Masa Lalu

Masa Lalu
Kekecewaan Johan


__ADS_3

Johan melebarkan senyumnya ketika sudah menginjakkan kakinya di desa pamannya kembali. Kita akan segera bersama Laras. Pikirnya.


" Ayo Johan kita kerumah paman Aji dulu." Kata papanya.


Mereka langsung menuju rumah Aji, papa Johan sangat rindu suasana seperti ini.


" Assallammualaikum." Serentak Johan dan mama papanya mengucapkan salam membuat yang didalam rumah keluar karena kaget.


" Wa'alaikumsallam." Senyum kebahagiaan terpancar dari wajah Aji.


papa Johan dan Aji saling berpelukan, mereka memang lama tak jumpa.


"Kenapa ndak ngabari dulu kalau mau kesini?"


" Kan kejutan." Jawab papa Johan.


Mereka akhirnya duduk melepas penat selama perjalanan dan juga mengobrol alasan mereka datang kesini.


" Kenapa kamu membawa orang tuamu kesini?"


" Seperti yang Johan bilang Paman, Johan akan membawa papa dan mama untuk meminang Laras."


Wajah Aji sudah berubah total, sedih begitu terpancar diwajahnya.


" Johan kamu yang sabar ya nak."


Johan menyatukan alisnya mendengar ucapan paman Aji yang belum dia pahami.

__ADS_1


" Maksud paman?"


papa dan mama Johan menyimak pembicaraan Anaknya dan Juga Aji.


" Pamankan sudah menasehati kamu berkali-kali tapi kamu tidak mau percaya."


" Aku tidak mengerti maksud paman."


" Laras itu bukan gadis baik-baik. Dia menghianati cinta tulusmu Han, Hari ini dia akan menikah dengan salah satu juragan beras di kampung ini."


" Gak mungkin itu paman." Wajah Johan sudah berubah total. Tak percaya namun ada raut kecewa mendengar ucapan Pamannya.


" Dan kamu tau, demi mendapatkan harta dia rela menikah dengan orang yang sudah mempunyai tiga istri."


papa dan mama Johan juga kaget mendengar cerita Johan lantaran sangat berbeda sekali sosok yang dibicarakan Johan selama ini.


" Sudah, sudah namun dia merobek suratmu setelah membacanya. Paman juga sudah mencoba bicara dengan Laras baik-baik namun dia tidak peduli."


Johan langsung berlari keluar rumah Aji, dengan terburu -buru dia berlari menuju rumah Laras.


"SAH. . .SAH. . .SAH. . ."


Johan mendengar suara orang yang menjadi saksi pernikahan Laras, Kakinya gemetar tak percaya dengan apa yang dia lihat dan dengar.


Air mata Johan menetes untuk pertama kalinya demi seorang gadis yang dia cintai.


banyak sekali pertanyaan di benak Johan.

__ADS_1


Kenapa?


kenapa?


Kenapa?


Dan banyak sekali yang tak bisa diungkapkan. Johan pergi dari entah kemana kakinya melangkah. Johan tak bisa menentukan langkah.


Sementara dirumah Aji dia mencoba menjelaskan kepada kedua orang tua Johan.


" Seperti yang aku bilang sebelumnya di telpon, dia memang bukan gadis baik-baik. Untung saja Johan tidak berjodoh dengannya, kalau tidak kasihan nanti Johan."


" Aku kasihan dengan dengan Johan pa, pasti kebahagiaannya hilang setelah ini, padahal dia sungguh bersemangat dan antusias membawa kami kesini."


" Bukankah kalian akan menjodohkan Johan."


" Ya tapi dia menolak."


" Mungkin kali ini tidak, setelah dia tau siapa Laras sebenarnya."


"Tidak dalam waktu dekat, kekecewaan Johan pasti butuh waktu untuk di sembuhkan." Kata Ayah Johan bijak.


Lama Johan tak kembali, Mereka takut Johan akan membuat keributan diacara Laras, dengan segera Aji menyusul namun dia tidak menemukan apapun. Acara Laras telah selesai namun masih banyak orang yang sliweran.


Aji langsung mencari di tempat lain namun tidak menemukan Johan. Aji kembali dengan rasa khawatir.


Johan masih duduk diam didalam masjid, setelah menunaikan sholat dia mengadu apa yang ada dalam hatinya. Johan hanya bisa pasrah tak mampu berbuat apa-apa lagi.

__ADS_1


__ADS_2