
Tidak jauh berbeda dengan Lentera.
Gilang yang sudah larut dalam kesedihan selama berbulan-bulan dan berhasil membuat berat badannya turun drastis,akhir tahun ini pun memutuskan untuk memulai kehidupan yang tanpa ada Tera didalamnya.
Jihan yang sudah tahu bahwa Gilang sedang bersedih setelah putus dari pacarnya,tidak pernah putus asa dan masih terus berusaha mendekati Gilang.
Meskipun Gilang selalu mengingat pesan ibunya,bahwa Tera akan langsung menemuinya setelah kembali nanti,tapi karena Tera juga meminta dirinya untuk menikmati masa mudanya,membuatnya menjadi sedikit lebih nakal.
Dirinya menerima beberapa mahasiswi cantik sekaligus dalam waktu yang bersamaan.
Jihan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakukan sahabat yang sangat disukainya itu.
Untuk sementara waktu Jihan hanya bisa mengalah dari gadis-gadis muda itu.
Dan membiarkan Gilang menikmati waktu kebebasannya terlebih dulu.
Gilang juga seakan terus saja memberi harapan pada Jihan.
Dirinya masih saja terus mengantar gadis cantik nan seksi itu setiap hari sepulangnya dari kampus,juga sering mentraktirnya makan saat mereka beristirahat untuk makan siang di kampus mereka.
Semuanya terasa aneh bagi Gilang,tapi dia berusaha tetap menikmatinya.
Disukai banyak gadis-gadis cantik,tidak buruk juga,pikirnya.
Apalagi Tera sendiri yang memintanya untuk melakukan hal seperti itu.
Meski para gadis itu tahu bahwa Gilang hanya iseng-iseng,tapi mereka juga menyukai kejadian langka seperti menggandeng atau bergelayut manja dipundak Gilang.
Kapan lagi bisa jalan bareng cowok ganteng yang terkenal dikampusnya.
Bukan saja terkenal karena punya wajah ganteng,tapi orang-orang kini mengenal Gilang yang sedang mengambil jurusan kedokteran itu,kini menjadi playboy yang aneh.
Membuat banyak mahasiswa lain yang iri padanya.
Bagaimana tidak,bahkan gadis-gadis incaran mereka saja berbalik arah dan kini mengejar-ngejar Gilang.
Gilang bukannya tidak risih setiap kali namanya dipanggil oleh para gadis di kampusnya,tapi demi membuktikan bahwa dia bisa menjadi seperti yang Tera mau,dia harus berpura-pura menjalani semuanya.
Meskipun di Negeri seberang sana ,Tera bahkan tidak bisa melihat ataupun mengetahui sikapnya itu.
Hari demi hari mereka lalui bersama orang-orang yang baru.
Sampai Tera dan Seo Jun semakin dekat.
Gilang dan Jihan juga semakin akrab saja.
Hingga sampailah Lentera di tahun keempat.
Kini dirinya sudah benar-benar membaik.
Gilang,sang cinta pertama tidak lagi selalu hadir di dalam kepalanya.
__ADS_1
Pun dengan Gilang,Jihan kini menjadi satu-satunya perempuan yang tertinggal dan selalu berada disisinya.
Para gadis lain akhirnya menyerah karena melihat Gilang dan Jihan seolah tidak terpisahkan.
Jihan tertawa atas kemenangannya.
Kini Jihan benar-benar harus memberikan cintanya untuk Gilang.
Bulan Juni ditahun keempat Tera meninggalkannya.
Gilang akhirnya menerima Cinta dari Jihan.
..."Lang,gue suka sama loe dari kita masih SMA,masa loe tega biarin gue kayak gini terus..."...
..."Jadi mau loe apa Ji?"...
..."Gue mau kita jadian sekarang,gue capek ngejar loe terus,gue hampir nyerah,tapi sejak gue tau loe putus sama pacar loe,akhirnya sekarang gue mutusin buat nembak loe,sebelum gue keduluan orang lain lagi."...
..."Tapi Ji..."...
..."Gue nggak mau tapi-tapian Lang..."...
..."Gue cuma mau cinta dari loe,gue juga mau rasain gimana rasanya dipeluk sama loe,gue juga penasaran rasanya dirangkul atau digandeng sama loe..."...
..."Tapi Ji,gue masih belum bisa nerima orang lain dengan tulus."...
