya harus bantu bapak,jadi harus siap kerja kapan aja."...
..."Kita juga disini bantu ibu dan bapak,jadi kita juga harus tetap kerja,nggak adil rasanya kalau cuma ibu yang kerja sampai hari minggu,sementara kita yang numpang disini malah santai-santai." Jelas ibu Nur lagi....
..."Ya sudah,terserah kalian deh,mau kerja kapan aja,tapi kalo memang mau libur bilang aja,saya nggak akan maksa kalian tetap kerja." bisa kena pasal undang-undang nanti saya karena dikira nyiksa kalian."ibu Jullie sambil tertawa dan segera keluar dari sana,karena hari mulai Gelap....
Tera dan ibunya tersenyum melihat ibu Jullie yang sudah sangat baik kepada mereka.
...*...
Malam ini,Gilang duduk diruang baca sendirian.
Berusaha mencerna dan menerima semua yang terjadi belakangan ini pada dirinya,bagaimana pun juga,dia hanya remaja laki-laki tujuh belas tahun yang sedang bersemangat menikmati masa-masa indah didalam hidup,selalu berharap perhatian penuh dari orang tuanya,karena merasa dirinya berhak menerima itu semua mengingat dirinya adalah putra bungsu dirumah ini,tapi sudah enam bulan terakhir dia harus menerima kenyataan bahwa ibunya harus semakin sibuk bekerja,dan jika dirumah seringkali memperhatikan Tera dibandingkan dirinya.
Bahkan tadi sore,dirinya tidak mendapat pertanyaan sama sekali mengenai dirinya,membuatnya merasa sedikit marah kali ini,tapi dia akan menahannya hingga nanti saatnya dia memberontak.
Jadi seperti ini rasanya punya adik,pikirnya."Aku nggak suka".
...*...
Dia menatap buku-buku disana dengan kesal..membanting beberapa buku kelantai lalu kembali kekamarnya.
__ADS_1
Dikamarnya dia pun memikirkan hal yang sama seperti yang Tera pikirkan,bagaimana bisa semakin dia membenci gadis itu ,maka semakin sering pula mereka bertemu dan saling terhubung satu sama lain.
...*****...