Masa Lalu

Masa Lalu
I love u


__ADS_3

Hari dimana keberangkatan Johan telah tiba, semua keluarga sudah berkumpul dirumah Johan baik dari pihak Johan ataupun Rossa. Johan tidak mau diantar kepelabuhan tidak mau melihat bundanya semakin sedih.


" Kenapa dimajukan secepat ini Johan?" Tanya bunda.


" Tidak papa bun, kebetulan lagi banyak cuti panjang."


" Hati-hati ya nak, jaga diri baik-baik. Ingat ada istrimu dirumah."


"Iya bun."


Johan memeluk bundanya erat.


" Mas," Panggil Rossa. Johan segera melepas pelukannya dengan bunda."


" Apa sih?"


" Ini." Rossa menyodorkan Hp kepada Johan.


" Apa ini? aku sudah punya handphone." Ketus Johan.


" Bukan itu, aku minta nomermu." Johan melirik kepada Bundanya, lalu Bunda memberi kode kepada Johan agar memberikan nomer telponnya kepada Rossa.


" Terimakasih mas, jangan lupakan aku saat kerja." Goda Rossa, Lalu dia pergi bergabung dengan kedua orangtuanya.


" Kamu jangan jahat-jahat sama dia." Nasehat Bunda


" Yang Jahat itu dia, dia usil banget bun."


" Anaknya memamg periang gitu kata kedua orangtuanya, Mungkin dia bisa membuatmu melupakan wanita itu."


" Tidak usah dibahas bun."


"baiklah."


Johan sudah bersiap untuk berangkat namun tiba-tiba Rossa datang menghampirinya kembali.


" Mas."

__ADS_1


"Apa?"


" coba cek Hp mu."


Johan merogoh kantong dan mengambil Hpnya, ada pesan masuk.


'I love u'


Johan mengerutkan alisnya membaca pesan itu.


" Itu nomerku mas, jangan lupa kabari aku."


Johan tak membalas ataupun merespon dia langsung kedalam mobil dan pergi meninggalkan keluarganya. Rossa tak menghentikan lambaian tangannya sampai mobil Johan menghilang dari pengelihatannya.


" Rossa jika kamu kesepian dirumah ini sendiri kamu bisa pulang Bunda atau kerumah orangtuamu"


" Iya bun, Nanti jika Rossa bosan dirumah Rossa akan main kerumah Bunda dan Umi."


" Maafkan Johan ya Rossa, dia meninggalkanmu sendirian di rumah."


"gak papa Bun, kan memang pekerjaan mas Johan seperti itu, Rossa ngerti kok. cepat atau lambat Rossa akan mengalami hal ini. Tapi untungnya mas Johan hanya pergi selama 6 bulan."


" Iya Bunda, insya'allah ALLAH akan membatu Rossa dengan caranya."


...****************...


Jauh ditempat lain, dimana Laras menjalani hidupnya. Air matanya tak pernah berhenti keluar dari pelupuk matanya. Baru saja dia bernafas lega namun kembali Warsito menyiksanya. Warsito merasa dihianati karena Laras tak mau melayani kemauan Warsito.


Kepergian Warsito masih meninggalkan peri disekujur tubuh Laras. Penderitaannya masih belum berakhir.


" Laras kamu harus berusaha kabur dari sini, nanti kami bantu." Ucap salah seorang istri Warsito yang datang setelah kepergian Warsito


" Aku ndak berani mbak." Laras gemetar


" Bagaimana kalau dia menyiksamu semakin parah, bisa-bisa kamu mati Laras." tambahnya cemas


Laras menangis, tak menyangka jika nasibnya akan berakhir seperti ini. Masa depannya hancur seketika.

__ADS_1


para Istri Warsito pergi keluar dari kamar Laras, lantaran tak berani berlama-lama.


" Bagaimana ini mbak? Kasian Laras jika seperti ini terus." ucap Rani selaku istri ke dua. Dia memandang Nurul istri pertama Warsito. Sementara Nurul terlihat bingung.


" Aku akan pergi kerumah Laras mencoba memberi informasi kepada orang tua Laras." Kata Sari istri ketiga Warsito.


" itu terlalu beresiko." cegah Nurul.


" Aku akan berhati-hati, lagian kan warsito masih sibuk dengan pertaniannya."


" Hati-hatilah"


Akhirnya Sari pergi kerumah Laras dengan hati yang tak karuan takut. Dan setelah bebrerapa lama dia sampai di rumah Laras.


" Assallammualaikum" serunya didepan rumah Laras.


"Wa'alaikumsallam." Ibu Laras keluar dan melihat Sari.


" Siapa ya?"


"Saya Rani,bu. Istrinya warsito."


Deg.


Hati ibunya kaget takut jika terjadi sesuatu kepasa Laras atau Laras melakukan kesalahan.


"Silahkan masuk."


Mereka akhirnya duduk diruang tamu, Desi membuatkan minum untuk tamunya, sementara Sari bingung harus memulai dari mana, tapi dia harus bicara agar Laras bisa bebas dari Warsito.


"Ada perlu apa sampai kemari?"


" Begini bu, maaf sebelumnya, sebenarnya saya kesini ingin menyampaikan kalau. . . " Sari menceritakan semua kejadian yang dialami Laras. Sari sampai meneteskan air matanya.


"APA!?" Saking kagetnya Desi sampai pingsan dan kena serangan jantung mendadak.


Sari bingung harus berbuat apa, akhirnya dia berteriak minta tolong dan para tetangga pun hadir untuk menolong Desi membawamya kerumah sakit sementara tetangga yang lain mengabari Saras tentang keadaan Ibunya.

__ADS_1


Setelah mendapatkan kabar Saras langsung menuju rumah sakit tempat ibunya dirujuk. Tampak kecemasan diwajah Saras. Apa yang terjadi sampai ibu pingsan begini. Pikirnya.


Sementara Sari sudah kembali kerumah karena tak bisa berlama-lama takut Warsito mencarinya nanti. Sari juga cemas dia takut terjadi apa-apa dengan ibunya Laras.


__ADS_2