
Waktu berlalu hingga kembali melewati satu tahun.
Hari ini merupakan hari kelulusan Gilang dari sekolah SMAnya.
Waktu benar-benar berlalu tanpa mereka sadari,usia mereka pun semakin bertambah,membuat mereka semakin menyadari apa yang tengah mereka hadapi saat ini.
...*...
Ucapan perpisahan yang diucapkan salah satu siswa kelas dua belas terdengar lantang dari ruangan aula sekolah.
Mewakili semua siswa yang hari itu tengah berbahagia karena sudah menyelesaikan masa putih abu-abu mereka.
Tampak Gilang yang memakai blazer kelulusannya dengan bangga,karena setahun belakangan dia sudah berhasil merebut kembali posisinya sebagai murid peringkat teratas dikelasnya.
Beberapa siswa pengurus OSIS juga berada disana,termasuk Lentera yang menjadi wakil ketua OSIS setahun belakangan,karena ditunjuk untuk menggantikan wakil ketua osis yang saat itu mengundurkan diri dari sekolah mereka.
Dia tampak akrab dengan ketua OSIS dari kelas lain,yang juga merupakan murid terkenal dikelasnya,Daniel dirgantara namanya,yang sepertinya diam-diam sering memperhatikan Tera sejak mereka menjabat sebagai Ketua dan Wakil OSiS.
Sela pasti tidak ketinggalan,sebagai salah satu murid pintar disekolahnya ,sejak baru saja menjadi murid SMA,dia sudah mencalonkan dirinya sebagai bendahara Osis,tapi tahun ini, dirinya justru harus menggantikan ketua Seksi,dan dirinya sedikit sibuk karena mengurus keperluan acara perpisahan hari ini.
Beberapa anggota lainnya juga berkumpul di Aula,mendengarkan pesan dan kesan kakak kelasnya yang mulai hari itu tidak akan menemani mereka lagi.
Lentera tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Gilang yang hari itu terlihat bersemangat dan sangat ceria daripada hari biasanya.
..."Kayaknya senang banget karena udah lulus,untung aja masih bisa ketemu dirumah,"bisik Tera pada dirinya sendiri....
..."Woyy,ngelamun aja lue,cepetan siap-siap,lue aja yang gantiin gue,perut gue mules banget nih dari tadi,gue udah bilang kok sama kepala sekolah kalau lue yang gantiin gue buat ngomong diatas sono."seru Daniel disampingnya sambil meringis memegangi perutnya....
..."Yang bener aja,aku kan nggak tau yang mau kamu omongin itu apa,"...
..."Ini gue udah catat,lue tinggal baca,terus tambain apa kek suka-suka lue deh."...
..."Oke,sana buruan ke toilet,"...
Daniel meninggalkan anggota OSIS lainnya menuju toilet,karena tadi terlalu banyak makan sambal saat acara akan dimulai.
Akhirnya tiba saatnya Ketua OSIS membalas pesan dan kesan kepada kakak kelasnya.
Yang saat itu sudah diwakilkan kepada Lentera.
Lentera berdiri menuju panggung yang tidak jauh dari tempatnya duduk sejak tadi,dirinya terlihat tidak tenang karena terus saja melihat kearah Gilang.
..."Woyy raa,fokus dong."seru Sela dibelakangnya....
Dirinya lalu mengalihkan pandangannya dari pemuda yang kini bertambah tinggi itu.
..."Selamat pagi semuanya."...
..."Saya mewakili ketua OSIS berdiri disini,untuk menyampaikan kesan kami sebagai adik kelas dan juga akan memberi selamat untuk kakak kelas kami yang hari ini akan meninggalkan sekolah............
..."...
..."...
..."...
..."...
..."...
..."...
..."...
..."...
..."...
"(Sekian dari kami,salam manis dari kami,adik kelas kalian.)" Selamat pagi."
Riuh tepuk tangan para siswa kelas dua belas itu saat Lentera menyelesaikan pesan dan kesannya.
