Masa Lalu

Masa Lalu
Saran Sigit


__ADS_3

Belum hilang kesedihan yang dirasakan keluarga Laras kini datang masalah baru, Keluarga pak lurah yang membatalkan rencana pernikahan secara sepihak membuat keluarga Laras kalang kabut.


Sebenarnya bukan salah pak Lurah juga jika membatalkan pernikahan ini, keluarga mana yang mau menikahkan anak semata wayangnya dengan gadis yang hamil di luar nikah.


Ya Allah, hamba memang salah, hamba memang melakukan dosa besar tapi tolong jangan hukum orang tua hamba ya allah. Laras berdoa dalam sujudnya.


Rudi mulai putus asa, gosip pun sudah mulai menyebar dikampung mereka. Entah dari mana gosip itu berasal yang jelas sekarang keluarga Laras menjadi topik hangat.


Ada yang merasa iba dengan Laras namun juga ada yang mencibir tidak suka.


Sok alim, padahal murahan.


Ternyata dia sudah kena batunya merayu orang asing.


Salahkan orang tuanya yang tidak bisa mendidik anak dengan becus.


Berbagaimacam omongan orang yang menusuk dibelakan keluarga Rudi, yah memang para tetangga selalu seperti itu dimanapun yang namanya tetangga jika sedang bergunjing selalu lupa diri.


Lupa dengan kalakuan baik yang digunjingnya,yang di ingat hanya kesalahannya saja, parahnya lagi para penggunjinh itu selalu bermuka dua, baik didepan tapi mencibir di belakang.


" Pak ibu sudah tidak kuat pak, rasanya dada ibu sesak memikirkan beban ini." Desi mengelus dadanya suaranya lemah tak bertenaga.


"Bu, ibu jangan terlalu berfikir keras biar bapak yang mencari jalan keluarnya."

__ADS_1


" Ibu ndak sanggup nanggung aib ini pak."


Laras berlari menghapiri ibunya dan kembali bersimpuj dikaki ibunya. berualang kali Laras meminta maaf, Laras sungguh memyesal namun berulang kali dia menyesal dan meminta maaf atas apa yang terjadi tidak akan bisa memutar waktu.


Pikiran Laras sekarang sudah tidak fokus pada Johan lagi, hanya melihat keadaan keluarganya begini sudah membuatnya banyak pikiran. Laras sudah benar-benar pasrah.


" Nikahkan aku dengan siapa saja pak, Laras pasrah."


Kata-kata yang diucapkan Laras terdengar langsung oleh Saras dan Sigit yang baru saja datang,


"Apa maksudmu dek? mbak gak akan biarkan masa depanmu hancur begitu saja."


" Terus mau bagaimana mbak? Menunggu lelaki yang sudah jelas tidak akan kembali karena berulang kali di tolak oleh bapak, bahkan bapak mempermalukan dia didepan umum, mbak berharap Johan akan kembali."


" Bukan begitu maksud Laras pak."


" Jika bukan karena kamu yang terlena oleh rayuan lelaki itu kamu tidak akan sampai melakukan zina." Rudi tersulut emosi.


" Maafkan Laras pak.hiks hiks"


Tanpa peduli dengan tangisan Laras, Rudi langsung keluar rumah entah kemana.


" Bu. . . " Laras menoleh pada ibunya namun Desi segera bangkit dan masuk kekamar serta menutup pintu rapat-rapat.

__ADS_1


" Mbak Saras." Laras langsung berlari memeluk Saras, tanpa mengadupun Saras paham apa yang dirasakan Adiknya.


" Sabar dek, badai pasti akan berlalu. percayalah"


Sigit merasa cemas bukan karena Laras saja melainkan cemas dengan calon anaknya, Namun tiba-tiba sigit terpikirkan jika usia kehamilan Laras dan Saras tidaklah beda jauh. Jadi mungkin . . .


Sigit mendapatkan ide yang menurutnya itulah yang terbaik.


***


"Jadi mas Sigit memintaku tidak mengakui anakku sendiri." Ucap Laras setelah mendengar saran Sigit.


Sigit menyarankan jika anak Laras Lahir biarlah menjadi anak Saras dan Sigit, Anak itu akan di diakui menjadi anak Sigit dan Saras dan jika Laras setuju di akta kelahiran juga anak itu akan diakui menjadi anak Saras dan sigit.


Namun nyatanya Laras menolak semua itu, dan bilang jika itu anaknya seberat apapun keadaannya nanti dia akan membesarkan anaknya dengan atau tanpa ayah.


Menikah atau tidak itu akan tetap dilalui Laras dengan membesarkan anak itu.


...BERSAMBUNG...


...**ASSALLAMMUALAIKUM SEMUA, TERIMAKASIH BUAT KALIAN YANG SUDAH KISAH LARAS DAN JOHAN SAMPAI DI BAB INI. AKU ALENDRA INGIN MINTA DUKUNGAN DARI KALIAN, JADI JANGAN LUPA LIKE + VOTE + KOMENTAR KALIAN AKAN SANGAT MEMBANTUKU ...


SELAMAT MENUNGGU KISAH SELANJUTNYA.♥️♥️**

__ADS_1


__ADS_2