Masa Lalu

Masa Lalu
Kepergian Johan


__ADS_3

" Ayah! Chadi bukan anak kecil lagi." Protes Chadi saat Johan melingkarkan tangannya di perut Chadi saat hendak tidur.


" Ayah ingin menikmati saat seperti ini, waktu kamu kecilkan ayah tidak tau."


" Iya iya terserah."


"Chadi."


"Hmm"


"Apa benar banyak lelaki yang mendekati Bundamu?"


Chadi menjawab dengam anggukan kepala." Terus kamu membiarkan lelaki-lelaki itu merayu bundamu"


" Bunda juga berhak bahagia ayah."


" Tapi bahagia bundamu itu cuman sama ayah."


Chadi membalikan badan dan menghadap ayahnya. Sebelum dia bicara ditatapnya ayah yang baru saja bertemu dengannya. Chadi memegang pipi Johan lembut.


" Ayah kan sudah punya keluarga, jadi jangan buat bunda Chadi menjadi perusak kebahagian ayah. Chadi sungguh bersyukur bisa bertemu dengan ayah."


" Ayah Chadi orang yang baik, Chadi bangga akan hal itu, Chadi mohon jangan paksa bunda Chadi, bunda berhak bahagia walau bukan dengan ayah."


Johan diam, dia hanya menatap Chadi lalu memeluknya.


' Diusiamu yang masih 11 tahun ini kamu sungguh dewasa nak, aku kehilangan moment masa kecilmu.'


"Tidurlah, besok kamu sekolah." Johan memeluk Chadi dalam tidurnya.


'Bundamu akan bahagia bersama ayah dan juga kamu.'


***


Setelah mengantar Chadi sekolah Johan langsung kerumah Laras, ada Rudi dan kedua putrinya disana.

__ADS_1


" Assallammualaikum." Seru Johan


" Wa'alaikumsallam" Laras langsung keluar mendengar suara orang bertamu. Namun Laras kikuk melihat Johan disana.


Saras yang tadinya sudah keluar pun mendapat isyarat dari Rudi agar kembali masuk supaya mereka bicara berdua.


" Nanti sore aku akan pulang Laras, aku akan bicara dengan Rossa, aku ingin dia mengijinkan aku menikahimu." Ucap Johan setelah beberapa menit hanya dalam keheningan.


" Aku tidak mau merusak kebahagiaan mbak Rossa mas, seperti ini sudah cukup bagiku."


" Tunggulah aku sebentar Laras aku mohon, aku tidak pernah ingkar janji padamu."


Laras tersenyum, senyum yang sudah lama berneda dari biasanya, " Hanya melihatmu begini aku sudah bahagia mas,"


" Itu artinya kamu masih mencintaiku mas."


" Memang cintaku terhadapmu dulu sempat hilang akibat kebencianku padamu. Namun aku tau aku salah. Cinta itu bisa hadir lagi kapan saja karena aku dan kamu punya tali penghubung yang kuat, yaitu Chadi."


" Bolehkan aku meminta nomor teleponmu Laras?"


" Aku tidak punya mas, aku tidak butuh benda karena semua keluargaku sangat dekat denganku. . . Tapi mas Sigit punya."


Laras berjalan ke kamar Saras dan meminta nomor telepon Sigit, setelah mendapatkannya Laras memberikan selembar kertas kepada Johan yang bertuliskan nomor telepon Sigit.


" Ini bukan untuku ataupun kamu mas, ini untuk Chadi agar kalian bisa berkomukasi dengan lancar, dia berhak mendapat perhatianmu."


***


Johan dan papanya berkemas akan kembali kekota asal mereka. Ajipun akan ikut serta bersama mereka dan tinggal denga papa Johan.


Johan masih tidak ingin berbicara dengan Aji, Johan masih marah dengan pamannya. waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB.


Sebelum benar-benar berangkat Johan mampir dulu kerumah Laras ingin berpamitan dengan Chadi.


" Assallammualaikum"

__ADS_1


" Wa'alaikumsallam paman." Jawab Sasi yang sedang bersiap berangkat mengaji.


" Mana Chadi sayang?" Johan membungkukkan badannya.


" Johan ada paman," Teriak Sasi.


" Jangan panggil paman dong," Johan membuka obrolan dengan anak kecil itu.


" Terus Sasi harus panggil apa dong?"


" Chadi panggil Ayah kamu apa?"


" Ayah juga sama dengan Sasi."


" Kalau begitu panggil aku Ayah juga sama seperti Chadi memanggil ayah kamu."


Senyum merekah muncul dari bibir Sasi, " Beneran boleh? Waaaahhh. . . Sasi seneng ini, punya Ayah baru ganteng lagi."


Johan tersenyum memeluk Sasi.


" Ayah!, anak kecil seperti Sasi masih saja digombalin " Protes Chadi yang sedari tadi mendengar obrolan Johan.


" Jahat sekali kamu Chadi."


Chadi menghampiri Johan, lalu Johan memeluk CHadi. " Ayah pulang dulu, jaga Bundamu jagan sampai ada yang mendekatinya."


" Iyaa. . ." Jawab Chadi. " Ayah hati-hati jaga diri " Ucap Chadi berpesan.


Johan bangkiy dari posisinya dan memandang Laras. " Tunggu kabar dariku Laras."


Laras Diam tidak mengucapkan apapun namun air mata itu langsung jatuh tanpa aba-aba. Johan yang melihat itupun langsung memeluk Laras.


" Akan aku tebus pendertitaanmu selama ini." Ucap Johan Lirih.


Rudipun ingin menangis melihay perpisahan ini. Namun apa daya dia tidak ada hak melarang Johan pergi hanya demi kebahagiaan putrinya.

__ADS_1


-BERSAMBUNG-


Jangan dukungan kalian untuk Laras-Johan- Rossa


__ADS_2