
Rossa mulai menyiapkan sarapan untuk Johan, namun dia bingung apa yang harus dia masak? makanan kesukaan Johan pun dia tidak tau. Nasi goreng? Rossa memurungkan niatnya untuk membuat nasi goreng lantaran itu menu yang sudah biasa dipake.
Tak mau ambil pusing Rossa langsung memasuki kamar Johan, dilihatnya Johan sedang berbaring dan memainkan Hp-nya.
" Mas."
" apa lagi?" ketus Johan
" Mas suka makan apa?"
" Mie instan!"
" Haa!" Rossa tau jika Johan hanya mengarang," itukan makanan gak sehat mas?"
" Ya udah deh aku buatin mie" Pasrah akhirnya.
" Tunggu."
" Apalagi?"
" Tambahkan sawi, telur rebus"
" ok"
" Telurnya telur puyuh ya."
"Ha?"
" kenapa? gak mau"
" Mau mas, tak belikan di warung sebentar. yang pentinh abis makan mie buatanku mas bisa langsung mencintai aku" Rossa cekikikan.
Johan diam tak menjawab, Rossa kegirangan karena Johan tak bisa membalasnya.
Rossa memulai membuat mie instan tapi sebelum itu dia pergi keluar rumah mencari warung untuk membeli telur puyuh...
Sudah hampir setengah jam berjalan namun Rossa tak menemukan warung sama sekali.
" Kenapa disini tidak ada yang berjualan sama sekali?" Rossa mulai menggerutu sendiri.
Johan mulai keluar kamar dia celingukan mencari Rossa namun tak menemuka istrinya.
" kemana dia? katanya mau membuatkan aku mie tapi sekarang malah menghilang" Johan pergi kekamarnya kembali tanpa terlalu banyak pikiran.
"Harus mencari dimana aku telur puyuh, Mas Johan pasti hanya ingin mengerjaiku." Rossa sudah capek mulai berceloteh sendiri. Sampai akhirnya dia menemukan sebuah warung.
__ADS_1
Semangatnya langsung kembali, senyumnya mengembang. Setelah dia selesai membeli telur sekilo dia kembali berjalan dan mulai mengingat jalan pulang.
" Astagfirullah, lupa lagi dimana rumahnya? lewat jalan mana ya aku tadi?" Rossa menggaruk kepalanya yang tertutup kerudung itu.
Sementara dirumah Johan kembali keluar kamar dan memcari keberadaan Rossa didapur, namun tidak ada dia mencoba membuka kamar Rossa namun sama Rossa tidak ada.
" Dasar, katanya mau buatin makanan tapi malah pergi."
Dengan terpaksa Johan memasak nasi goreng karena cuman itu yang dia bisa, perutnya lapar sekali. Johan juga heran padahal biasanya dia tidak merasa lapar.
Johan langsung melahap Nasi goreng buatan sendiri dan menghabiskannya tanpa sisa.
" Assallammualikum"
" Wa'alikumsallam."
Johan melihat siapa yang datang dan langsung nyelonong masuk. Ternyata Rossa.
" Dari mana kamu?" Tanya johan saat melihat wajah Rossa yang kusut, penuh keringat dan berantakan.
Rossa mengangkat kantong plastik berisi tekur puyuh. " Mencari telur puyuh"
" Ha!" Johan tak menyangka ucapannya tadi ditanggapi serius oleh Rossa.
Johan menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal sambil tersenyum nyengir.
Dieng
Seperti disambar petir penyataan Johan sangat membuat Rossa kesal.
" Mas Jooohaan!" Teriak Rossa
" Maaf"
" Hiks. . .hiks. . .hiks. . .Tega kamu mas, kenapa kamu mengerjai aku seperti ini? apa salahku? padahal aku hanya ingin membuatkanmu sarapan? padahal aku ingin menjadi istri yang berbakti."
" Walaupun kamu tidak memcintaiku kamu tidak boleh mempermaikan aku seperti ini mas."
Johan yang tadinya tersenyum nyengir kini benar-benar merasa bersalah. " Maafkan aku." ucapnya.
Rossa melirik melihat Johan sekilas, terlihat jika Johan benar-benar menyesal.
" Aku akan memaafkanmu jika kau tidak menyia-nyiakan usahaku."
" Apa?"
__ADS_1
" Mas Johan harus tetap makan telur ini." Rosaa mengangkat plastik berisi telur itu.
" Aku gak suka itu dan lagian barusan aku selesai makan nasi goreng."
"APA?!" Kaget Rossa. " Aku tidak mau tau mas, pokoknya kamu harus makan mie yang kamu riques tadi pagi."
Tanpa berdepat dan menolak lagi akhirnya Johan mau menuruti permintaan Rossa. Rossa pun senang meski awalnya dia menggerutu kesal.
Mie yang direques Johan tadi sudah siap diatas meja makan. Johan hanya melihatnya sebelum mulai memakannya.
" Aku tidak mau telurnya."
" Harus mau. Harus dicoba,itu enak kok"
Johan mencicipi telur puyuh yang dimasak dengan mie instan dan hmm . . . pecah! Rasanya pecah dimulut Johan. Johan terlihat menikmati bahkan lahap menyantap mienya.
Rossa senang melihat Johan mnyukai masakannya walaupun hanya mie instan.
" Aku akan mulai bekerja minggu depan." Ucap Johan pelan disela makannya.
" Lho bukannya bulan depan mas?"
" Aku memajukkan jadwal kerjaku."
Rossa kecewa karena dia tau dia bakal ditinggal lama oleh Johan. " Karena aku mas memajukan jadwal kerja mas." Rossa sedih.
" Bukan, memang aku memintanya sebelum kita menikah."
" Aku akan berusaha menjadi istri yang baik mas, Aku akan membuatmu melupakan perempuan yang sudah menyakitimu, aku akan berusaha agaral kau mencintaiku aku mohon jangan pergi dulu."
" Tidak bisa, semua sudah diatur dan aku juga setuju."
" Berapa lama?"
" kali ini perjalanan pendek, hanya 6 bulan"
" baiklah, Tapi aku mohon mas, jangan menolak setiap perhatian yang aku berikan untukmu, jangan menghalangiku berusaha mendapatkan cintamu. Aku wanita yang pantang menyerah lho mas."
" Kenapa kamu mencintaiku Rossa?"
" Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, aku akan mencintai lelaki yang datang melamarku pertama kali, dan itu kamu."
" Awalnya aku sudah kecewa karena kamu tidak setuju perjodohan kita, biarlah mungkin kita tidak jodoh tapi setelah Ayah datang kembali dan ingin melanjutkan perjodohan ini aku sangat terkejut. Ayah juga menceritakan semua yang kamu alami dan bertanya kepada ku apa aku masih mau menikah dengan mu dan mengobati sakit hatimu?"
" Lalu aku mencoba bertanya kepada allah lewat isikhoro aku mantapkan untuk menikah denganmu."
__ADS_1
Rossa menjelaskan panjang kali lebar, Johan terdiam. " Maaf mungkin sekarang aku belum bisa menerimamu dan mungkin akan akan sulit untukku buat mencintai lagi."
" Yang penting kamu jangan menutup Hati mas, Biarkan hatimu yang menentukan. Aku akan bersabar menunggu."