Gilang yang menyadari Lentera semakin menjadi gadis yang cantik,sejak tadi juga menatap Tera yang berdiri dihadapannya itu.
Setahun belakangan,mereka memang kembali jarang berbicara dan bertemu karena Gilang sibuk belajar,juga Tera yang memang sengaja menghindar,agar bisa membuang jauh-jauh perasaannya.
__ADS_1
Membuat Gilang sedikit terlambat menyadari bahwa adiknya itu sudah menjadi gadis yang hampir sepenuhnya dewasa.
Lentera terlihat berbeda saat mengenakan blazer OSISnya yang berwarna biru muda.
...*...
Lentera berjalan menuju tempat duduknya,membiarkan guru-guru lain menyampaikan beberapa pesan kepada siswa yang akan segera melanjutkan pendidikan atau mungkin akan langsung bekerja.
...*...
Pukul sebelas siang,Semua siswa membubarkan diri dari Aula.
Selesai sudah tugas mereka hari ini.
Lentera menarik nafas lega sambil membereskan sisa kursi-kursi yang menjadi tempat duduk anggota OSIS tadi.
Sebagai pengurus OSIS,mereka dituntut untuk melakukan tugas mereka dengan baik,termasuk acara seperti ini,meski tadi beberapa siswa kelas dua belas,termasuk Gilang,dengan senang hati membantu mereka mengembalikan kursi-kursi dan meja kembali ketempatnya.
Daniel datang membawa beberapa botol air mineral untuk teman-temannya.
..."Udah nggak sakit perut?."tanya Tera padanya....
..."Masih sedikit,tadi sudah minum obat dari UKs,tapi masih sakit aja."...
..."Terus ngapain kamu kesini,"...
..."Nggak papa,ini mau bawain kalian air minum,kalian pasti capek ya,maafin gue yaa,nggak bisa bantu."...
..."Yaa abisan,lue bandel banget,sudah tau mau ada acara beginian,masih makani sambel sekilo."bendahara OSIS meledeknya....
..."Ya udah,ini kamu minum dulu,terus istirahat aja disitu,biar kita yang beresin ini,tinggal dikit kok." Tera membuka botolnya lalu menyodorkannya pada Daniel....
..."Ciee ciee,perhatian banget ya wakil ketua ini." Cerocos Sela,yang membuat Gilang melirik kearah Tera....
..."Husst,sembarangan aja kamu Sel,nanti orang lain bisa salah paham tauk."...
Yang lain malah menahan senyum mereka.
Membuat Lentera sedikit kesal,karena takut Gilang salah paham.
...*...
Pekerjaan mereka sudah selesai.
Gilang sudah meninggalkan mereka sejak tadi.
Tersisa Tera dkk disana,duduk kelelahan diantara tumpukan kursi.
Air minum mereka sudah habis.
Daniel akhirnya meminta mereka segera pulang,karena tugas mereka hari ini sudah selesai.
Tera masih duduk disana,Sela sudah mengajaknya pulang,tapi dirinya berdalih ingin duduk disana sebentar lagi,meski sebenarnya dia sedang berharap Gilang kembali kesana.
...*...
Hampir lima belas menit duduk disana,dia berdiri juga,karena hari yang semakin siang membuat perutnya kelaparan.
Baru saja melangkahkan kakinya satu langkah,Gilang benar-benar kembali.
Ingin rasanya dia berteriak menyambut anak laki-laki itu,tapi dia menahan diri karena saat ini sedang berada disekolah,lagipula dia sedang dalam misi menghindari Gilang.
Gilang sendiri kembali karena tadi bertemu Sela didepan pintu gerbang sekolah,dan bertanya kenapa Tera belum keluar.
Sela dengan bercanda mengatakan,mungkin Tera sedang galau karena pujaan hatinya sudah lulus sekolah.
Gilang berlari kedalam pagar lalu menuju gedung Aula.
Benar saja,sesampainya disana dirinya langsung bersitatap dengan mata sendu Lentera.
