
Pagi ini,Tera tiba didepan kampusnya.
Dia berharap agar tidak bertemu dengan Seo Jun.
Dia melangkah dengan setengah berlari masuk kedalam kampusnya.
Tapi malah bertemu dengan Seo Jun yang sudah menunggunya di depan pintu masuk.
..."Halo Tela..."...
..."Maaf sunbae,nama saya Tera bukan Tela..."...
..."Hehe maaf,saya susah menyebut nama kamu."...
..."Ada apa ya?"...
..."Kamu membaca pesan saya semalam?"...
..."Iya..."...
..."Kenapa tidak membalas?"...
..."Tadi malam saya sudah mau tidur."...
..."Oh iya,maaf kalau saya mengganggu kamu."...
..."Tidak apa-apa sunbae."...
..."Bagaimana jawaban kamu?"...
..."Sebelumnya saya minta maaf,karena sepertinya saya harus menolak..."...
..."Alasannya?"...
..."Karena saya baru mengenal anda,juga karena saya sudah punya pacar di Indonesia,semoga anda memahami saya."...
..."Oh seperti itu,tidak apa-apa,saya akan jadi teman kamu saja."...
..."Tapi sunbae..."...
..."Maaf kalau saya berlebihan,tapi saya ingin mengenal kamu lebih dekat."...
..."Jangan bercanda sunbae,saya tahu modus laki-laki sekarang,pura-pura suka sama perempuan lalu mempermainkan kami sesuka hati."...
..."Tapi saya tidak bercanda."...
..."Sunbae...Sorry, but I don't believe it."...
..."Why?"...
..."Karena semuanya terlalu cepat untuk saya."...
..."Kalau begitu izinkan saya untuk jadi teman kamu?"...
..."Ok...but,jangan ganggu saya setiap hari seperti ini,karena orang-orang akan membenci saya."...
..."Baik Tera."...
Tera yang masih terbata-bata mengucapkan kalimat panjang menggunakan bahasa lokal,membuatnya harus selalu mencampurnya dengan Bahasa Inggris.
Bukannya belum lancar,hanya saja dia lebih sering mengucapkan bahasa formal dengan dosen dan manajer cafenya.
Jarang sekali dia mengobrol dengan teman kampusnya,karena kebanyakan dari mereka yang tidak menyukai mahasiswa asing seperti Tera,meski tidak jarang, ada pula yang sering meminta bantuan Tera untuk mengerjakan tugas bahasa asing.
Beruntung Seo Jun yang merupakan mahasiswa tingkat akhir,sedang giat-giatnya belajar bahasa Inggris mampu mengimbangi ucapan Tera yang selalu bercampur aduk.
Tera pamit masuk ke ruangannya,menggaruk kepala kini menjadi kebiasaannya saat stres.
__ADS_1
Masih pagi,tapi rambutnya sudah acak-acak tidak karuan.
Tugas kuliah yang tidak ada habisnya sudah membuatnya hampir botak,kenapa pula ditambah dengan orang-orang yang mengganggunya.
Dia duduk dibangku miliknya,menatap keluar jendela.
Meratapi hidupnya yang semakin sulit,tanpa orang-orang yang menyayangi didekatnya.
Meski menjadi mahasiswa dengan full beasiswa,tapi dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri,bahwa disini fashion merupakan hal yang penting.
Sehingga dia butuh uang tambahan untuk membeli pakaian yang sesuai dengan trend mahasiswa yang lain.
Meski bukan barang-barang branded,tapi setidaknya Tera bersyukur bisa membeli barang-barang lokal dengan harga yang pas dan sesuai dengan penghasilannya.
Dia tidak ingin menjadi bulan-bulanan mahasiswa lain yang selalu sibuk membicarakan fashion dan trend terbaru.
...*...
Sore hari,sepulangnya dari kampus.
Seo Jun lagi-lagi menunggunya di halaman depan.
Jika saja ada jalan lain,pasti Tera sudah kabur dari sana.
Dia memang menerima Seo Jun sebagai temannya,tapi tidak dengan cara seperti ini.
Seo Jun segera menyapanya saat Tera masih berada jauh didepannya.
..."Halo teman."...
..."Halo sunbae"...
..."Panggil saja oppa,karena sudah di luar kampus."...
..."Tapi kita masih didepan gedung kampus."...
..."Baik oppa."...
..."Oh ya kamu mau kemana?"...
