
Sementara di tempat lain Johan yang sedang rehat sejenak dari pekerjaannya yang melelahkan mulai membuka pesan masuk di HPnya, Matanya menjelajah isi pesan yang berasal dari istrinya.
Ya .. .Sudah hampir dua minggu dia kembali bekerja, Johan sangat lega lantaran dia bisa bebas dari Rossa yang begitu cerewet namun dia tetap membaca sms dari Rossa setiap hari.
Setiap hari Rossa mengiriminya pesan, walaupun Johan tak pernah membalasnya sekalipun. Namun Rossa tak pernah patah semangat. Dia suamiku aku harus berjuang demi perasaannku. Begitulah pikirnya.
Kembali Johan membaca SMS dari Rossa.
'Ting' ( Pesan masuk)
" Selamat pagi suamiku, jangan lupa sholat subuh." jam 03.30 dini hari
'Ting' ( Pesan masuk)
" Jangan lupa sarapan Mas, hari ini aku masak kesukaan mas mie dikasih telur puyuh"
'Ting' (Pesan masuk)
"Mas kapan istirahatnya sih kenapa pesanku gak di bales?"
'Ting' (Pesan masuk)
__ADS_1
" Aku ngantuk mas mau tidur siang dulu"
Begitulah keseharian Johan yang terus menerus menerima pesan dari Rossa, meskipun dia tidak pernah sekalipun membalas pesan dari Rossa namun Johan selalu membaca pesan yang ia terima.
Terkadang Johan juga suka senyum-senyum sendiri melihat pesan dari Rossa, Gadis tak tau malu,begitulah pikir Johan.
Johan berasa seperti anak SMA yang sedang dikejar-kejar cinta oleh Rossa. Bahkan Johan sudah hapal jam berapa saja Rossa akan mengirim dia pesan.
Sebenarnya Rossa sudah bisa mengisi sedikit hati Johan yang telah terluka, sekeras-kerasnya batu tetap akan kalah kan dengan air jika terus menerus dipercikan.
Tak jarang juga Johan mendapat ejekan dari teman-temannya, bagaimana tidak semua temannya tau jika Johan baru saja menikah dan harus meninggalkan istrinya untuk pekerjaan. Namun teman-teman Johan tak ada yang tau sakit hati yang telah dialami Johan.
'TING' (Pesan masuk)
Begitulah Johan langsung meraih Hp nya yang berbunyi nada pesan masuk dan dengan cepat dia membacanya, tanpa sadar Johan mengembangkan senyum dari bibirnya.
Gadis ini kenapa sama sekali tidak tau malu seperti ini, padahal aku sudah mengacuhkannya. Atau mungkin dia memang seperti ini kepada semua pria? Jangan-jangan dia memang suka kepedean gini sama cowok-cowok.
Johan menggerutu sendiri namun dia tetap tersenyum setelah itu melihat layar ponselnya kembali dan memasukkannya kedalam kantong celana. Johan melanjutkan aktifitasnya lagi.
...****************...
__ADS_1
Selama dua minggu pula Rudi berusaha mencari informasi tentang anaknya yang sedang dianiyaya oleh warsito. Rudi merahasiakan ini dari Desi lantaran tak mau sang istri sakit lagi.
Desi sudah pulang dari rumah sakit namun kondisinya tetap masih belum stabil. Saras dengan telaten setiap hari berkunjung kerumah orang tuanya.
Dan hari ini Rudi benar-benar menemukan bukti jika Laras telah disiksa oleh Warsito. Saat itu Rudi hendak berkunjung lagi kerumah Warsito, siapa tau saja dia bisa bertemu dengan Laras.
Bukan hanya bertemu Rudi malah menyaksikan dengan mata kepalanya saat Laras sedang disiksa oleh Warsito.
Awalnya langkahnya sangat berat untuk memasuki pelataran halaman rumah Warsito namun dengan tekat yang kuat dia melangkah masuk dan tiba-tiba terdengar suara jerit kesakitan dari dalam.
Rudi dengan panik langsung masuk tanpa permisi menuju asal suara itu. Dan dengan mata kepalanya sendiri dia melihat Laras sedang dipululi oleh Warsito.
" WARSITO!" Triak Rudi dengan mata yang memerah.
Rudi langsung memukul wajah Warsito dan kemudian membantu Laras berdiri dari keadaannya yang tersungkur. Sementara Warsito merasa ketakutan lantaran dia katahuan menyiksa Laras.
" Aku tidak akan tinggal diam dengan apa yang kamu lakukan kepada Laras." Ancam Rudi kemudian dia langsung pergi membopong Laras dalam ketidakberdayaannya.
Rudi sudah tidak peduli dengan perpasang pasang mata yang melihatnya membawa Laras dalam keadaan sangat kacau. Air mata Rudi mengalir deras melihat Laras seperti. Ayah mana yang tidak akan menangis melihat anaknya yag disiksa seperti itu. Sungguh dia sangat menyesal akan keputusannya menikahkan Laras hanya karna takut dicemooh oleh orang desa.
Namun kini melihat Laras penuh luka dalam kondisi hamil sangat menyayat hatinya. Sungguh dia ingin membalikkan waktu, biarlah kehamilan Laras menjadi aib dari pada melihat Laras seperti ini.
__ADS_1
Setelah lama berjalan Rudi sudah sampai dirumah sakit. Dan dengan segera Laras memdapat penanganan oleh dokter dan suster yang bertugas. Rudi juga langsung mengabari Sigit dengan meminta tolong salah seorang tetangga mereka.
......BERSAMBUNG......