Masa Lalu

Masa Lalu
Garis Dua


__ADS_3

...DI RUMAH SARAS...


Malam tadi Laras masih menginap dirumah mbak Laras. Dan pagi ini sebelum menunaikan sholat subuh Laras mencoba menggunakan tes pek yang telah dibelikan olah Sigit semalam.


' ya ALLAH, semoga kecemasan kami semua tidak menjadi kenyataan. Bismillahirohmanirohim.'


Laras mencelupkan tes pek tersebut ke dalam wadah yang sudah diisi olehnya. Hati nya sungguh tak karuan.


dag. . .dig. . .dug. . .


Garis satu sudah terlihat da akhirnya ada garis kembar merah yang membuatnya meneteskan air mata dengan deras. Sungguh pikiran Laras sangat kacau.


Bagaimana ini? Aku harus berbuat apa? Apa mas Johan benar-benar akan kembali ? apa dia mau mengakui anak ini? Bapak,bagaimana jika bapak tau pasti aku sudah dihabisi oleh bapak. pikiran Laras kacau.


' AAAAAGGGHHHHHHH'


Triakan Laras mengundang Saras dan Sigit berlalari kearah suara itu berasal.


" Laras ada apa?" Tanya Saras panik.


" Aku hamil mbak, aku harus bagaimana? apa yang harus aku lakukan?" Laras menangis sampai dadanya sesak.


Saras memeluk adiknya dengan erat, dia tau jika Laras belum siap untuk ini. Sementara Sigit juga merasa frustasi.

__ADS_1


Setelah beberapa lama menangis kini Laras mulai sesenggukan, dia sudah kehabisan tenaga.


" Laras sebaiknya kita sholay dulu, minta pertolongan sama ALLAH."


Laras tak menjawab namun dia langsung bangkit dan mengambil wudhu dan akhirnya mereka bejamaah dirumah beserta Sigit.


Setelahnya Laras langsung kedalam kamar beserta kesedihannya, kembali Laras meruntuki dirinya sendiri tentang kebodohan yang dilakukan Laras malam itu.


Sementara Saras dan Sigit juga ikut pusing dibuatnya.


" Dek, kamu kan ada alamat dan nomer telepon yang kasih Johan?" Tanya Sigit setelah berfikir lama.


" Oh iya mas, aku ingat"


" Mas. . . mas. .. " Triak Saras memanggil suaminya.


" Ada apa dek?" Sigit panik dikira Saras kenapa-napa


" Aku sudah mencari dimana - mana tapi tidak ketemu mas."


" Aduh, sampai berantakan begini." Ucap Sigit melihat keadaan kamarnya.


" Coba ingat - ingat dek, kamu taruh mana?"

__ADS_1


" Sudah aku ingat mas, waktu itu. . . ." Saras mencoba berfikir kembali. " Sungguh aku lupa mas, tidak ingat sama sekali."


Saras kembali lemas merasa tidak berguna, padahal hanya itu yang bisa menolong Laras. Saras menangis seketika dan membuat Sigit menjadi bingung tak karuan.


Ada dua wanita dirumah yang satu istri dan satunya lagi adik ipar, sama - sama hamil dan sama- sama menangis membuat gaduh. membuat kepala Sigit pening.


...****************...


Laras sudah tidak ada tenaga, seharian dia hanya menangis tanpa makan dan minum. Saat sholat dhuhur dan asyar dia terus berdoa meminta pertolongan dari ALLAH.


' *Ya ALLAH,semoga mas Johab segera kembali dan semoga dia benar-benar menepati janjinya untuk ku. Jika tidak apa yang harus hamba lakukan ya ALLAH.'


' Hamba sudah tidak tau lagi jalan mana yang harus saya ambil, perbuatan dosa yang telah hamba lakukan berbuah titipan dan amanah dari mu ya YA ALLAH, namun hamba tidak sanggup menanggung amanah ini sendirian.'


'Jangan beri hamba cobaan seberat ini ya ALLAH, hamba tidak sanggup , tidak sanggup*'


Laras putus asa, keyakinan kepada Johan luntur seketika. Rasa cemas menyelimuti pikirannya. Dan dia tidak tau jalan apa yang akan dia ambil.


...BERSAMBUNG...


...HAY READERS TOLONG DUKUNGANNYA DONG, LIKE DAN COMENTAR KALIAN SANGAT BEARTI BANGET BUAT AUTHOR,JANGAN LUPA JUGA KLIK ♥️ AGAR KALIAN BISA LANGSUNG DAPAT UP DATE DARI KARYAKU....


...TERIMAKASIH BANYAK YA READERS . ....

__ADS_1


__ADS_2