..."Saya mau kerja..."...
..."Saya temani boleh?"...
..."Boleh saja,selama tidak ada yang marah."...
..."Tidak ada Tela,saya masih lajang kok."...
..."Oppa,sekali lagi anda salah sebut nama saya,saya tidak akan mau lagi jadi teman anda...!"...
..."Ya ampun,maaf Tera,saya selalu saja salah menyebut nama kamu,lain kali saya tidak akan salah lagi."...
..."Baik,kalau begitu saya masuk dulu ya..."...
..."Oke Tera,silakan..."...
Tera masuk kedalam cafe tempatnya bekerja.
Menatap Seo Jun dari dalam.
Laki-laki berusia dua puluh lima tahun itu terlihat sangat tinggi dan gantengnya melebihi rata-rata.
Tapi bagaimana bisa dia tertarik pada gadis asing yang cantiknya biasa saja.
Tera menjadi semakin tidak percaya.
Karena siang tadi,dia memperhatikan teman-teman Seo Jun yang super cantik dan bening.
__ADS_1
..."Dasar tukang kibul." Batin Tera....
Tera mulai bekerja setelah mengganti bajunya dengan seragam kerja.
Beberapa mahasiswa mampir kesana dan mulai mengganggu Tera.
Tera benar-benar membenci hal seperti ini.
Jika saja Gilang ada didekatnya,tentu saja dia akan segera menelpon dan meminta Gilang memberi pelajaran pada mereka.
..."Maaf saya sedang bekerja,tolong jangan ganggu saya." Ucap Tera dengan sopan ketika salah satu mahasiswa laki-laki menggodanya....
..."Duduk saja disini sebentar..." Salah satunya menahan tangan Tera....
..."Ini tidak akan lama,kami hanya butuh teman wanita saja."...
..."Maaf,saya tidak bisa,karena disini saya hanya bekerja untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk kalian."...
..."Sombong sekali."...
..."Orang asing yang cantik kenapa selalu bersikap sombong."...
..."Maaf,bukan seperti itu,tapi saya sedang bekerja,tolong lepaskan tangan saya."...
Beruntung manajer cafe yang masih muda itu segera menghampiri mereka,dan membentak mereka agar tidak mengganggu karyawannya saat bekerja.
Tera segera kembali kedapur dan memijat pergelangan tangannya yang merah karena digenggam kuat oleh salah satu mahasiswa diluar tadi.
Manajer menegur dirinya.
..."Sebaiknya kamu belajar cara menghindari orang iseng seperti mereka,atau kamu bisa belajar olahraga apa saja agar kekuatan kamu berguna,untuk menghajar mereka,bagaimana jika mereka melakukan hal seperti itu diluar sana."...
..."Maafkan saya manajer..."...
..."Kamu tidak bersalah,jangan meminta maaf,jika kamu terus meminta maaf bahkan jika kamu tidak bersalah,orang-orang akan semakin menindasmu,kehidupan disini sangat keras,meski kamu orang yang cantik,tapi jika tidak punya kekuatan apapun,tetap saja kamu akan terlihat lemah."...
..."Baik manajer,saya akan mencoba untuk belajar bela diri."...
..."Baik jika kamu mengerti,kembalilah bekerja..."...
..."Baik manajer."...
Tera sangat kagum pada manajer wanita di hadapannya itu.
Selain sangat cantik dan pintar,diam-diam juga ternyata sangat perhatian,meski mengetahui Tera adalah orang asing.
Tera ingin menjadi orang seperti itu,tapi rasa rendah diri didalam hatinya hampir tidak pernah meninggalkannya.
Dia hanya terus bersikap seperti gadis pengecut dihadapan semua orang.
Lalu,apa yang bisa diharapkannya...
Sampai saat ini,dia hanya terus berusaha menghindari orang-orang sekitar agar terhindar dari masalah.
Tapi tetap saja,dia tidak bisa menghindari masalah yang sering datang tiba-tiba ke hadapannya.
Lelah...
Sudah pasti,apalagi dia harus selalu berpura-pura tegar kepada ibunya dan Gilang.
Perjalanannya masih panjang,entah siapa lagi orang yang dia temui beberapa tahun kedepan.
Orang-orang saat ini saja sudah sangat menyebalkan baginya...
..."Bersambung.......
..."Terima kasih untuk dukungannya"...
....❤️❤️❤️....
__ADS_1