..."Gue nggak peduli Lang,loe mau nerima gue sekarang aja,gue udah senang banget,please Lang,jangan bikin gue malu karena loe nolak gue,loe bisa bayangin nggak,gimana rasanya jadi gue, yang suka sama loe dari lama,dan sering ganti pacar cuma karena mau cari cowok yang mirip kayak loe,tapi gue belum pernah nemuin yang bener-bener sikapnya persis kayak loe Lang..."...
Gilang tidak tega menatap Jihan yang sepertinya bersungguh-sungguh menyukai dirinya.
Jihan hampir saja menangis karena malu.
Gilang benar-benar tidak tega menatap wajah perempuan yang akan menangis.
Dengan sedikit terpaksa,dia maju dua langkah kehadapan Jihan,lalu memeluk Jihan yang akhirnya menangis dipelukannya.
..."Gue nerima loe,tapi aku minta maaf kalau nggak bisa bahagian loe,dan belum bisa jadi orang yang baik buat loe."...
Jihan mengangguk pelan.
Gilang lalu melepas pelukannya,dan menghapus air mata Jihan.
Gilang bukannya tidak pernah menyadari bahwa Jihan gadis yang cantik,hanya saja Gilang malah jatuh cinta pada Tera yang baru dia temui dirumahnya saat itu.
Membuatnya lupa pada Jihan yang sudah bersamanya sebelum Tera datang.
Kini,Gilang harus menerima Jihan,sebagai permintaan maafnya karena sudah mengabaikan perasaan Jihan selama bertahun-tahun.
Jihan merupakan gadis cantik yang berkelas,sejak masih kecil,hidupnya sama seperti Gilang,bergelimang harta tapi haus kasih sayang.
Bahkan bisa dibilang,kecantikan yang dia miliki melebihi wajah cantik Tera,dia juga berpenampilan sedikit lebih terbuka,meski masih dibatas wajar.
__ADS_1
Karena kurangnya perhatian yang didapat dari keluarganya,dia menjadi terobsesi pada Gilang yang meski keras kepala tapi sangat peduli pada perempuan.
Kini dia sudah menjadi kekasih baru Gilang.
Dia tidak pernah menyadari bahwa yang dia rasakan bukanlah cinta yang sesungguhnya,tapi hanya rasa ingin memiliki yang tinggi.
Gilang berusaha tersenyum menatap wajah Jihan.
Wajah cantik itu benar-benar kesepian,tatapan matanya seolah menunjukkan hatinya yang kosong dan butuh cinta yang lebih.
Jika saja gadis itu adalah Tera,pasti Gilang sudah tidak bisa menahan diri untuk menciumnya.
Gilang dengan cepat menggelengkan kepalanya karena tiba-tiba teringat pada Tera.
Jihan yang merasa bahagia,tidak menyadari perubahan wajah Gilang,dan menarik tangan Gilang untuk pergi dari sana.
Mereka berjalan bersama menyusuri lorong kampus yang sudah sepi.
Mereka terlalu lama berada disana,sehingga melewatkan kelas terakhir mereka.
Gilang merasa kesal.
..."Maafin gue ya Lang,gara-gara gue loe malah ketinggalan kelas terakhir loe..."...
..."Udah nggak papa Ji,besok tinggal minta tugasnya sama teman gue."...
..."Loe nggak marah kan Lang?"...
..."Nggak Ji..."...
..."Kita kemana sekarang?"...
..."Kita balik aja Ji,gue banyak tugas yang belum selesai."...
..."Antarin gue balik ya."...
..."Iya Ji..."...
Mereka sampai diparkiran,Gilang membawa mobil Ibunya,karena kini Ibunya sudah tidak membantu ayahnya dikantor,jadi sesekali dia meminjam mobil yang masih terlihat terawat itu.
Jihan merasa senang,karena Gilang sudah mau membawa mobil ke kampus,jadi dia tidak perlu sering-sering naik motor yang akan membuat kulitnya rusak.
Gilang melajukan mobilnya keluar dari parkiran kampus,dan mengantar Jihan terlebih dulu.
..."Halo haloooo readersku..."...
..."Semoga masih semangat baca ceritaku ya..."...
..."Bantu doanya agar bisa segera kontrak..."...
..."Jika berhasil kontrak,akan ada Give Away pulsa untuk satu orang terpilih..."...
..."Terima kasih dukungannya"...
__ADS_1
...❤️❤️❤️...