Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)

Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)
47.Mulai Kuliah Bahasa


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu di Negeri Orang..


Lentera akhirnya mulai masuk kampus untuk sekolah bahasa.


Bersama keempat teman-temannya yang juga sama sepertinya.


Dia baru saja melewati sebulan dan tetap saling menelpon dengan ibunya,maupun Gilang.


Meski dia selalu terlihat ceria bersama teman-temannya,tapi diam-diam dia selalu menangis di dapur asrama yang berada diluar kamar mereka.


jika saja dia memiliki kemampuan yang lebih,tentu dia lebih memilih tinggal sendiri agar bisa menangis dengan bebas ditempat tidurnya.


Tapi untuk saat ini,dia memilih bertahan sampai dia bisa mendapatkan pekerjaan paruh waktu.


Hari pertama sekolah,di hari senin yang sudah sedikit lebih cerah meski cuaca masih terasa dingin,membuat mereka masih harus mengenakan baju yang lebih tebal.


Tidak lupa Tera memakai syal merah pemberian Gilang.


Meski sudah sebulan berlalu,tapi Tera masih belum pernah mencucinya,karena memang dia jarang memakainya.


Juga karena aroma parfum Gilang yang masih terasa setiap kali Tera menyentuh syal itu,membuatnya enggan untuk mencucinya.


...*...


Mereka berjalan kaki sampai di ruangan khusus belajar bahasa.


Disana berkumpul mahasiswa dari berbagai Negara.


Berbicara dengan bahasanya masing-masing membuat kepala Tera sedikit pening.


Dia menggoyang-goyangkan kepalanya sambil menunggu guru mereka datang.


Sepuluh menit kemudian,guru mereka yang merupakan warga lokal menyapa mereka menggunakan bahasanya.


Tera dan teman-temannya yang sudah sedikit banyak memahami,menjawab dengan bahasa yang sama.


Mereka memulai pelajaran selama satu jam,dan melanjutkan sesi kedua setelah jam istirahat.


Tera membeli minuman di lantai satu saat jam istirahat.


Karena kelas mereka berada dilantai dua.


Lagi-lagi dilantai dua,pikir Tera,yang hari ini menyadari kelasnya berada dilantai dua sama persis saat dia les bahasa asing di Kota Gilang beberapa bulan lalu.


Tera duduk sendirian di kursi didepan toko tempatnya membeli minuman tadi.


Teman-temannya berbelanja entah kemana.


Dan anehnya Tera malah menyukai kesendiriannya,karena saat bersama teman-temannya dia harus selalu berpura-pura tegar.


Dan itu membuatnya bertekad untuk keluar dari asrama saat dirinya sudah menyelesaikan satu tahun pertamanya.

__ADS_1


Karena duduk diluar saat cuaca sedang dingin,dia malah membayangkan jika Gilang berasa didekatnya.


Lalu membayangkan masakan ibunya,dan mengingat tempat tidur hangatnya di rumah Gilang.


Dia ingin menangis lagi,tapi karena banyak orang yang berlalu lalang,dia menahan air matanya sambil menatap langit yang cerah.


Lampu jalan di depan toko itu membuatnya mengenang kebiasaannya yang sering mematung memandangi lampu jalan di gang rumah Gilang.


..."Argh,kenapa ada mas Gilang terus sih yang ngikutin otakku kemana-mana..." Batinnya disana....


Semua kebiasaannya selalu membuat Gilang muncul didalam pikirannya.


Lalu dia akan kembali merasa rendah diri ketika terus mengingat orang yang disukainya itu.


...Dia terus membayangkan,bagaimana jika hanya dia yang terus mengingat Gilang,sementara anak itu justru bersenang-senang dengan teman-temannya disana....


Baru saja sebulan,Tera sudah merasa selalu dihantui rasa bersalah karena sudah mengungkapkan perasaannya lebih awal,jika dia ingin mengakhirinya nanti,dia harus menjelaskan mulai darimana.


Dia mengacak rambutnya,lalu kembali merapikan sebelum kembali ke kelasnya lagi.


...*...


Waktu sudah menunjukkan pukul dua siang.


Sesi belajar kedua sudah selesai,dan waktunya mereka kembali pulang ke asrama.


Tapi Kimi dan teman-temannya yang merasa bosan hampir satu bula berada didalam asrama,mengajak Tera untuk berkeliling dulu sebelum kembali.


