Masa Lalu

Masa Lalu
Kepulangan Johan


__ADS_3

Mengirim pesan kepada Johan tidak membuat Rossa jenuh, walaupun pesannya tak pernah dibalas sekalipun oleh Johan namun tak pernah membuatnya menyesal dan menyerah sama sekali.


Pagi ini pun saat ia membuka mata, dia langsung mengambil HP nya yang selalu dia bawa tidur, berjaga-jaga Jika Johan akan membalas pesannya. Namun setelah di lihat,tidak ada pesan masuk sama sekali.


'Selamat pagi suamiku tersayang ,Bagaimana kabarmu hari ini ?Apakah kamu masih tidak ingin membalas pesanku ? Masih belum luluhkan hatimu menerimaku, sudah setahun lebih lho mas kita menjadi suami istri'


Setelah mwngirim pesan Rossa langsung bergegas mandi dan menunaikan kewajibannya, sholat subuh.


Sementara Johan yang menerima pesan Rossa, kini sedikit tersenyum. Sebenarnya Johan pun sedikit luluh hatinya, Siapa yang tidak luluh jika diperhatikan setiap hari. Hari ini Johan pun sedang dalam perjalanan pulang namun dia enggan memberitau Rossa.


Setelah sampai dikota dia tinggal Johan langsung menuju kerumah orang tuanya, Hanya menempuh perjalanan 30 menit dia sudah sampai dirumah orang tuanya.


" Assallammualaikum" Seru Johan saat memasuki rumah orangtuanya.


Mamanya langsung keluar mendengar suara anak semata wayangnya tersebut. " Johan!!" Seru mamanya.


Mereka langsung saling memeluk. Melepas rindu " Pulang kok nggak ngabari sih?"


Johan tersenyum " Kan suprise ma,"


" Lho Johan! Kamu kok disini?" Tanya papa Johan yang baru keluar.


" Ih, papa Johan kan baru pulang." Sahut mama Johan.


" Maksud papa, dia baru pulang kok malah kesini, nggak kerumah dia, Pasti Rossa senang kalo kamu pulang" terang Papa Johan.


" Oh iya, sampek lupa mama kalo kamu sudah punya istri."


" Johan masih pingin disini ma, pa. . ."

__ADS_1


" ngapain kamu disini?" tanya papanya selidik.


" Ayolah pa, Johan kangen dengan kamar Johan, mama dan juga papa." Johan memasang wajah manja nya.


" Rossa lebih kangen lagi sama kamu, Mending kamu segera pulang. sampeknya dirumah langsung buatin cucu untuk kami."


" Papa ih, Johan itu masih belum terbiasa dengan Rossa. Masi kikuk pa"


" Makanya pulang, langsung naik ranjang pasti tidak akan kikuk lagi" Papa Johan berusaha kerasenyakinkan. " Lagian kalo kamu disini bikin papa dan mama tidak nyaman, mama sama papa kan juga mau usaha buatin kamu adek." Gurau papanya.


Sementra mama Johan jadi salah tingkah, " Papah ih, suka gitu kalo bercanda."


" Awas ya kalo sampek Johan punya adik, Johan bakal kabur. Lagian malu tau pa udah gede gini masih punya adek bayi."


" Pokoknya kalo dalam waktu dekat ini kamu belum ngasih kabar baik sama kami, maka kami yang akan ngasih kabar baik ke kamu."


***


Johan sudah memarkirkan mobilnya tepat diluar pagar rumahnya, Johan bingung bagaimana jika bertemu dengan Rossa, hatinya berdetak tidak karuan.


"Apa yang akan ku katakan padanya? Bicara apa aku? Apa aku harus diam saja? Bukankah itu jahat sekali,"


Johan meruntuki kebodohannya, dia bingung dengan apa yang akan dia lakukan jika bertemu dengan Rossa. Namun dia membulatkan tekat untuk tetap masuk kedalam rumah itu.


Tok. . . Tok. . . Tok. . .


Johan mengetuk pintu rumahnya dan tak menunggu waktu lama pintu rumah itupun terbuka. Dilihatnya perempuan nan cantik rupawan membukakan pintu untuknya." Subahanallah cantik sekali dia" Johan terdiam melihat Rossa.


Sememtara Rossa sendiripun terkejut dengan kehadiran Johan." Mas Johan" Serunya bahagia. Rossa tanpa ragu memeluk suaminya tersebut, Johan diam mematung beberapa saat hingga dia tersadar.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan?" Johan melepas pelukan Rossa.


" Masih belum bisa menerimaku kau mas?" Rossa malah tersenyum melihat tingkah Johan. "Tidak apa-apa, yang penting kamu tau harus pulang kemana." lanjut Rossa dengan senyum lebarnya.


Johan masuk kedalam rumah dan di ikuti dengan Rosaa yang begitu cerewet.


" Mas kok nggak bilang kalo mau pulang, tau gitu aku masakin yang enak-enak untuk Mas"


" Berapa lama Mas Johan akan libur?, apa Mas akan mengajakku jalan-jalan? Mas sudah makan apa belom?


Begitu banyak hal yang ingin Rossa bicarakan dengan Johan namun Johan tidak merespon malahan Johan melihat kesekeliling keadaan rumah yang begitu rapi dan terawat.


Dengan tiba-tida kedua tangan Rossa menakup pipi Johan dan mengarahkan wajahnya kearahnya.


" Mas, aku tu ngomong sama mas, kok malah ditinggal clingukan."


Johan yang tekejut dengan tindakan Rossa hanya diam membisu.


" Mas, Mas Johan!" Rossa kembali memanggil Johan yang terdiam.


" Kamu apa-apaan sih" Johan langsung melepas tangan Rosaa, hatinya meleleh seperi ada getaran aneh.


" Kenapa? "


Johan tak membalas dia langsung menuju kekamarnya.


" Mas Johan pasti merasakan sesuatu iya kan, jawab mas" Goda Rossa saat melihat Johan pergi menuju kekamarnya.


Johan diam namun dia sedikit menyungingkan senyumannya. " Dia tidak pernah berubah, dari luar kelihatan alim namun dia sangat agresif"

__ADS_1


__ADS_2