Masa Lalu

Masa Lalu
Mual


__ADS_3

......DESA LARAS......


Sementara ditempat lain Laras sedang menunggu kabar dari Johan, namun apa daya dia hanya bisa pasrah menunggu entah sampai kapan Johan akan kembali.


Menunggu bukanlah hal mudah disaat kita sendiri tidak tau apakah akan membuahkan hasil atau malah sia-sia. Sama halnya dengan Laras dia hanya mengumpulkan semua keyakinannya untuk percaya kepada Johan, jika dia akan kembali membawanya.


malam ini Saras sudah berpamitan dengan bapaknya jika dia akan menginap dirumah Saras, dan untungnya Rudi mengijinkan.


Kakak beradik ini berjalan kaki berdua sepulang dari masjid setelah menunaikan sholat isya. Mereka meninggalkan Sigit yang masih ada acara tasyakuran dimasjid.


"Mbak."


"Hmm"


" Pasti mbak sebentar lagi kebahagiaan mbak lengkap sekali, mbak sudah menikah dengan lelaki yang mbak cintai, mendapat restu orang tua dan sebentar lagi mbak juga akan mempunyai anak."


Saras mengelus perutnya yang masih belum menonjol sama sekali. " Kebahagiaan mbak akan semakin lengkap jika melihat adek mbak yang satu ini juga bahagia". Kata Laras sambil mencubit pipi Laras gemas.


" hallo anak cantik-cantik. . ." Sapa mbak Sri wanita yang sedikit gangguan mental.


" Kasian kamu nak, semoga nasibmu tidak sama seperti ku." ucapnya asal sambil melihat Laras.


" Apa maksud mbak Sri?" Tanya Saras seakan tidak terima.


"Makanya jangan mau dibohongi laki-laki, semua laki-laki itu jahat. . . hahahahhahaha" lanjutnya berucap dengan asal dan tertawa kemudian pergi berlalu dengan riang sambil melompat-lompatkan kakinya bak anak kecil.


Laras terdiam, sesaat dia ingat kisah yang membuat mbak Sri itu menjadi setengah gila, dan Laras juga ingat dosa yang telah dia lakukan dengan Johan. Lelaki yang baru saja dia kenal.


" Laras." Panggil mbak Saras namun Laras tetap diam dalam lamunannya.


" Dek." panggilnya lagi dan kini mampu membuay Laras tersadar.

__ADS_1


" Kamu kenapa?" Laras diam tak menjawab wajahnya pucat.


" Apa aku akan bernasib sama seperti mbak Sri." Sedihnya.


" Ngomong apa kamu?, lagian ayok sudah malam kita harus segera pulang." Saras menarik tangan adiknya dia tidak mau Laras berfikiran macam-macam.


Malam ini Laras sangat susah untuk memejamkan mata, bukan karena dia menginap dirumah Saras namun karena kata-kata mbak Sri yang membuat dia takut.


Dia sudah terlanjur menyerahkan mahkotanya kepada Johan, tapi bagaimana Jika Johan tidak kembali? Begitu banyak hal yang membuat Laras kepikiran.


...****************...


Suara masjid sebelum adzan subuh membangunkan Laras dan Saras. Kedua perempuan itu langsung bersiap-siap sholat berjamaah dirumah, Sementara Sigit dia sudah berangkat kemasjid.


Laras dan Saras langsung pergi kepasar untuk membeli keperluan dapur mereka. Saat memilih milih sayur Saras menyadari jika adiknya kelihatan pucat.


"Laras."


" Kamu sakit?"


" Aku baik-baik saja mbak."


" Kamu kelihat pucat."


"Enggak mbak, aku nggak papa."


" Ya sudah ayok kita kembali."


Saras bergegas mengajak Laras kembali pulang, dia tau jika adiknya itu tidak baik-baik saja dan Laras sengaja menyembunyikan rasa sakitnya agar dia tidak khawatir.


Sesampainya dirumah Saras, dia langsung menyuruh adiknya untuk isrirahat namun Laras terus menolak, Laras tak enak hati jika membiarkan kakaknya menyiapkan sarapan sendirian, yah. . . walaupun Laras tau jika kakaknya sudah terbiasa akan hal itu.

__ADS_1


" Sudahlah kamu tidur sana, nanti kalo sudah siap mbak bangunin."


" Pamali mbak, tidur pagi- pagi nanti rrjekinya dipatok ayam."


" Ayamnya sudah mati kakak goreng buat makan kita." Gemas Saras.


"ih kakak emang ayam cuman satu."


"Sudah, sudah bawa nasi ini ke meja makan." Saras memberikan sebakul nasi putih kepada Laras.


Hoek. . .hoek. ..


Namun saat Laras menerima bakul nasi tersebut tiba-tiba dia ingin muntah.


" Kamu kenapa?"


" maaf mbak, bau nasinya tidak enak."


" Ha. . .?" Saras mengambil bakul nasi dan memeriksanya.


" Nasinya gak papa kok, lagian kan ini baru saja matang Laras."


hoek. . hoek. . .


Laras langsung lari kekamar mandi dan memuntahkan isi perutnya yang masih kosong, al hasil hanya rasa mual saja hingga menjalar pusing di kepala.


......**BERSAMBUNG......


...hay apa kabar readers? semoga kalian suka dengan kelanjutannya ya....


...jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya setelah membaca per episodenya....

__ADS_1


...terimakasih**....


__ADS_2