
Orang tua mana yang tega melihat anaknya bersedih terus menerus, sudah satu minggu berlalu, namun kesedihan Johan masih terlihat jelas diwajahnya.
Johan jarang sekali keluar kamar, makanpun tidak terlalu berselera. Keputusan dia untuk membuang semua kenangan tentang Laras tak langsung membuahkan hasil. Lantaran hatinya yang masih terus memikirkan Laras.
Bayangan saat dia melihat Laras menikahpun masih berkeliaran dipikirannya.
" Johan, jangan terlalu larut dalam kesedihan kamu. Seharusnya kamu bersyukur karena ALLAH menunjukkan kepada kamu siapa perempuan itu sebenarnya."
Johan diam.
" Ayah dan ibu sudah memutuskan untuk menikahkan kamu dengan Rossa, sebelum kamu kembali pada pekerjaan kamu."
Johan masih diam.
" Kediamanmu ini Ayah anggap kamu setuju, Ayah dan ibu akan menyiapkan semuanya."
Ayah Johan keluar dari kamar Johan. Johan mendengar semua yang dikatakan Ayahnya dan dia sangay mengerti. Johan juga sudah pasrah lantaran dia kembali mengingat janji yang ayahnya tepati untuknya dulu.
Kini adalah saatnya Johan membalas semua kebaikan orang tuanya, Johan pikir mungkin ini adalah jalan yang terbaik,melupakan Laras, berbakti kepada orang tua dan juga menikahi Rossa.
Hari berganti hari dilalui Johan dengan berat, hingga sampai di hari dimana pernikahannya telah ditetapkan.
Rossa terlihat sangat cantik dan anggun menggunakan kebaya putih untuk akad nikah, tidak ada resepsi karena Johan tidak mau mengadakan resepsi dan keluarga Rossa setuju dengan itu.
Ijab kabul sudah selesai dilakukan, tidak ada pembicaraan antara Johan dan Rossa, Johan hanya diam saja dan Rossa dia inging sekali memulai pembicaraan namun tak berani mengeluarkan kata-kata apapun.
Sesuai setelah yang disepakati Johan langsunh memboyong Rossa kerumah yabg telah dia siapkan untuknya dan Laras dulu, namun sekarang dia akan tinggal dengan Rossa wanita yang belum dia kenal dan tidak dia cintai.
" Mas." Dengan sedikit memberanikan diri Rossa memanggil Johan yang terdiam diruang tamu.
Johan hanya menoleh sebentar. lalu kembali menatap gambar yang ada dilayar televisi. Rossa mendekat.
"Belajarlah mencintaiku." Rossa
" Masuklah kekamarmu, aku ingin sendiri."
" Baiklah, aku mohon jangan tidur terlalu malam. Kamu harus menjaga kesehatanmu." Rossa lalu berlalu kedalam kamar.
__ADS_1
Johan memang meminta kamar yang terpisah dari Rossa dan Rossa tidak menolak akan hal itu karena tau jika Johan masih belum mencintainya.
Namun Rossa tau betul ini adalah doa yang telah dikabulkan oleh ALLAH untuknya, tiap malam dia selalu berdoa agar bisa berjodoh dengan Johan, dan kini doa itu sudah terkabul. Tinggal bagaimana dia membuat Johan jatuh cinta padanya. Itu mungkin butuh waktu tapi tidak apa-apa.
Pagipun menjelang saat hendak sholat subuh Rossa melihat Johan yang tertidur disofa, Rossa mendekat dan membangunkan Johan.
" Mas, bangun. Ayo sholat subuh."
Johan tidak merespon masih lelap dalam tidurnya. Tiba-tiba Rossa mengecup bibir Johan pelan dan tesenyum sendiri.
Tidak dosa kan? dia kan sudah halal untukku.
Rosssa kembali membangunkan Johan, " Mas, Mas Johan. ayo bangun sholat subuh dulu." Johan menggeliat mendengar suara Rossa.
" Sholat saja sendiri."
" Imami aku mas, ayok bangun."
" Malas ah," Rossa dengan berani menarik tangan Johan dan langsung membuat Johan membuka matanya kesal.
" Kamu berani sekali ya."
" Nggak mau."
" Sakit hati dan kecewa boleh mas, tapi jangan lupa bersyukur untuk setiap nafas yang masih kamu hembuskan" Johan terdiam.
Bearti dia tau tentang diriku yang sedang kecewa.
Dengan malas Johan melangkah dan menyiapkan diri untuk sholat bersama dengan Rossa.
Setelah sholat Rossa mencium punggung suaminya itu. Rossa melihat ada yang sedang dipikirkan oleh Johan.
" Ada menganggu pikiranmu mas?"
" Kamu tau kalau aku sedang kecewa?" Johan langsung bertanya tanpa basa basi.
" Aku tau kamu sedang patah hati, aku tau kamu menolak dijodohkan denganku karena kamu mencintai wanita lain, aku tau alasan akhirnya kamu menikah denganku karena kamu ditinggal menikah oleh wanita itu. Dan aku tau kamu tidak mencintaiku."
__ADS_1
Johan terkejut mendengar jawaban dari Rossa, dia diam sesaat melihat wanita yang sama sekali tida dia kenalnya.
" Lantas kenapa kamu mau menikah denganku?"
" Karena kamu mau menikah denganku."
" Ha?"
" Dengan kamu mau menikah denganku itu sudah cukup membuat usahaku lebih muda dalam mendapatkan cintamu."
Johan masih tidak mengerti.
" Aku akan membuatmu mencintaiku sama seperti aku mencintaimu, dan ALLAH sudah membantuku dengan jalan pernikahan kita."
" Tapi aku tida mencintaimu Laras."
" Bukan tidak mencintaiku mas, tapi kamu belum mencintaiku. Nanti kamu akan mencintaiku seperti aku mencintaiku."
Johan menghela nafas tidak menyangka wanita didepannya seberani ini, padahal saat dia pertama bertemu dengan Rossa dia melihat wanita itu sangat pendiam dan tidak terlalu banyak bicara.
" Kenapa? kamu heran kenapa aku seberani ini?"
Johan kaget, seakan Rossa bisa membaca pikirannya.
" Nanti kamu akan semakin mengenalku, aku tidak perlu menutupi apapun dari mas, karena kita akan hidup menua bersama jadi kita harus terbuka satu sama lain."
" Yakin sekali kamu?"
" Aku yakin nanti bakal kamu yang lebih jatuh cinta sama aku, Tolong biarkan aku membuatmy jatuh cinta padaku. Dan menjalani rumah tangga sakinah mawadah warrohma."
Johan berdiri setelah mendengarkan celoteh Rossa dia hendak meninggalkan musholah kecil yang ada dirumahnya.
" Mas."
Johan menoleh
" Maaf, tadi aku sudah mencuri bibirmu" Rossa tersenyum malu menutupi mukanya dengan mukenahnya.
__ADS_1
Johan kaget namun dia langsung menguasai diri dan pergi keluar.
Apa benar dia wanita alim anaknya kiyai, kenapa anaknya kiyai kok bringasan kayak gini.