Masa Lalu

Masa Lalu
Nasi sudah menjadi bubur


__ADS_3

Laras terdunduk tanpa mampu menatap seluruh anggota keluarga yang sedang berkumpul. Mata Laras sudah bengkak akibat menangis berkepanjangan.


" Berulang kali bapak memperingatkan kamu nduk tapi kamu sekali ndak mau dengar apa yang bapak katakan."


" Bisa-bisa nya kamu berzinah dan malah sekarang kamu hamil, Kamu sudah mempermalukan keguarga."


" Bapak dan ibu mendidikmu bukan untuk dipermalukan seperti ini, Apa kata tetangga nanti, mau ditaruh dimana muka bapak ini."


Ibu Laras juga diam, dia sudah kehabisan kata-kata, hatinya hancur kepercayaan besar yang telah dia berikan kepada Laras terhianati. Sementar Rudi terus menghardik Laras tanpa henti.


Disisi lain Sigit dam Saras merasa kasihan kepada Laras, Saras pun merasa bersalah karena dia telah menghilangkan alamat rumah yang telah diberilan oleh Johan.


" Pak maafkan Sigit, apa boleh sigit berbicara." Sigit mencoba membuka suara. Rudi hanya menatapnya tanpa menjawab. Bulu kidik Sigit sampai berdiri melihat tatapan Rudi.


" Sebelum Johan pergi sebenarnya Johan memberikan alamat rumah dan juga nomer telepon. Dia bilang ini untuk mengabari dia jika ada yang mendesak."


Wajah Rudi sedikit berubah seakan menemukan secercah harapan." Mana alamatnya?" Tanya Rudi segera.


" Maafkan Saras pak, Saras tak sengaja mengihilangkannya. Saras lupa menaruhnya dimana." Jawab Saras sedih.


" Ya ALLAH." Rudi menghela nafas.


" Pak, Laras yakin mas Johan akan menepati janjinya. dia akan datang untuk Laras dan juga bayi ini." Laras mengelus perutnya.


" Jangan bicara omong kosong Laras."


" Sigit ayok kita kerumahmu, kita cari alamat Johan sampai ketemu. Aku tidak bisa membiarkan anak ku hamil tanpa suami."

__ADS_1


Sigit mengikuti kemauan mertuanya, Sigit sendiri berharap agar alamat rumah yang telah ditulis Johan bisa ketemu dan mereka akan segera menghubungi Johan. Sigit masih sangat yakin kepada Johan, namun tidak degan paman Aji...


...****************...


Sampai malam tiba Rudi dan Sigit mencari secuil kertas tersebut hingga rumah Sigit berantakan seperti kapal pecah namun tak menemukannya.


" BRENGS*K". Rudi terus mengumpat tidak karuan.


"Maafkan aku dan Saras pak."


" Sudahlah nasi sudah menjadi bubur."


Sigit dan mertuanya kembali kerumah , Saat mereka tiba Laras sedang memohon ampun kepada ibunya namun ibunya hanya diam. " Maafkan Laras bu, sungguh maafkan Laras."


" Sudahlah, percuma kamu menyesal toh tidak akan ada yang berubah. Sekarang yang harus kita pikirkan bagaimana kamu kedepannya." Ucap ibu Laras namun tanpa memandang Laras.


" Bagaimana pak apa ketemu?" tanya Saras.


" Tidak ada."


" Apa kita gugurkan saja anak itu." Ucap bapak Laras tiba-tiba.


" TIDAK!" Bantah Laras." Laras tidak mau menambah dosa." Lanjutnya.


" Tidak usah ngomong dosa kamu."


" Saya mohon pak, jangan mengugurkan bayi ini, tolong pak dia tidak berdosa." rengek Laras.

__ADS_1


" Kalau begitu kau harus cepat-cepat menikah dengan Hasan."


" Tidak pak!" Laras masih menolak


" Hanya ada dua pilihan Laras, kau menikah dengan Hasan atau kau mengugurkan anak itu." Setelah mengatakan hal demikian Rudi langsung pergi kamar disusul dengan Desi.


Kedua suami istri itu menangis namun saling menguatkan, musibah yang menimpa mereka sungguh memalukan.


Sementara Laras masih ditemani dengan Sigit dan juga mbak. Saras.


" Apa yang harus aku lakukan mbak, apa?"


" Maafkan mbak dek, bapak memberikan pilihan yang sangat sulit."


" apa Mas Johan benar-benar tidak akan datang mbak."


" Ini sudah hampir satu bulan Laras namun tidak kabar darinya, lebih baik kau jangan memikirkan Johan lagi."


" Sebaiknya kau menikah dengan pilihan bapak dek" Saran Sigit.


...****************...


Aji membaca surat yang baru saja sampai ketangannya, ya. . . surat kedua dari Johan telah sampai bahkan Aji sudah membacanya. Aji tidak akan membiarkan Johan datang kembali beserta kedua orag tuanya hanya untuk Laras.


Aji akan melakukan apapun agar Johan tidak sampai menikah dengan Laras, setidaknya dendamnya kepada Rudi akan terbalas kepada anaknya.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2