Masa Lalu

Masa Lalu
Surat Johan


__ADS_3

...Assallammualaikum, Laras....


...Saat kamu membaca surat ini aku yakin aku sedang dalam perjalanan pulang kerumah ku untuk menjemput orang tuaku. Aku harap kamu mau bersabar sedikit dan juga bertahanlah aku akan kembali membawamu bersamaku, aku pasti mendapatkan restu dari orang tuamu....


...Aku sangat mencintaimu Laras tidak ada perempuan yang membuatku jatuh cinta selain kamu, aku memang tidak bisa menjelaskan alasannya karna cinta memang tak butuh alasan perasaan itu datang tiba-tiba....


......Aku sama sekali tidak mempermainkanmu aku harap kamu percaya kepadaku, walaupun kita baru kenal tapi cintaku sangat dalam. Aku yakin Allah akan mempermudah niat baik kita. ......


...Jangan pernah meragukan aku Laras, dan ya... aku ingatkan sama kamu jangan sampai kamu tidak makan terakhir aku bertemu dengan kamu, kamu sangat kurus dan pucat, jangan siksa diri kamu ya sayang karena kita akan bahagia bersama....


...berjanjilah untuk tersenyum terus, doamu akan selalu membawaku kembali kepadamu....


...salam sayang...


...Johan...


...Laras tersenyum setelah membaca isi surat dari Johan, Kini Laras mempunyai harapan untuk kebahagiannya. Setidaknya kini dia bisa tersenyum yang perlu dia lakukan adalah mengulur waktu agar orang tuanya tidak jadi menjodohkan dia....


...Saras melipat kembali surat itu dan menyimpannya dalam lemari pakaiannya....


...Menyadari sudah waktunya sholat dhuhur,Laras langsung mengambil perlengkapan sholat dan bertayamum, mau bagaimana lagi dia masih dikunci didalam kamar sedangkan orang tuanya belum kembali....


...****************...


......Malam hari dirumah Saras.......


" Jadi bapak sampai mengurung Laras?" Sigit nampak terkejut mendengar cerita dari istrinya.


" Aku harus bagaimana mas? kasihan Laras mas, aku ndak tega melihat keadaannya. Pucat, kurus, murung. menyedihkan"


Sigit memeluk Saras dan mengelus kepala istrinya itu. " Kamu juga jangan banyak pikiran,ingat kamu lagi hamil."


" Oh iya, ayo mas kita ke bidan untuk memastikan apa aku benar- benar hamil arau cuman telat." Saras langsung ingat dengan kondisinya.


" iya, "


" Nanti kalo pulangnya tidak kemalaman mampir kerumah bapak ya mas"


Sigit menganggukkan kepalanya tanda setuju setelah itu mereka bersiap ke bidan dan yah... memang benar mungkin lagi musim hamil, dibidan antrinyq sampai membuat Saras dan Sigit jenuh.


satu menit. . .

__ADS_1


sepuluh menit. . .


lima belas menit. . .


tiga puluh menit. . .


" Lama juga ya dek." ucap Sigit yang sudah mulai bosan.


" Sabar ya mas,"


" Demi kamu antrian satu tahun pun aku jalani dek." gombal Sigit.


" Setaun apanya mas, ini baru setengah jam aja mas udah bosan."


Sigit nyengir mendengar ucapan Laras.


" eh dek, tau gak mitos tentang orang hamil?" Sigit mulai mengalihkan.


" apa?"


" orang hamil itu nular dek, kamu paling ketularan orang yang lagi hamil di kampung kita," ucap Sigit.


" ya bisa jadi nanti kamu yang nularin ke orang" Sigit mulai melantur dengan nyengir dia mencoba menghilangkan kebosannya.


satu jam. . .


Satu jam setenga...


dua jam. . .


"Ibu Saras." Terdengar nama Saras dipanggil oleh bagian pendaftaran.


Saras mengembangkan senyumnya dan segera berdiri disusul oleh Sigit. " Akhirnya.." gerutu Sigit setelah menunggu beberapa lama.


"Selamat malam ibu Saras?"


Saras menjawab dengan senyumannya. " malam dok"


" Sudah pernah periksa sebelumnya."


" belum"

__ADS_1


" sudah di tespek bu?"


" belum juga bu."


Sang bidan mengambil sesuatu dari lacinya, dan memberikannya kepada Saras. " ibu kencing dulu lalu tes pake tespek ini, saya tunggu disini"


Saras mengangguk mengerti dan tak lama kemuadian kembali. Saras tersenyum lebar lantaran mengetahui garis dua pada tespek itu.


Bidan pun mulai menanyai tentang kapan terakhir dia haid dan juga lainnya serta memulai pemeriksaan.


" Usia kandungan ibu sekitat empat minggu, saya kasih penguat dan juga beberapa vitamin ya bu." Saras menganggukkan kepala sementara Sigit pun hanya terseyum tanpa berhenti.


Sigit sungguh menantikan buah hatinya. Tak beberapa lama pemeriksaan tekah selesai.


Setelah mengayuh sepedanya kini Sigit dan Saras sudah sapai dirumah mereka. " Kamu yang banyak istirahat ya."


" Mas juga"


" Aku nanti akan sibuk dengan persiapan kelahiran anak kita."


Saras tersenyum melihat Sigit yang begitu antusias.


" dek"


" ya..."


" Buku pink yang dikasih bidan tadi mana?"


" itu ada ditas ku mas, mau di apain?"


" Aku mau mwmbacanya biar aku bisa siaga."


" jangan lebay mas"


" Sudahlah kamu tidur aja aku mau membaca."


...BERSAMBUNG...


...AYO REK ENDI LIKE AMBEK KOMENTARE IKI??? AKU NGENTENI LHO 😁😁😁😁😁...


...(AYO GAES MANA LIKE DAN KOMENTARNYA INI??? AKU NUNGGUIN LHO😁😁😁)...

__ADS_1


__ADS_2