
Johan clingukan didepan Sekolah Dasar yang ada didesa itu, pagi tadi dia sempat kerumah Laras namun dia tidak berani maju untuk bertemu dengan keluarga Laras, al-hasil dia hanya melihat dari kejauhan dan Johan melihat Sigit mengantar anak-anak berangkat sekolah.
Pelan Joha mengikuti Sigit dengan menggunakan sepeda motor pamanya, sampai akhirnya sampai didepan sekolah anak -anak. Johan nelihat dari jauh dan menunggu hingga waktu sekolah usai.
Setelah beberapa lama menunggu Johan menemukan apa yang dia cari, Ingin rasanya Johan menitihkan air mata melihat Chadi.
Johan berjalan menghampiri Chadi dan Sasi. Chadi terdiam setelah melihat orang asing kini berdiri didepannya.
" Paman siapa?"
Tanpa menjawab Chadi , Johan langsung memeluk anak itu. Chadipun heran, Sasi hanya menggaruk kepalanya dengan polos.
" Kamu sudah sebesar ini" Tutur Johan setelah melepas pelukannya dan mengamati Chadi.
" Maaf, paman saya tidak mengenal paman" Ucap Chadi dengan sangat sopan.
" Aku akan mengantar kalian pulang."
" Maaf paman, kami tidak mengenal anda dan kami bisa pulang se$ndiri." Ucap Chadi dengan tegas.
'Dia Sunggug anak yang dewasa, Laras mendidik anakku dengan baik' Batinya
Johan akhirnya membiarkan kedua anak itu pergi. Sampai dirumah Sasi langsung becerita kepada bundanya.
" Assallammualaikum. . ." Salam Sasa dab Chadi bersamaan.
"Wa'alaikumsallam" Sahun Laras kemudian dia keluat dari dalam kamar.
" Anak-anak bunda sudah pulang, bagaimana sekolahnya tadi?" Tanya Laras dengan senyum yang merekah.
" Bunda Laras, tadi disekolah ada paman-paman yang langsung meluk Chadi." ucap Sasi
__ADS_1
'DEG'
'Mas Johan'
" Bunda tenang saja, Chadi rasa dia bukan orang jahat kok, mungkin dia salah aja aku dikira anaknya"
" Kalian masuk ya, lain kali jangan dekat-dekat dengan orang yang tidak dikenal, biarpun kelihatannya baik tapi kan kita tetap harus waspada." Komando Laras.
" Baik Bunda" Serentak Chadi dan Sasi menjawabnya.
***
Johan kembali kerumah pamannya, namun sejak dia mengetahui kebenarannya Johan malas bertemu dengan pamannya. Johan langsjng memasuki kamar yang dia pakai.
Papa Johan yang melihat Johan kembali langsung menyusul Johan kedalam kamar kecil itu.
" Kamu dari mana?" tanya Papa Johan.
" Apa kamu kerumah Laras?"
" Tidak, aku diam-diam menemui anakku di sekolah tadi, aku bingung pa. Apa yang harus aku lakukan sekarang?"
" Sebaiknya kamu menikahi Laras."
Johan menatap Papanya. " Lantas bagaimana dengan Rossa? Aku merasa bingung sekarang,hatiku mengatakan aku harus bertanggung jawab kepada Laras, bagaimanapun juga dia adalah ibu dari anakku terlebih lagi dia begitu menderita akibat ulah pamanku sendiri."
" Namun aku juga bingung pa, bagaimana jika Rossa mengetahui semua ini, akankah dia bisa memerima."
" Nanti papa bantu bicara dengan Rossa."
Dengan tekat yang bulat malam ini Johan akan pergi kerumah Laras dengan ditemani papa Johan, bukan karena takut namun papa Johan ingin ikut.
__ADS_1
" Assallammualaikum. . ." Seruu Johan setelah dia sampek didepan rumah Laras.
" Wa'alaikumsallam. . " Jawab Rudi yang langsung keluar, betapa terkejutnya dia melihat sosok Johan yang telah 10 tahun lebih tidak bertemu dengannya.
Johan nampak lebih dewasa dan bekecukupan. Sementara Johan pu tak kalah kaget melihat Rudi yang semakin tua dan kurus, tak seperti dulu yang terlihat gagah.
" Bapak." Johan langsung menyalami Rudi lalu berlutut dikakinya. " Maafkan saya pak, Saya tidak ada niat untuk merusak kehidupan Laras, maafkan saya pak"
Rudi meraih pundak Johan agar Johan berdiri. " Bapak sudah mendengar semua dari Sigit, bukan salahmu nak. Ini semua karena kesalahan bapak sendiri." Rudi memeluk Johan.
'Andai bapak Laras tau jika dibalik semua tragedi ini adalah paman, pasti dia akan semakin membenci paman'
Laras tidak berani keluar dia hanya melihat Johan dari balik pintu kamarnya. Sementara Saras dan Sigit sudah berkumpul diruang tamu.
"Itukan paman yang tadi siang" Ucap Sasi yang selalu asal.
Chadi yang berada disebelah Sasi hanya melihat sosok pria yang tadi siang memeluknya, Chadi juga mengenali pria paruh baya yang tak lain adalah papa Johan.
" Chadi panggil ibumu nak." Perintah Rudi.
" Baik pak." Chadi langsung pergi memanggil Laras.
Rudi mempersilahkan Johan dan papanya duduk, sementara Saras sibuk menyiapkan suguhan sederhana untuk mereka.
" Saya sudah mendengar semua yang terjadi dari Sigit kemaren. Saya benar-benar tidak menyangka jika hanya karena kesalahpaman bisa berujung fatal." Ucap papa Johan.
" Saya yang bersalah atas semua yang terjadi, jika waktu itu saya tidak gegabah dan mau mendengarkan Laras jika nak Johan akan kembali semua ini tidak akan terjadi. Ini memang karena kekhawatiran saya karena Johan adalah keponakan Aji. Saya minta maaf.'
Laras akhirnya keluar dari kamar setelah dia dipanggil oleh Chadi. Dengan ragu Laras sampai diruang tamu. Johan yang menyadari kehadiran Laras langsung berdiri melihat Laras
Kedua insan itu saling diam hatinya berdetak kencang seakan bertemu dengan belahan jiwa mereka, bagaimana tidak, siapa yang tidak gerogi setelah sekian tahun tidak bertemu.
__ADS_1