
" Mau apa kau kesini malam malam?" Tanya Sigit dengan sengit setelah melihat siapa tamu yang datang malam malam menganggunya.
" Aku mau bicara denganmu dan mbak Saras."
" Apa kamu tidak tau malu masih saja menganggu kami dan juga Laras."
" Apa kamu tidak mau aku bertanggung jawab terhadap adik iparmu dan meninggalkannya begitu saja."
Deg.
Ucapan Johan langsung menbuat Sigit tersadar, bagaimana jika Johan pergi meninggalkan Laras yang sudah tidak gadis lagi, terus nasib apa yang akan dialami Laras.
" Masuklah"
Akhirnya Sigit mempersilahkan Johan masuk serta memanggil isrinya untuk ikut berbicara.
"Jadi apa rencanamu? kamu tau sendiri kan Bapak tidak suka dan tidak merestui hubunganmu dengan Laras." Tanya Sigit dengan serius.
" Aku akan pulang dan mengajak orang tuaku untuk datang kesini secara resmi meminang Laras." Jelas Johan.
" Bagaimana kami bisa yakin jika kau tidak akan meninggalkan Laras? Bisa saja setelah kau pergi dari sini kamu tidak akan kembali." Tanya Sigit.
" Jika memang aku berniat jelek, aku tidak akan berjuang seperti ini, dan untuk apa aku kesini mendingan aku langsung kabur."
Saras dan Sigit saling pandang merasa benar apa yang di ucapkan Johan.
__ADS_1
"Kapan kamu akan mengajak orang tuamu kesini?"
" dua minggu lagi aku akan pulang dab aku akan segera mengajak mereka kesini, mereka akan langsung setuju."
" Jika mereka menolak?" tanya Saras.
" Tidak akan, mereka selalu setuju dengan keoutusannku"
" Kenapa harus menunggu dua minggu."
" Aku masih belum bisa meninggalkan Laras begitu saja, hatiku berat. belum lagi pikiranku kacau saat tau dia akan dijodohkan. Bagaimana jika saat aku pergi dia di nikahkan dengan pria lain."
" Bagaimana Laras akan menolak keputusan Bapaknya? Setidaknya aku akan memastikan jika Laras tidak akan di jodohkan." lanjut Johan
" Bodoh!" ucap Sigit.
Johan dan Saras nampak berfikir apa yang diucapkan Sigit.
'benarkah begitu? tapi apa yang dikatakan Sigit ada benarnya. sebaiknya aku segera pulang dan membawa orang tuaku kesini.'
" Baiklah, aku akan pulang dan membawa orang tuaku kesini." ucap Johan kemudian.
" Jangan kau sampai ingkar janji, ingat adikku sudah memberikan mahkotanya kepada mu." ucap Saras agar Johan tidak ingkar pada janjinya.
" tenang saja mbak, bolehkan aku meminta kertas dan alat tulis."
__ADS_1
" untuk apa?"
"aku ingin menulis alamat rumahku dan juga menulis surat untuk Laras."
" tunggulah."
Saras melangkahkan kakinya kekamar mengambil keperluaan yang diminta oleh Johan dan tak butuh waktu lama Saras kembali.
Johan menerima lembaran kertas yang diberikan oleh Saras. Dengan serius Johan menulis surat untuk Laras.
Sementara Sigit dan Saras sama sama memperhatikan Johan degan serius.
' Semoga kau akan menepati janjimu Johan, jika tidak aku akan mencarimu dan menghukum mu sendiri dengan tanganku' Batin Sigit
'Apa Johan bisa dipercaya?bagaimana jika dia tidak kembali sementara Laras dia sudah. . .'
Saras membuyarkan pukirannya tidak mau berprasangka buruk kepada Johan.
" Sudah selesai" Johan menyerahkan dua kertas yang satu sudah di lipat rapi dan yang satu di biarkan terbuka.
" ini alamat rumahku mbak, alamat sudah lengkap. Jangan khawatir aku tidak bertanggung jawab." Johan menyodorkan kertas berisi alamat rumah Johan.
"Dan yang ini tolong berikan kepada Laras."
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
...Hayoo ada yang bisa nebak nggak nasib saras bagaimana? Apa Johan akan benar - benar bertanggung jawab?...