Bagus bagi mereka karena lebih cepat mengurus kartu untuk naik bus,sehingga tidak perlu ambil pusing akan naik kendaraan apa saat akan berjalan-jalan seperti ini.


Seperti biasa,Tera selalu duduk didekat jendela saat naik bus,apalagi dirinya sudah tiba disini,dan dia harus menikmati suasananya.


Sejenak dia mengabaikan suara teman-teman sekamarnya yang sibuk mengoceh tentang keindahan Negeri tempat mereka berkuliah.


Mereka bisa dengan mudah mengeluarkan segala pendapat dan uneg-uneg mereka ketika bersama-sama,tapi lain dengan Tera,dia lebih suka larut dalam pikirannya sendiri,berbicara dengan dirinya sendiri,memikirkan segalanya sendirian meski selalu terasa sesak didadanya.


Seandainya saja waktu bisa dia putar kembali,dia memilih untuk tidak berada dikamar asrama bersama teman-teman barunya itu.


Dia juga akan memilih menghindar jika diajak beramai-ramai seperti ini,tapi dia takut jika terus beralasan,teman-temannya akan menganggap dia orang yang sombong.


...*...


Tiga puluh menit perjalanan,mereka sampai disebuah pusat belanja yang terlihat sangat mewah dan besar,membuat mereka ragu-ragu untuk masuk kedalam.


Kimi yang terlihat seperti pemimpin geng,mengajak mereka masuk,meski hanya sekedar berjalan-jalan tapi sudah cukup untuk mengusir rasa penat mereka.


..."Raa,kamu kenapa dari tadi diam aja?" Tanya Kimi....


..."Eh nggak papa kim,aku lagi kepikiran ibu aku aja di indo,hehe."...


..."Masa tiap hari diam begitu cuma mikirin ibu kamu Ra,kita juga masih pada punya ibu kok,tapi nggak murung-murung banget kayak kamu." Sahut Hani...

__ADS_1


..."Jangan-jangan kamu ninggalin pacar kamu ya?" seloroh Kimi....


..."Ehh nggak,nggak ada kok,aku beneran cuma kepikiran ibu aku aja,soalnya aku belum pernah pisah sama ibu aku..."...


..."Hehe iya deh iya,kita percaya,tapi jangan sering-sering kayak gitu deh,takut aja tiba-tiba kamu kesambet,di sini susah kali ya nyari mbah-mbah buat ngusir roh jahat." Lanjut Amel....


..."Hehe iya...maaf ya..."...


..."Hemp,sekarang kita ngapain nih bagusnya?" kata Kimi....


..."Kalo belanja nggak mungkin kan,hehe" Jawab Hani...


..."Kita muter-muter doang juga bakal haus ntar..." Lanjut Kimi lagi....


..."Kita duduk disana aja dulu,sambil beli minum." Ajak Tera....


..."Oke deh..."...


Mereka akhirnya memilih duduk disalah satu stand cafe disana dan memesan empat gelas minuman yang berbeda rasa.


Tera memesan rasa mochacino karena merindukan keisengan Gilang saat memesan kopi yang tidak disukai Tera.


..."Kamu suka Kopi Ra?" Tanya Amel....


..."Nggak juga Mel,tapi aku lagi berusaha untuk bisa minum kopi sampai habis,hehe."...


..."Ya ampun Ra,kamu ini ada-ada saja,oh ya apalagi yang nggak kamu suka?"...


..."Selain kopi aku suka semua..heheh"...


..."Sama kita juga suka kan,hemph?" Cecar Kimi....


..."Hehehe,suka kok.."...


..."Makanya kalau suka,sekali-sekali cerita dong soal kehidupan kamu,kayaknya cuma kamu aja deh yang sampai sekarang masih nggak mau cerita asal usul kamu." Kata Kimi lagi....


..."Emh...nanti ya,aku pasti cerita kalau sudah siap dan kalian siap dengarin aku..."...


"Ya elah Ra,kalau kita nggak mau dengarin ya nggak mungkin minta kamu buat cerita dong..."


..."Ehehee iya yaa,maaf deh kalau gitu..."...


..."Iya Ra.."...


Beberapa menit kemudian,minuman pesanan mereka sudah siap.


Dan mereka meninggalkan bangkunya masing-masing lalu berkeliling disana.


...❤️❤️❤️...


..."Maaf yaa kalau sering lambat Up"...

__ADS_1


..."Maaf juga kalau ceritanya membosankan..."...


__ADS_2