Masa Lalu

Masa Lalu
Kesedihan Rossa


__ADS_3

Rossa pun kini mulai sadar, dengan merasakan sakit di kepalanya dia mencoba membuka mata. Dilihatnya Johan yang yang tertidur di sebelahnya dengan menggenggam tangannya. Air mata pun kembali membasahi pipi Rossa saat dia melihat suaminya.


‘Apa yang terjadi Mas? Hingga kamu ingin manikah lagi? Daripada seperti itu mending ceraikan saja aku.’


“Kamu sudah sadar Rossa?” Pertanyaan itu langsung dilontarkan oleh Johan ketika dia membuka matanya,


dengan cepat Rossa menarik tanggannya dari genggaman Johan.” Lepaskan aku Mas.”


“Rossa tenanglah, ijinkan aku menjelaskan dan menceritakan semua kepadamu. Dan aku akan menghormati keputasannmu.”


“Apa yang coba ingin kamu jelaskan,Mas?” Wajah Rossa sudah datar tanpa ekpresi.


“ Aku mempunyai anak dari wanita ini.”


‘APA??’


Mata Rossa melebar kaget bukan main mendengar satu kalimat dari Suaminya.


‘Baru saja kamu ijin menikah lagi tapi sudah punya anak,berarti Mas Johan selingku dariku selama ini.’


“ Sudah ! kamu ceraikan saja aku,Mas.”


“Dengarkan dulu.”


‘Aku sudah tidak mau mendengar kisah asmaramu di belakangku Mas. Ini saja sudah menusuk hatiku dan kau ingin aku mendengar kisah cintamu.’


“ Tidak perlu…”


“ Pliss.” Johan menatap dalam mata Rossa dan penuh dengan permohonan.

__ADS_1


"Aku mohon,Ros. setelah ini semua keputusan ada di tangan mu."


Rossa malas dan enggan memdengar semua penjelasan Johan, namun Johan tetap saja bercerita apa yang terjadi kepada Rossa.


Walaupun sedih hatinya menangis mendengar penjelasan Johan, Rossa tetap mendengarkan apa ya g diceritakan Johan. Karena rasa penasarannya Rossa menyimak dengan baik-baik. Air matanya terus mengalir tanpa dibendung.


***


" Jadi anak kamu sama wanita itu sudah berusia 11 tahun mas?" tanya Rossa. Dan dijawab anggukan kepala oleh Rossa.


" Jadi kamu ingin bertanggung jawab atas kesalahanmu di masa lalu?" Johan menganggukan kepalanya lagi sebagai jawaban. Dengan menggenggam erat tangan Rossa, Johan benar-benar berharap Rossa akan mengijinkannya menikahi Laras.


" Bolehkah aku egois mas."


'DEG'


'Apakah Rossa akan menolaknya'


" Tapi dia mempunyai anak dariku Rossa."


" Apa kamu masih mencintai masa lalu mas?" Tanya Rossa degan tegas, baru kali ini dia melihat Rossa menangis meskipun dulu Johan tak meresponnya tapi dia tak pernah menangis seperti ini.


Hati Johan teriris sakit melihat Rosaa seperti ini. Lagi-lagi dia menyakiti hati wanita yang dicintainya.


" Jangan menangis Rossa." Johan membelai kepala Rossa yang tertutup oleh kerudung.


" Bagaimana aku tidak menangis mendengarbsemua ini mas!" Rossa menepis tangan Johan.


" Wanita mana yang tidak sakit jika seorang suami ingin menikah lagi? Aku menunggumu seharian namun berita duka ini yang aku dengar."

__ADS_1


" Apa yang akan kau lakukan jika posisimu diposisi Laras saat ini?"


'DEG'


Rossa tak menyangka jika Johan melontarkan pertanyaan seperti itu, bagaimana bisa aku dibandingkan dengan wanita itu..


" Kamu membandingkan aku dengan dia?" Rossa mulai emosi.


" Bukan seperti itu, aku hanya ingin kamu memahami posisiku. Aku harus bertanggung jawab akan hidup Laras dan anaknya."


" Aku tau kamu marah, kamu kecewa kau terkejut akupun juga begitu, aku sangat syok mendengar kenyataan yang pahit seperti itu, betapa hancurnya hidup Laras karena aku. Karena keegoisan pamanku."


" Seandainya paman tidak seperti itu. . ."


" Kalau pamanmu tidak seperti itu kamu tidak akan pernah menikah dengan ku." Lanjut Rossa pelan.


Johan menyadari kebenaran ucapan Rossa, Johan tak mungkin menikah dengan Rossa jika pamannya tidak berbuat seperti itu.


" Antarkan aku kerumah orang tuaku mas," Johan sangat terkejut dengan ucapan Rossa.


" Apa maksudmu? Kamu tidak boleh kemana - mana" Cegah Johan.


" Aku akan menenangkan Diri"


Johan bingung harus berbuat apa, Johan takut jika Rossa meminta cerai dengannya. Apa yang akan dia lakukan sekarang,


" Aku yang akan pergi, kamu tenangkan diri dulu. Besok kita bicara lagi."


Johan mulai beranjak pergi melangkah keluar dari rumah itu. Hatinya kalut.

__ADS_1


'Salahkah jika aku ingin bertanggung jawab atas kesalahanku yang dahulu'


Johan mengemudikan mobilnya menuju rumah oran tuanya. Sementara Rossa masih tenggelam dalam tangisannya.


__ADS_2