Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)

Married With My First Love(Kisah Perjalanan Cinta Lentera Dan Gemilang)
35.Membaca buku Lentera


__ADS_3

Sabtu pagi,Gilang tidak kekampusnya.


Dia tidak kemana-mana,dan terus mengurung diri hingga siang hari.


Dia bahkan melewatkan sarapannya.


Kemarin karena kesal pada Lentera,dia bahkan tidak ingin melihat gadis itu hari ini,meski banyak hal yang ingin dia tanyakan.


..."Tera,ibu bisa minta tolong antarkan makanan kekamar Gilang,dari pagi ibu belum lihat dia turun sarapan." Ibu Jullie yang hari itu tidak berangkat bekerja,menunggu Gilang turun,tapi hingga waktu makan siang dia tidak juga muncul,membuat ibunya harus meminta Tera membawakan makanan untuknya....


..."Iya bu bisa,sebentar saya siapkan dulu."...


Tera sibuk menyiapkan makan siang untuk majikan termudanya yang sedang mengurung diri diatas sana.


Nampannya sudah berisi nasi dan beberapa lauk,juga tidak lupa Tera membawakan buah yang sudah terlebih dulu dia potong.


Meski takut melihat Gilang yang sepertinya masih marah itu,Tera tetap melangkah naik menuju kamar Gilang,atas permintaan ibu Jullie.


...Tok tok tok.....


Tera mengetuk pintu dengan susah payah karena memegang nampan yang lumayan berat.


..."Masuk aja nggak dikunci."...


Tera akhirnya menurut saja,dia membuka pintu kamar Gilang.


Gilang masih berada dibawah selimut.


..."Kenapa bude,baju kotornya sudah saya bawa turun tadi malam."...


Gilang bahkan tidak membuka selimutnya dan mengira Tera adalah bu Nur yang akan mengambil pakaian kotornya.


..."Mas Gilang ngapain sih,kayak anak kecil aja,aku capek tau naik kesini bawa makanan sebanyak ini,lagian meskipun aku pembantunya mas Gilang,tapi soal bawa makanan kesini itu bukan kerjaan aku,karena tempat makan itu dibawah sana."...


Lentera mengomel lagi.


Gilang langsung terduduk sambil melepas selimutnya.


..."Kamu ngapain kesini."...


..."Kalau bukan ibu mas yang suruh aku bawa makanan itu kesini,aku juga nggak mau kesini,mana yang dibawakan makanan resek begini lagi."...


..."Kamu bilang apa barusan?"...


Gilang mengedip-ngedipkan matanya karena masih belum sepenuhnya sadar dari tidurnya.


..."Mas Gilang resek,nyebelin,nggak jelas,kayak anak kecil,pemarahan,aneh,kenapa?,mas Gilang mau marah,silakan,aku nggak takut."...


Gilang lagi-lagi dibuat heran oleh tingkah gadis ini,meski terlihat sangat irit bicara,tapi sekalinya mengoceh,dia seolah tidak ingin berhenti.


..."Sudah selesai."...

__ADS_1


..."Belum,kalau selesai makan,bawa turun sendiri bekas makannya." Suara Tera mulai mengecil sendiri....


Dia lalu keluar meninggalkan Gilang yang masih kebingungan.


...*...


Lentera,entah apa yang dipikirkannya sampai banyak bicara seperti itu pada majikannya.


Jika saja itu bukan Gilang,mungkin hari ini juga dia sudah diminta keluar dari sini.


Lentera merutuki dirinya sendiri,sambil membereskan sisa pekerjaan ibunya didapur.


...*...


Sudah pukul dua siang,Lentera yang juga sedang libur dari lesnya itu,memutuskan belajar diruang baca.


Sebelum naik keatas,dia bertemu ibu Jullie diruang keluarga yang sedang mengobrol bersama ibunya.


..."Emh bu,mas Gilang sudah pergi atau masih diatas ya."...


..."Kayaknya sih masih diatas,memangnya kenapa Tera?"...


..."Enggak bu,saya mau izin keruang baca,tapi takut kalau masih ada mas Gilang diatas,nanti saya malah ganggu dia."...


..."Loh kenapa,kan kalian bisa belajar sama-sama kalau memang dia masih ada diatas."...


..."Maaf bu,itu saya yang minta Tera untuk tidak naik kalau nak Gilang masih ada diatas,takut kalau anak saya ini malah ganggu anak ibu yang lagi belajar."...


..."Ehh iya bu,maaf."...


..."Udah Tera,naik sana,kalau masih ada mas Gilangnya,suruh diam aja kalau misalnya dia berisik."...


..."Hehe iya bu,kalau gitu saya naik dulu ya bu."...


..."Iya Tera."sahut kedua ibu itu bersamaan....


Lentera masuk kedalam ruang baca,dia aman,karena Gilang mungkin masih bertapa dikamarnya.


Dia membawa tas ransel yang juga berisi buku Birunya.


