
***POV LARAS***
" Assallammualaikum."
Siapa yang datang bertamu? Aku keluar kamar melihat siapa yang datang.
" Wa'alaikumsallam"
Aku diam mematung melihat Mas Johan berama dengan perempuan di samping Johan, dan juga dua anak laki-laki dan perempuan.
' Apa ini istri mas Johan, masya'ALLAH cantik sekali kulitnya putih bersih seperti artis-artis. Sungguh wanita yang rupawan dan sempurna."
" Siapa yang datang Laras?" Mbak Saras muncul tiba-tiba dari dalam rumah. Tak kalah kaget mbak Saras pun langsung syok melihat kedatangan mas Johan dan keluarganya.
" Silahkan masuk mas, mbak" Aku mempersilahkan mereka masuk
Wanita cantik itu tersenyum padaku, sungguh cantik sekali istri mas Johan.
" Putra,Putri salim dulu sayang." Ucap Johan memberi perintah, Dengan sopan Putra dan putri mencium tangan Laras dan Saras bergantian.
" Laras, ini.Rossa istriku." Benarkan dia istri mas Johan.
Wanita itu memgulurkan tangannya kepadaku dan aku juga membalas uluran tangan itu, aku tersenyum.
" Laras." Ucapku memperkenalkan diri.
" Saras." mbak Saras pun mengulurkan tangannya agar bisa mengelakan dirinya.
__ADS_1
"Niat kami datang kesini. . . "
" Assalammualaikuum"
Tiba-tiba Chadi dan Sasi datang, mereka baru saja pulang jalan-jalan pagi.
Mas Johan tersenyum kepada Chadi sementara Chadi masih bingung melihat mas Johan.
"Putra, Putri itu kakak kalian, Chadi." Putra dan Putripun langsung berdiri secara bersamaan berlari kearah Chadi dan memeluk Chadi bahagia.
" Lapas dia kakaku." Ucap putra merasa memiliki Chadi.
" Lepas kak, ini kakak Putri."
Putripun tak mau kalah, kini Chadi menjadi rebutan kedua bersaudara, sementara Rossa hanya tersenyum.
" Kamu siapa?" bukannya menjawab anak perempuan mas Johan malah bebalik tanya dengan sinis . Lucu juga
" Dia adalah kakak sepupuku." Jawab Chadi tegas.
" Chadi mereka adalah adik-adikmu, " Jelas mas Johan.
Sepertinya Chadi sudah mengerti sekarang, dia tidak lagi sinis kepada mereka.
" Mas, sebaiknya kamu mengajak mereka jalan-jalan biar mereka akrab." Ucap istri mas Johan memberi saran.
Dan mas Johan langsung menganggukkan kepala setuju dengan ucapan mbak Rossa.
__ADS_1
" Aku pergi dulu ya." Mas Johan berpamitan dengan ku dan juga mbak Rossa sebelum pergi.
***
Kini hanya ada aku dan mbak Rossa istri mas Johan, sementara mbak Saras sudah pergi meninggalkan kamu berdua. Canggung rasanya, apa mbak Rossa akan menghakimiku karena melahirkan anak lain dari mas Johan.
" Laras, niat kedanganku kesini adalah untuk melamarmu agar menjadi pendamping mas Johan."
'DEG'
Apa ini? Mbak Rossa ingin aku menjadi istri mas Johan, apa mbak Rossa tidak sakit hati, kuat sekali hatimu mbak, .
" Maaf mbak, aku tidak mau hadir diantara mbak dan mas Johan," Ucapku.
" Kenapa Laras? Kamu juga berhak bahagia walaupun bukan untukmu tapi untuk anakmu, dia juga butuh sosok ayah." Mbak Rossa mencoba menyakinkan aku.
Aku sempat goyah, apa benar aku akan bahagia? Apa dengan menikahi mas Johan anakku juga bahagia? Ya, aku memang berhak bahagia setelah semua yang aku lalui.
Tapi , bagaimana jika kebahagianku merusak kebahagiaan mbak Rossa, merusak.rumah tangganya. Aku tidak boleh egois seperti itu kasihan mbak Rossa. Selama ini dia yang mendampingi mas Johan dalam suka dan duka, aku tidak bisa menjadi orang ketiga.
" Tidak mbak, saya tidak bersedia. Bagi saya sudah cukup anak saya Chadi memgetahui fakta jika mas Johan bukanlah seorang bajinagn saja itu sudah cukup."
" Mas Johan begitu mencintaimu Laras, Dahulu waktu awal dijodohkan dengan ku dan kami menikah, rak sedikitpun mas Johan memperhatikan aku, bahkan dia meninggalkan aku bekerja terus menerus, namun dengan kesabaranku akhirnya dia luluh."
" Kini aku tau jika mas Johan membuat kesalahan dalam masa lalunya, dan aku tidak mau mengahalangi mas Johan dalam menebus semua kesalahannya"
Mbak Rossa sungguh baik, mana mungkin ada wanita seperti mbak Rossa didunia ini, aku semakin yakin, aku tidak mau membuat mbak Rossa menderita dengan poligami.
__ADS_1
Meskipun mbak Rossa ihklas dan menerima, belum tuntu mas Johan akan adil kepada kami. Diantara kami pasti ada yang tersakiti. Aku yakin.