Masa Lalu

Masa Lalu
Bertemu Rossa


__ADS_3

Seminggu sudah Johan menunggu hari yang telah dijanjikan oleh Ayahnya, hari dimana acara keluarga Johan akan bertemu dengan wanita yang akan dijodohkan dengannya.


'Setelah hari ini aku akan segera membawa orang tua ku untuk melamarmu Ras,'


Dengan rasa percaya diri Johan berangkat berasama kedua orang tuanya. Tak ingin mempermalukan papa dan mamanya tentu Johan berpenampilan sangat rapi.


Disebuah halaman rumah sederhana namun sangat nyaman dipandang mata mobil keluarga Johan terparkir tepat didepan pintu.


Seorang lelaki seumuran papa Johan keluar dari dalam rumah, dengan menggunakan sorban seperti kiyai.


" Assallammualaikum. . ." Salam papa Johan renyah.


" Wa'alaikumsallam. . . " Jawab orang didepannya sama renyahnya dengan papa Johan.


Sementara Johan dan mamanya hanya tersenyum sopan. Lalu pak kiyai yang bernama Selamet itu mempersilahkan mereka semua masuk.


Tak sedikitpun ada rasa penasaran dalam pikiran Johan mengenai gadis yang akan dijodohkan dengan dia. Dia hanya ingin ini segera selesai dan kembali kepada Saras.


" Umiii.....tamunya sudah datang." Triak Selamet kepada Istrinya.


Setelah keluar dari dapur istri Selamet langsung menyalami semua tamu. Wanita yang sedikit kelihatan lebih tua dibandingkan dengan Bunda Johan.

__ADS_1


" Jadi bagaimana ini?" Tanya selamet sambil melirik kearah Johan. " Jadi ini calon mantu saya." Lanjutnya.


" Seperti yang saya bilang kemaren pak kiyai, kita hanya jadi perantara biarkan anak-anak yang menentuka." Jawab papa Johan dengan tersenyum.


Tentu pak Selamet juga ikut tersenyum namun dia sungguh sangat berharap jika Johan akan menjadi menantunya bagaimana tidak latar belakang Johan sangat baik dimatanya.


" Oh ya dimana anak pak kiyai?" Tanya papa Johan.


" Sebentar saya panggilkan."


"Rossa....keluarlah nak."


Seorang gadis keluar dengan berpakaian gamis sangat anggun dan menawan. Dengan membawa nampan berisikan kopi untuk para lelaki.


Wanita yang tinggi, putih, santun dan kalem sama seperti Laras namun bedanya penampilan Rossa benar-benar menggambarkan kalau dia hidup di kota dan berkecukupan. Sedangkan Laras gadis desa yang apa adanya, sederhana.


'Astaga!!! Kenapa aku menatapnya seperti itu. Aku sudah punya Laras'


Johan berusaha menjaga hatinya dengan tulus, Sementara Rossa dia kembali kedalam kamar setelah menyajikan minuman tadi.


...****************...

__ADS_1


...DIRUMAH JOHAN...


"Bagaimana menurutmu dengan Rossa?" Tanya papa Johan saat mereka baru menginjakkan kaki dirumah.


" Rossa. . . Cantik. Agamis, namun maaf pa aku tetap memilih Laras." Jawab Johan dengan tegas.


" Sebenarnya papa sengaja memilih Rossa karena dia anak salah satu pemuka agama. Kamu tau kenapa?"


Johan menggelengkan kepala dengan santai.


" Karena pamanmu bilang kamu terpikat dengan gadis sok alim dan santun, makanya Ayah mencarikan yang lebih dari yang kamu harapkan."


" Mungkin paman Aji salah paham dengan Laras pa, dia anak yang sangat baik diluar dan dalam. Dan papa tau kenapa aku terburu-buru melamarnya?"


" Tidak.""


" Karena orang tua Laras akan menjodohkannya dengan orang lain. Mereka pikir alu bukan orang baik-baik karena mereka baru mengenalku."


"Baiklah papa hargai keputusanmu, papa akan melamarkan gadis itu untuk kamu. namun tidak terburu-buru karena papa masih ada urusan. mungkin 2 minggu lagi."


" Ok pa, aku setuju. Terimakasih banyak ayah, aku bangga mempunyai orang tua yang selalu menepati janjinya."

__ADS_1


Johan memeluk papanya erat dan papanya pun membalas pelukan Johan dengan hangat, sementara mamanya yang melihat adegan itu hanya tersenyum dan meninggalkan kedua jagoannya.


..." BERSBUNG"...


__ADS_2