
" Pantas saja bapak sampai seperti itu dek." Sigit terkejut mendengar cerita dari Saras,dia bahkan tidak menyangka masa lalu mertuanya sedikit menyedihkan.
"iya Mas, kasihan ibu."
" Semoga saja Johan tidak seperti paman Aji," Harap Sigit
Sementara Laras kini mulai bangkit dari keterpurukannya, keyakinan akan Johan membuay dia semangat menjalani hidup walaupun dia harus menunggu.
Laras tidak mau jika nanti calon mertuanya datang melihat dia seperti orang sakit, pucat dan kurus seperti tidak terawat. Setelah sholat isya' Laras memakan kiriman makanan yang telah disiapkan oleh ibunya.
" Laras kamu ndak papa nak?" Tanya Desi yang melihat anaknya begitu bahagia padahal dia tau hati anaknya sedang tidak baik-baik saja.
" Apa maksud ibu? aku hanya mencoba memjadi diriku yang dulu bu,aku baik-baik saja." Laras tersenyum lalu memeluk ibunya.
" ibu ndak usah terlalu banyak mikir ya, "
" Mbak mu tadi kesini, mbak sudah bicara sama ibu dan dia bilang lelaki itu akan kembali dengan orang tuanya."
Laras tersenyum " Johan buk, namanya mas Johan."
"iya, Johan."
" Ibu akan mencoba membuat bapakmu mengulur waktu untuk perjodohanmu namun ibu tidak bisa menjanjikan apa-apa, semua keputusan ada di tangan bapak."
" Terimakasih bu sudah mau ikut percaya kepada mas Johan."
...****************...
......Di sebuah kota tempat tinggal Johan......
"Assallammualaikum. . ."
" maaa. . . pa. . . Johan pulang" Seru Johan menggema disetiap sudut rumah megah itu.
Johan tak menemukan siapapun yang menyambutnya. Pada kemama semua ini orang? Johan hanya menggerutu sambil duduk di kursi ruang tamu. Tak lama kemuadian Johan mulai membaringkan badannya. Ya, sepertinya Johan memang sangat lelah, perjalanan yang hampir dua hari dalam bus itu sangat melelahkan. Andai saja di tempat paman Aji ada bandara mungkin tidak akan seribet ini.
" Johan... Jo, Bangun. Johan" Suara lembut itu masuk ketelingah Johan dengan lembut, Suara yang dia rindukan kehangatannya.
"Johan, bangun sayang" Kembali suara itu ia dengar samar-samar.
__ADS_1
" Johan!!! Mau sampai kapan kamu tiduran disini." Suara bariton yang menggema itu langsung membuat mata Johan terbuka lebar.
Johan langsung duduk dan berdiri dengan bersamaan. "mama, papa"
Johan langsung memeluk mamanya dengan erat, Dia sangat merindukan kasih sayang ibunya.
" sudah lepas, kamu sudah besar."
" Kapan kamu pulang?" tanya papa Johan dengan santai
" Tadi sore, kalian dari mana aja sih?"
"Nanti ceritanya, sekarang kamu masuk kamar mandi dan bersihkan diri kamu, dan langsung turun lagi ya kita makan malam bersama."
" Siap bos cantik"
Johan langsung masuk dengan membawa tas ranselnya, sememtara mama Johan langsung menyiapkan makan malam untuk anaknya.
Tak butuh waktu lama akhirnya Johan turun untuk makan malam, Johan sudah kangen sekali dengan masakan mamanya yang sangat istimewa, hehehe anak mana yang tidak mengistimewakan masakan orang tua.
" kamu kenapa kembali kan libur kamu masih kurang satu bulan." Tanya papa Johan dengan santai.
" Gombal." timpal mama Johan
" Jangan kamu kira papa tidak tau, kamu bersikap manis karna ada maunya kan?"
" papa memamg paling the best,"
" kamu minta apa?"
" pa, ma" panggil johan disertai menatap kedua orang tuanya bergantian.
" Johan ingin memgajak papa dan mama ke kampungnya paman Aji."
papa dan mama Johan diam untuk menyimak.
" Johan ingin mama dan papa meminangkan seorang gadis untuk Johan, Joham sangat mencintai dia ma, pa."
mama dan papa Johan masih diam.
__ADS_1
" Dia gadis yang baik, dan dia istimewa untuk Johan, dia gadis yang mampu membuat Johan jatuh cinta hanya dalam sekejab"
kembali mama dan papa Johan hanya diam dan menyimak.
" Ma, pa! kenapa diam saja. Johan serius ingin menjalin hubungan ini."
" hmm" Papa Johan mulai angkat suara.
" Kamu tidak bisa menilai orang hanya dalam hitungan bulan Johan, kamu baru mengenal dia. Bisa saja dia hanya pura-pura baik di depanmu."
" Tidak pa, dia baik alim, sopan dan santun. Dia istri idaman Johan."
" Johan." panggil mama Johan.
" Makan dulu sayang, habiskan makananmu dan segera tidurlah, besok kita bahas lagi, masalah meminang gadis bukan masalah sepele. kita bicarakan dengan tenang"
Johan langsunh berdiri, tanpa melanjutkan makannya dia langsung hengkang pergi kekamarnya. Suasana yang begitu hangat menjadi tidak karuan.
Johan ingin marah , ingin dia teriak, dia harus bisa menyakinkan mama dan papa nya jika tida keburu Laras akan dijodohkan.
...****************...
...dikamar papa dan mama Johan...
" bagaimana kita akan menjelaskan kepada Johan pa,?"
" biar papa besok yang menjelaskan"
" tapi apa papa yakin yang dikatakan Aji itu benar."
"Apa untungnya Aji berbohong kepada kita ma, justru dia tidak ingin jika Johan terjerat oleh perempuan kampung yang sok suci."
" tapi mama tidak yakin."
" Pokoknya papa tidak mau jika Johan menikah dengan perempuan kampung itu, lagian kamu tadi lihat sendiri kan perempuan yang kita carikan untuk Johan."
mama Johan menganggukkan kepala sambil mengingat sosok perempuan pilihan suaminya untuk Johan.
" Dia cantik dan juga islami, wanita sholeha".
__ADS_1
...BERSAMBUNG...