
Rudi akhirnya memutuskan untuk segera menikahkan Laras dan Hasan, mau tidak mau Laras harus menerima keputusan Bapak. Menunggu Johan yang tidak pasti akan membuat situasi semakin rumit.
" Bagaimana pak?" Tanya Desi setelah kepulangan Rudi dari rumah pak Lurah.
" Mereka setuju-setuju saja buk, namun bapak takut."
" Takut apa pak?"
" Bagaimana jika keluarga pak Lurah tau keadaan Laras."
Desi meneteskan air matanya. " Daripada rasa malu yang akan ibu terima pak, ibu lebih memikirkan bagaimana masa depan Laras? apa dia masih bisa bahagia setelah ini? nasib buruk apa yang menimpa anakku itu pak." ucao Desi sambil menangis.
" Sabar ya buk, Aji berengsek itu mungkin dia memang sengaja menjebak Laras untuk balas dendam."
Laras dengan berat hati menerima keputusan bapak, tidak ada pilihan lain, membuat malu orangtua lebih dari ini akan membuat Laras menjadi anak durhaka.
Sementara di tempat lain Saras masih terus mengutuk dirinya sendiri tentang kebodohan yang telah dia lakukan
" Sudahlah kamu jangan menangis terus, pikirkan bayi kita juga" Sigit mencoba menasehati.
__ADS_1
" Tapi bagaimana dengan adikku mas? masa depannya hancur dan aku menjadi salah satu sebab kehancuran itu."
" itu bukan salahmu, jadi jangan salahkan dirimu sendiri. Laraslah yang melakukan kesalahan kenapa kamu mengukum dirimu dengan rasa bersalah." Sigit emosi
" Didalam perutmu itu juga ada anakku dek, anak kita kalau sampai terjadi sesuatu pada bayi kita karena kamu yang terlalu setres jangan harap aku akan memafkanmu."
Saras memeluk suaminya erat.
" Maafkan aku mas, aku hanya terbawa emosi, aku khawatir." menangis terisak.
"Kamu pikir aku tidak prihatin, sudah kita ikuti saja arus takdir yang sudah di gariskan."
Aji sudah mengetahui rencana yang akan dilakukan Rudi untuk menutupi aib keluarganya maka dari itu Aji juga tidak mau tinggal diam.
akan ku buat pernikahan yang kau susun untuk menutupi aib anakmu itu hancur berantakan. Aji bersumpah pada dirinya sendiri.
Tanpa ragu Aji memdatangi rumah pak Lurah untuk menghasut mereka, lebih tepatnya untuk memberitau jika mereka hanya untuk tameng di keluarga Rudi.
Mendengar apa yang telah disampaikan Aji, pak Lurah dan istrinya sangat terkejut dan berencana membatalkan acara pernikahan yang tidak lama akan diselenggarakan.
__ADS_1
Berbeda dengan Hasan, dengan Keras hasanenolak keputusan orangtuanya namun apa daya, dia hanya seorang anak yang tidak mau membuat kecewa orang tua.
Apalagi ditambah racun dari Aji yang mengatakan jika percuma dia menikah dengam wanita yang tidak baik. Dia pasti akan menghianatimu kembali, pikiran Hasan berampur aduk. Dia sebenarnya masih mau menerima laras dengan keadaannya sekarang namun kedua orang tuanya sangat marah dan membenci keluarga Rudi pada akhirnya.
" Kenapa dibatalkan begiti saja pak." Rudi seperti kalang kabut mendengar pak lurah membatalkan pernikahan.
Siang ini pak lurah sengaja kerumah Rudi untuk menyampaiakan pembatalan pernikah itu.
" Jangan Kira saya tidak tau apa yang terjadi dengan putrimu. Bisa - bisanya kamu menyuruh anakku Hasan menikahi purtimu yang sedang hamil diluar nikah."
Deg
Bagai disambar petir, Desi yang mendengar itu langsung syok. berdiri gemetar.
" Jangan kau anggap kuargaku ini bodoh ya Rudi, kau pikir bisa mempermainkan kami dengan mudah."
Rudi tidak bisa berkata - kata, pikirannya sungguh tidak bisa berfungsi hanya sekedar untuk meminta maaf. Rudi terlalu syok.
Sampai akhirnya Pak lurah pergi dari rumah Rudi dengan kemarahan.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...