
Johan sudah menunggu saat dimana sholat magrib telah selesai. seperti biasanya Johan sudah berdiri di depan pintu masjid. Dia clingukan mencari sosok wanita yang dia cintai.
Namun saat melihat Laras datang dari kejauhan Johan sedikit memicingkan mata, dilihatnya wajah Laras yang tak secerah biasanya.
Laras terlihat pucat, Laras berjalan lemas dan tak berdaya. Johan tak menunggu Laras mendekat dia langsung berlari menghampiri Laras.
" Laras kamu kenapa?" Laras hanya menggelengkan kepala denga senyum tipis
"aku tidak apa apa,kamu apa kabar?"
" Aku baik-baik saja"
" Ada yang mau aku sampaikan"
" Kita cari tempat untuk ngobrol" ajak Johan
" Tidak usah kita bicara sambil jalan kerumah mbak Saras saja, anggap saja kamu nganterin aku pulang"
Johan mengangguk pelan setuju dengan Laras.
" Sebelumnya aku minta maaf atas sikap bapak aku ke kamu kemaren,beliau sudah kasar dan memaki kamu."
" Padahal aku mengenal betul bagaimana bapakku, dia tidak pernah semarah itu kepada siapapun"
"Tidak usah kamu pikirkan, aku paham kok. Bapak kamu pasti sayang sama kamu sampai-sampai beliau takut jika kamu akan tersakiti oleh ku, yang hanya pendatang disini." Johan memcoba menangkan hati Laras.
"Kamu sudah makan? kamu pucat Laras."
Laras menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. " Aku tidak lapar mas."
__ADS_1
Johan sangat tau jika Laras sedang berbohong, " jangan menyiksa dirimu sendiri demi aku Laras, aku mencintaimu tapi aku tidak ingin membuatmu menderita seperti ini, hanya karena aku kamu sampai seperti ini"
" Jangan GR kamu mas, aku sedih bukan karenamu, namun aku sedih karena perjodohan ku"
"Dan itu semua karena aku."
Tiba-tiba hujan mengguyur tanpa aba-aba. Johan langsung menggandeng tangan Laras untuk berlari. Mereka berusaha menghindari hujan sampai akhirnya tanpa sadar mereka berhenti di rumah Paman Aji.
" Kamu basah semua."
" Kenapa kesini?" tanya Laras yang menyadari jika ini rumah paman Johan.
" ah, maaf aku hanya berlari dan menuju tempat terdekat untuk berteduh."
Memamg rumah Paman Johan tidak jauh jaraknya dari masjid dan itu yang membuat Johan spontan menarik tangan Laras kesana.
" tidak apa-apa"
" Terimakasih, disini saja."
" Masuklah, wajahmu pucat. Aku buatkah teh hangat untukmu."
Wajah Laras yang terlihat ragu dan khawatir dengab muda dibaca oleh Johan.
" Jangan khawatir, Paman sedang ada urusan ke kota. Masuklah aku janji aku tidak akan macan-macam."
Dengan sedikit keraguan Laras akhirnya mau masuk kedalam rumah Aji, Johan menuntun Laras masuk dan dirasanya badan Laras deman saat dia menuntun Laras masuk.
" Kamu demam Laras"
__ADS_1
"Aku baik-baik saja"
" Tunggulah disini sebentar aku akan membuatkanmu minum."
Laras memang anak yang kuat namun jika dua hari ini dia menolak untuk makan dan malah kena guyuran hujan pertahanan sesorang juga akan lemah.
Badannya panas, menggigil sementara hujan di luar semakin deras. Bagaimana dia akan pulang kerumah mbak Saras. Laras hanya cemas bagaimana jika Bapaknya tiba-tiba kerumah mbak Saras.
" Ini minum teh mu biar hangat" ucap Johan.
" Aku ambilkan selimut sebentar" Johan berlari segera mengambil selimut untuk Laras.
Mata Johan dan Laras saling pandang saat Johan mengenakan selimut ke tubuh Laras, Johan terdiam terpaku melihat mata indah itu, mata Laras yang indah kini sedikit sayu.
Dengan pelan Johan merapikan selimutnya dan tanpa sadar bibir Johan mencium bibir Laras. Laras pun terhanyut dengan suasana dan juga rasa rindunya kepada Johan.
Johan semakin dalam mencium Laras hingga tanpa sadar hasratnya meminta yang lebih dan lebih. Sampai akhirnya Dosa terindah itu mereka lakukan.
...***BERSAMBUNG***...
......**HAY MANA NIE READERS KU, SEPI AMAT . . .......
...LIKE DAN COMENT KALIAN SANGAT BEARTI UNTUK KU...
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DISETIAP EPISODENYA...
...AUTHOR SANGAT SENANG JIKA MENDAPAT KRITIK DAN SARAN DARI KALIAN, ...
...TERIMAKASIH BUAT YANG SUDAH MAMPIR DAN SUDAH BACA SAMPAI DI BAB INI YA...
__ADS_1
...LOVE U ALL🥰🥰**...