
" Mau kemana kamu?" Tanya paman Aji saat melihat Johan mulai berkemas.
" Aku mau pulang paman" Jawab Johan masih dengan berkemas.
" Bagus, lebih baik kamu pulang dan mejalani hidupmu seperti biasa, disini kamu dibutakan oleh cinta anaknya Heri."
"Aku pulang untuk dia paman, aku akan mengajak mama dan papa untuk melamar Laras, karna aku mencintai dia"
Aji terlihat terkejut dengan ucapan Johan namun dia segera mengendalikan keterkejutannya.
" Hati-Hati, maaf paman tidak bisa mengantarmu"
Johan mengangguk dan menjinjing tasnya, kemuadian berpamitan dengan Aji dan pergi.
...****************...
Sementara ditempat lain yaitu rumah Saras. Dia sedang berkemas untuk kerumah bapaknya, tentunya untuk menemui adiknya dan menyampaikan kabar jika Johan akan membawa orang tuanya untuk melamar dia.
Tak lupa Saras membawa surat dari Johan untuk Laras.
" Dek, hati-hati jangan sampai ketahuan bapak."
" iya mas, tenang aja."
" Gemes aku dek liat kamu." Rayu Sigit sambik mencoel pipi pakbau Saras
" Apa mas mau maen gemes-gemesan dulu sama aku sebelum berangkat kerja." Goda Saras.
" Wah . . . dapat pahala kamu dek menawarkan kebaikan kepada suami mu ini"
" hmmm mas,. . "Saras nampak malu- malu ingin mengatakan sesuatu.
" sepertinya ada yang mau kamu sampaikan, atau jangan-jangan kamu merayuku pagi-pagi karna mau minta sesuatu." goda Sigit
" aku. . . aku. . ."
"aku apa?"Sigit mulai penasaran.
" Aku telat mas."
" Talat gimana? wong kamu cuman mau kerumah bapak aja gak ada jam masuknya, aku yang bakal telat kalau ngobrol terus sama kamu"
Saras menggerutu lantaran suaminya itu tak bisa paham sama sekali apa maksudnya.
"Aku telat datang bulan Mas"
Sigit membelabakkan matanya seakan mulai paham maksud Saras,
" Kamu hamil?" ucap Sigit selanjutnya.
__ADS_1
" Insya allah mas, aku belum periksa, tapi aku yakin kalau aku hamil."
" Nanti malam aku antar kamu periksa ya" Sigit mengelus perut istrinya yang rata itu.
" Iya mas, cepat pulang ya " balas Saras dengan senyum sumingrah.
Sigit mencium puncuk kepalanya Saras kemuadian berpamitan berangkat kerja, Saras sangat bahagia karna dia merasa kebahagiannya sebentar lagi akan semakin lengkap.
...****************...
"Assallammualaikum." Saras mengetuk pintu orang tuanya dengan mengucapkan salam dia clingukan lantaran tak biasanya pintu rumah dalam keadaan tertutup.
pintu rumah orang tua Saras memang tidak pernah tertutup saat pagi hari seperti ini namun berbeda kali ini pintu rumah mereka tertutup.
Saras mulai mengelilingi rumah dan terlihat cendela kamar Laras yang terbuka, dilihatnya adik perempuannya itu berbaring diatas ranjangnya.
" Laras... Laras." Saras mencoba membangunkan Laras yang terlihat tertidur.
"Laras, ini mbak Ras."
Laras mulai bangkit mendengar suara Saras. Saras langsung memincingkan matanya melihat Laras yang lemas.
"mbak..."
" Kamu kenapa pucat begini? bapak ibu mana?"
"Tolong Laras mbak, Laras tidak mau di jodohkan" dengan le.as Laras memohon kepada Saras.
" Mereka bilang mau kerumah pak lurah, mereka akan menjodohkan aku mbak, tolong mbak."
" Bukakan pintu mbak mau ngomong."
" tidak bisa mbak, pintu kamarku dikunci dari luar sama bapak."
" Masya' allah bapak, kenapa bapak jadi seperti ini. Apa sebenarnya yang terjadi."
" Tolong aku mbak." rengek Laras.
"Laras dengarkan mbak baik-baik. Yang pertama kamu tidak boleh sakit maka dari itu kamu harus banyak makan."
" dan yang kedua, ini" Saras memberikan kertas untuk Laras.
" Apa ini mbak?"
" Ini dari Johan, asal kamu tau Johan sekarang berusaha membawa kedua orang tuanya kesini untuk melamar kamu."
Tak terasa Laras meneteskan air matanya. " Mas Johan" gerutunya.
" kamu jangan khawatir mbak akan mencoba ngomong sama bapak tau ibu, paling tidak kita mencoba untuk mengulur waktu."
__ADS_1
"mbak pulang dulu, kamu baik- baik ya jangan banyak pikir"
Saras mulai berjalan menjauh dari rumah orang tuanya. Dalam perjalanan Saras sungguh berfikir keras kenapa orang tuanya menjadi seperti ini, dia benar-benar sudah tidak mengenal kasih sayang tuanya.
'*Bapak, jangankan mengurung kami bahkan dia selalu membebaskan pilihan kami. Bapak tidak pernah mngatur hal apapun dalam hidup kami semenjak kami beranjak besar. Namun sekarang bapak akan mengatur masa depan Laras."
'Apa yang sebenarnya terjadi ini bukan hanya karna Johan orang asing disini, atau mungkin Bapak sebelumnnya sudah mengenal Johan dan mengetahui keburkannya hingga bapak sangat menentang*.'
Buk !!!
Tanpa sadar Saras menabrak seseorang karna dia berjalan dengan lamunannya.
" Maaf."
" Tidak apa-apa Saras."
Saras langsung menoleh kearah lelaki yang dia tabrak.
" Paman Aji."
" Jangan suka melamun dijalanan"
" iya paman" Saras nyengir.
Saat Aji hendak melangkah kaki tiba-tiba Saras menghentikan langkahnya.
" Paman maaf,"
" Ada apa Saras?"
" Apa Johan sudah kembali?"
" Johan sudah pulang"
" oooooo"
" Paman pergi dulu ya "
Saras mengangguk masih dengan senyumnya. Sementara Aji sydah mulai menjuh dari nya.
'Johan benar-benar sudah pergi bearti dia memang serius dengan Laras.'
Saras kembali melanjutkan perjalanan pulangnya.
...*******...
hay readers sepi amat nie kisah Laras dan Johan.
jangan lupa dukung aku ya like dan koment akan sangat membuat aku bersemangat untuk up date selanjutnya.
__ADS_1
terima kasih.