
Semua orang masih berkumpul didalam rumah Laras. Chadi membantu Huda untuk mengompres lebam akibat pukulan Johan.
Johanpun tak suka melihat kedekatan Chadi dengan pria yang tidak dikenalnya itu, Johan takut jika apa yang seharuanya menjadi miliknya direbut oleh Huda .
" Apa yang kau lakukan Johan, tindakanmu tidak menjadi contoh yang baik untuk anakmu." Sigit memprotes tindakan Johan.
" Siapa dia Laras, kenapa kalian bisa jalan bersama? " Tanya Johan dengan Ketus.
" Dia adalah temanku Huda." Jawab Sigit.
" Teman, Ada hubungan apa kalian ?" Johan masih saja tidak bisa terima dengan jawaban Sigit.
" Siapa kamu berhak bertanya seperti itu?" Kini Huda berbalik melontarkan pertanyaan yang sebenarnya dia sendiri sudah tau jawabannya.
Walaupun Huda belum pernah bertemu dengan Johan secara langsung namun Huda sudah bisa memastikan jika Johan adalah masa lalu Laras.
" Aku adalah ayah kandung Chadi." Jawab Johan
" Tapi bukan suami Laras " Huda tak mau mengalah.
" Mas Huda, Mas Johan, Hentikan! Lebih baik kalian pulang." Sela Laras dengan air matanya, kemudian Laras hendak pergi masuk kedalam kamar. " Ayo Chadi, ikut bunda." Tak lupa Laraspun mengajak turut serta Chadi pergi bersamanya.
" Yang dikatakan Laras benar, pulanglah kalian ini sudah larut. " Ucap Rudi dengan berat hati, dia masih syok dengan tontonan yang baru saja terjadi.
Johan dan Hudapun memutuskan untuk pergi dari dari rumah Laras.
" Jangan sampai kalian berantem lagi jika tidak. . . Huda, aku tidak akan membantumu dan kau Johan Laras pastinakan sangat benci denganmu." Sigit memberi peringatan sebelum mereka benar-benar pergi.
" Mas, Kasihan Chadi. Dia harus melihat hal seperti tadi." Ucap Saras pada Sigit ketika mereka sudah bersiap untuk istirahat.
" Chadi anak cerdas dia kuat tidak akan lemah hanya karena melihat ayahnya memukul orang."
__ADS_1
" Johan dan Huda kamu mendukung yang mana?"
" Tentu Huda, Johan kan sudah berumah tangga sendiri. Aku tak rela jika Laras jadi istri kedua."
" Aku juga begitu mas, aku ndak rela Laras jadi istri kedua."
***
Rossa menyambut kedatangan Suaminya, Namun Rossa melihat Johan kembali dalam keadaan lusuh dan lemas.
" Apa yang terjadi mas?" Tanya Rossa panik.
" Ada yang ingin mendekati Laras, Rossa."
Rossa mengarahkan Johan untuk duduk dulu dan merelexkan diri.
" Mas tenang dulu, siapa tau mas Johan salah paham." Rossa mencoba menenangkan suaminya itu.
" Besok kita kesana ya, aku yang bicara kepada Laras."
Keesokan harinya seperti yang dibilang Rossa. Johan dan Rossa beserta kedua anak mereka ikut kerumah Laras. kebetulan hari ini adalah minggu jadi Kedua anak mereka biaa bertemu dengan Chadi.
Johan memutuskan untuk naik mobil kerumah Laras, lantaran tak mau mengundang perhatian warga yang lain.
" Assallammualaikum." Secara bersamaan Johan dan Rossa mengucapkam salam sesampainya.
Laras keluar setelah mendengar suara dari rumah.
" Wa'alaikumsallam"
Laras diam mematung melihat Johan dihadapannya, bayangan kejadian semalampun sekelebat muncul kembali, kemudian fokus Laras beralih pada perempuan di samping Johan, dan juga dua anak laki-laki dan perempuan.
__ADS_1
' Apa ini istri mas Johan, masya'ALLAH cantik sekali kulitnya putih bersih seperti artis-artis. Sungguh wanita yang rupawan dan sempurna."
Sama seperti Laras, Rossa yang sudah bisa menebak jika wanita yang dihadapannya ini adalah Laras langsung menelisik penampilan Laras.
'Diakah wanita yang dicintai mas Johan dulu? Wanita ini sungguh kalem penampilannya tidak gelamour seperti pada wanita umunya. Benarkah dia menderita selama ini, kasiahan sekali.'
" Siapa yang datang Laras?" Tanya Saras yang muncul tiba-tiba dari dalam rumah. Tak kalah kaget Saras pun langsubg syok melihat kedatangan Johan dan keluarganya.
" Silahkan masuk mas, mbak." Laras mempersilahkan mereka masuk.
Rosaa menyambutnya dengan senyumnya sementara Saras langsung tersadar kembali dari syoknya.
" Putra,Putri salim dulu sayang." Dengan sopan Putra dan putri mencium tangan Laras dan Saras bergantian.
" Laras, ini.Rossa istriku." Johan menngenalkan Rossa kepada Laras . Rossa mengulurkan tangannya sementara Laras masih ragu ragu di awal namun kemudian dia membalas uluran tangan Rossa.
" Laras." Ucap Laras.
" Saras." Saras juga menjulurkan tangannya kepada Rossa. Rossa tersenyum memyambut tangan Saras.
"Niat kami datang kesini. . . "
" Assalammualaikuum"
***BERSAMBUNG***
Jangan lupa ya like ya, jangan sampai kalian tidak meninggalkn jejak kalian untul author, karena jejak kalian adalah semangat author untuk terus Up selanjutnya.
Like, komen dan vote kalian sangat bearti sekali jika kalian suka dengan karya ku kalian bisa kasih bunga mawat, melati jugaa agar author semakin haruuum☺☺☺
Terimaksih
__ADS_1