Meski berada dirumah dan sekolah yang sama,tapi jelas sekali saat ini mereka terlihat saling merindukan satu sama lain,seperti dua orang yang tidak pernah bertemu.
Gilang melangkah mendekati Tera.
Melihat Tera yang diam saja,dirinya menjadi bersemangat karena tidak perlu mengejar gadis itu kemana-mana.
__ADS_1
..."Tumben lo nggak kabur."...
..."Udah capek,kaki aku pegel gara-gara lari terus tiap ketemu mas Gilang."...
..."Lagian nggak ada yang suruh lo lari kan."...
..."Nggak ada sih,cuma kalau aku nggak lari,nanti aku suka sama mas Gilang gimana?"...
..."Yaa bagus dong,kalau lo suka,berarti nggak harus lari-larian kan,lo tinggal jalan terus disamping atau dibelakang gue,nggak perlu kabur terus kayak ngeliat setan kalo ketemu gue."...
..."Heemph."...
..."Hemph apa?"...
..."Nggak,aku mau pulang."...
..."Gue juga."...
..."Btw,selamat ya mas Gilang sudah lulus."...
..."Oke,terima kasih,tapi hari ini pulang sama gue yaa,"...
..."Emang kemarin-kemarin aku sama siapa lagi,meskipun nggak duduk sebangku didalam bus,tapi aku udah bosan liat mas Gilang selalu duduk dibangku depan aku."...
..."Berarti tiap hari lo merhatiin gue kan."...
..."Yaa nggak lah,kan mas Gilang duduk depan aku,jadi otomatis aku liat dong,masa iya aku harus tutup mata tiap pulang pergi sekolah,makanya mas Gilang dulu jangan bandel,sampai sekarang nggak dikasih motor kan sama Bapak,jadinya aku malah satu bis terus sama mas Gilang....
..."Tapi senang kan lo."...
..."Idih apaan sih bang."...
Mereka sampai didepan pagar sekolah.
Bus sekolah mungkin sudah pergi sejak tadi.
Jadi Gilang memutuskan memesan taksi meski Tera dengan kepala menolak pulang bersama.
..."Udah nurut aja kenapa sih,lagian ini terakhir kalinya nih lo balik bareng gue."...
..."Loh kok gitu,"...
..."Yaa iya lah,lo lupa hari ini gue lulus sekolah,artinya gue nggak bakal masuk kesekolah ini lagi mbak,"...
..."Oh iya yaa,tapi kan mas Gilang bisa jemputin aku nanti,heheh."...
..."Nggak usah ngarep,gue pasti bakal sibuk kuliah."...
..."Ya udah deh,aku punya teman cowok banyak kok sekarang,jadi aman,heheh."...
..."Maksud lo."...
..."Yaa aman aja,mau minta anterin siapa aja bisa,mau minta temanin siapa aja juga bisa."...
..."Terserah lo deh,tapi gue nggak yakin ada cowok yang mau sama lo."...
..."Kenapa gitu,mas Gilang sok tau aja,ketua OSIS yang ganteng itu aja kayaknya suka sama aku."...
..."Awas aja lo sampe ketahuan pacaran selama masih sekolah,gue laporin ibu lo,sama ibu gue baru kapok."...
..."Huh,padahal mas Gilang sendiri juga pacaran kan."...
..."Tau darimana lo,nggak ada itu,gue nggak pernah punya pacar."...
..."Terserah."...
Belum selesai beradu mulut,taksi yang dipesan Gilang muncul didepan mereka.
Mereka duduk dibelakang berdua,membuat mereka merasa canggung dan gerah sendiri.
Lentera menggeser tubuhnya kesamping,mendekatkan wajahnya ke jendela kiri,begitupun Gilang yang menggeser tubuhnya ke kanan agar tidak duduk terlalu berdekatan dengan adiknya itu.
Supir taksi senyum-senyum melihat tingkah mereka.
...***...
__ADS_1