
Sudah dua hari Laras terbaring dirumah sakit, Rudi datang menggantikan Saras dan juga Sigit yang berjaga malam. Karena mereka merahasiakan semua ini dari Desi lantaran tak mau Desi kembali syok.
Rudi menatap anak bungsu nya dengan kondisi penuh luka lebam, dia selalu menangis jika melihat kondisi Laras. Janin yang dikandung Laraspun baik-baik saja kata dokter.
"Pak..." Panggil Laras yang baru saja membuka matanya.
"Laras. . .Laras kamu sudah sadar nak, jangan bicara dulu, kamu harus banyak istirahat nak."Guyuran air mata tak dapat dibendung lagi dari kelopak mata Rudi.
" Laras baik-baik saja pak, Bapak jangan menangis." Laraspun meneteskan air mata dan terisak.
"Maafkan bapak nak, maafkan bapak."
"Bukan salah Bapak, ini sudah takdir Laras pak."
"Tidak nak,tidak"
Rudi memeluk Laras erat perasaannya bercampur aduk. Tanpa mereka sadari wanita paruh baya yang tidak lain adalah Desi ibu Laras berdiri diambang pintu kamar Laras.
Air matanya mengalir begitu saja mendengar pembicaraan Laras dan ayahnya,ditambah melihat kondisi Laras yang sangat memprihatinkan.
" Apa yang sedang terjadi?" Suara Desi pelan namun dengan raut muka yang sangat syok melihay keadaan Laras.
"Ibu" Laras menahan air matanya untuk terjatuh, sementara Rudi langsung menghampiri istrinya.
" Kenapa kamu kesini?"
__ADS_1
Langkah Desi mendekat kepada Laras, " Apa yang terjadi nak? Kenapa kamu bisa seperti ini?" Tanpa menunggu jawaban Laras Desi langsung memeluk Laras dengan erat, sangat erat namun tiba-tiba pelukan itu menjadi renggang dan tiba-tiba Ibu Laras melepaskan pelukan itu lalu terjatuh pingsan di bawah ranjang tidur Laras .
Rudi langsung kaget histeris dan berteriak memanggil dokter,Laras pun terlihat panik wajahnya langsung pucat pasti kekhawatiran mengikuti dirinya .dia berharap jika tidak akan terjadi sesuatu yang buruk kepada ibunya.
***
Rudi dengan cemas menunggu dokter sedang memeriksa istrinya di ruang ICU ,pikirannya meracau kemana-mana.
"Ya Allah selamatkanlah istriku jangan sampai terjadi sesuatu yang buruk kepadanya ya Allah."
Tak lama kemudian Sigit dan Saras pun datang setelah menerima kabar dari bapak mereka,
"apa yang terjadi kepada Ibu Pak? kenapa ibu bisa sampai di sini ?" Saras langsung bertanya kepada bapaknya.
" Bapak juga nggak tahu Nduk, tiba-tiba ibumu sudah ada di depan kamar Laras dan melihat keadaan Laras kemudian ibumu langsung pingsan "
"sebaiknya kamu ke sana dek temani Laras, Kasihan dia sendirian tapi hati-hati ya ingat kamu juga sedang hamil." Saras mengangguk atas perintah suaminya langsung bergegas menuju ke kamar Laras dirawat .
" Mbak Bagaimana keadaan ibu mbak?Ibu kenapa? ibu baik-baik saja kan ?"
Saras berusaha kuat menahan air matanya, dia tidak ingin jika Laras semakin khawatir dengan apa yang terjadi." kamu tenang ya Dek tidak akan terjadi apapun pada ibu kita akan berkumpul lagi sekeluarga " Saras memeluk adikya,mengusap punggung dan kepala adiknya dengan pelan keras menenangkan Laras, padahal dirinya sendiri pun sedang sedih hatinya takut pikirannya kacau .
Sementara di tempat lain di dalam rumah sakit Rudi dan Sigit masih menunggu dokter keluar dari ruang ICU Rudi terlihat mondar-mandir sementara sigit dia duduk dengan menutup wajah dengan tangannya .
"Bagaimana keadaan istri saya dok dia baik-baik saja kan ?"cercah Rudi kepada dokter yang keluar dari ruang ICU .Sigit yang duduk juga ikut menghampiri dokter.
__ADS_1
"Mohon maaf Bapak kami sudah berusaha maksimal namun Ibu Desi terkena serangan jantung bisa diselamatkan " perang dokter
" IBUUUUUU. . .*Rudi langsung menerobos masuk ke dalam ruangan dan melihat istrinya sudah tertutup dengan kain putih,
Sigit pun tak kuasa membendung air matanya,Rudi menangis sejadi-jadinya memeluk istrinya erat-erat Namun semua itu tidak akan bisa menghidupkan istrinya kembali .
****
Proses pemakaman pun telah selesai semua warga pun telah kembali ke rumahnya masing-masing hanya tinggal keluarga Rudi saja yang masih di tempat pemakaman, Rudi melihat ke makam istrinya lalu dia melihat ada wajah anaknya Laras ,penuh dengan lebam luka itu tidak akan bisa langsung sembuh .
"jika aku tidak memaksakan kehendakku Aku tidak akan melihat anakku menderita seperti ini ,aku juga tidak akan kehilanganmu Desi ,semua memang salahku jawab atas semuanya "
"Mari kita pulang semuanya Biarkan Ibu beristirahat dengan tenang ". Sigit mengajak semua keluarganya pulang
Laras hanya diam saja air mata yang kini sudah kering berita duka ini sungguh mengejutkan baginya.
"Ini semua salahku Jika Aku tidak percaya dengan Johan,jika aku tidak melakukan dosa itu pasti aku pasti bisa berkumpul dengan ibu dan keluargaku dan masa depanku pun tidak akan hancur Johan b******n"
Laras dan bapaknya saling menyalahkan diri sendiri mereka semua menyesali apa yang mereka perbuat dan terus berandai-andai dalam kesedihan .
Sementara dari sudut lain ada yang mendekat ke makam Desi setelah keluarga Rudi pergi ,Aji benar-benar memastikan jika keluarga Rudi sudah pergi dari makam baru dia mendekat ke makam Desi .duduk di sampingnya dan meneteskan air mata .
"bukan seperti ini yang aku harapkan Desi ,harusnya Rudi yang menderita,jika ada yang harus pergi itu Rudi bukan kamu ,mencintaimu Desi sampai kapanpun "
Sebelum Aji pergi pun tempat membacakan Surat Yasin untuk makam Desi ,setelah pikirannya tenang Dia berjalan dengan penuh kesedihan menuju rumahnya .Aji hanya merasa sedih atas kepergian Desi namun dia tidak pernah menyesal atas perbuatannya selama ini .
__ADS_1
Bersambung