Tanpa sadar dia mengeluarkan buku rahasianya bersama buku-buku lain yang dipinjamnya dari ruang baca.


Dia kemudian mengabaikan buku itu berserakan dimeja belajar,dan memutuskan mencatat apa yang dia perlukan,dia memang selalu menerjemahkan kembali bahasa Asing lain yang sudah dia pelajari,karena bahasa Asing itu hanya diterjemahkan kedalam bahasa Inggris,dia ingin tetap bisa mencatat artinya kedalam bahasa Indonesia meski dia sudah tau hanya dengan membacanya dalam bahasa Inggris,supaya lebih keliatan tetap cinta Indonesia katanya.


Baru saja mencatat satu lembar,ibunya tiba-tiba muncul disana dan memintanya segera membeli sabun cuci yang ternyata sudah habis,sementara ibunya harus segera mencuci pakaian kotor yang sudah mulai menumpuk.


..."Maaf ya nak,ibu malah ganggu kamu belajar,ibu lupa kalau sabun cuci ternyata habis."...


..."Nggak kok bu,cuma lagi catat ulang yang perlu-perlu aja."...


..."Ya sudah,ibu minta tolong sebentar ya nak,tadi ibu lagi ngisi air kedalam mesin cuci,jadi tidak bisa keluar....

__ADS_1


..."Iya bu."...


Lentera mengekori ibunya turun kebawa,lalu keluar untuk membeli sabun disupermarket didepan sana,sekaligus membeli keperluan lain yang juga hampir habis.


Ibu Jullie memang selalu mempercayakan orang yang bekerja dirumahnya untuk membeli keperluan dapur yang habis,karena dirinya yang jarang berada dirumah.


Lentera kembali kerumah dan membantu ibunya mencuci.


..."Tera,kok kamu malah bantu ibu disini,pelajaran kamu gimana?"...


..."Nggak apa-apa bu,nggak penting banget kok,nanti kalau selesai bisa dilanjut lagi."...


Dia benar-benar lupa pada buku Birunya.


Diatas sana,Gilang yang bersiap membawa turun bekas makan siangnya,melihat ruang baca yang tidak tertutup.


Dia penasaran apakah Tera ada didalam,sambil memegang nampan yang sudah tidak berisi makanan,dia masuk pelan-pelan kedalam.


Tidak ada orang,hanya buku-buku yang berserakan,dan catatan Lentera yang masih terbuka disana.


Pandangan Gilang tertuju pada buku bersampul biru yang terselip diantara buku cerita dan buku pelajaran dari ruang baca.


Karena penasaran,dia membuka buku diary yang sudah tampak usang karena berkali-kali dibuka,dan jelas sekali buku itu milik Lentera,namanya terpampang dengan huruf Kapital dibagian dalam halaman pertamanya.


Gilang membuka satu demi satu lembar,hingga sampai pada tulisan paling terakhir.


Tulisan didalam sana banyak sekali menyebut getirnya kehidupan gadis itu.


Gilang juga menyadari sesuatu yang aneh didalam sana,meski tidak pernah ada tulisan yang menyebut namanya,tapi entah bagaimana dia seperti melihat namanya di setiap halaman buku milik gadis yang kini sudah merebut hatinya.


Tulisan yang paling terakhir adalah tulisan yang menjelaskan secara gamblang perasaan Tera pada dirinya.


Tera menyukainya sejak pertama kali datang kerumahnya,dia nampak tersenyum senang,karena cinta pertamanya tidak bertepuk sebelah tangan.


Akhirnya dia juga menyadari bahwa rasa rendah diri Tera yang membuatnya takut menerima cinta dari siapapun,termasuk dirinya yang selalu di sebut majikan oleh Tera.


Gilang bahkan terlalu terlambat menyadari perbedaan mereka,karena tidak terpikir bahwa cinta harus terpisah oleh sesuatu yang tidak masuk akal seperti yang dipikirkan Tera,hal yang paling masuk akal menurut Gilang saat ini hanya tentang jarak yang nantinya akan memisahkan mereka.


Meski mereka saling jujur akan perasaan mereka masing-masing,toh nanti juga salah satunya akan pergi jauh entah berapa lama.


Tapi bukan berarti dia juga harus egois dengan memaksakan apapun yang ingin dia lakukan,termasuk mencoba memiliki Lentera dengan benar.


Dia membawa buku Lentera masuk kekamarnya,karena belum selesai membaca dengan benar semua isinya,dan belum percaya dengan apa yang ditulis Tera didalam sana.


Gilang benar-benar tidak bisa memahami jalan pikiran gadis itu bahkan menjelang keberangkatannya keluar Negeri.


Dirinya bahkan melupakan nampan yang berisi piring kotor,dan malah mengunci pintu kamarnya,duduk ditepi kasurnya lalu kembali membaca buku Biru milik Lentera.


Dia merasa bersalah,tapi karena penasaran dia menjadi tidak peduli jika Tera kembali lalu mencari bukunya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2