Masa Lalu

Masa Lalu
Pernikahan Harmonis


__ADS_3

Johan sungguh bahagia, tak pernah terlintas dibenak Johan jika dia bisa sebahagia ini bersama Rossa. Dua bulan sudah berlalu, keharmonisan mereka sudah di dengar oleh kedua belah pihak keluarga, dan kini mereka semua sedang menantikan kehadiran buah hati antara Johan dan Rossa.


" Mas." Rossa mendekati Johan yang sedang duduk santai sambil menonton televisi.


" Hmm."


" Aku Haid Mas," Sedih Rossa


" Yasudahlah.".


" Gimana sih mas, kita sudah menikah setahun lebih tapi kita belum anak." Rossa mulai merengek.


"Rossa, kita itu baru dua bulan menikah ndak usah terburu- buru lah, aku masih mau menikmati masa pacaran kita" Ucap Johan bahagia.


" Baru dua bulan kamu menganggapku istri mas, tapi sudah setahun lebih kita menikah." ucap Rossa dengan sedikit ngambek.


Johan langsung berdiri dan memeluk Rossa dari belakang " Jangan bahas masa lalu itu ya, yang penting sekarang kamu segalanya bagiku."


 Rossa tersenyum, senyumnya terlihat sangat damai."Mas"


"Hmm"


"Jalan-jalan yuk"


"Mau kemana?"


" Aku pingin ke puncak menikmati suasana gunung nan asri."


" Ndak enak ah, dirumah saja."


" Yah. . ." Keluh Rossa


" Coba kamu pikir, kita kepuncak lalu disana dingin tapi tak ada kehangatan, kan hambar."


" Ada kok api unggun di villa"


" Aku ya ndak mau api unggun, aku maunya kamu yang ngangetin."


" Kan aku halangan mas."


" Makanya ndak usah kesana, besok kalo udah suci kita kesana buat anak disana pasti langsung jadi."

__ADS_1


Rossa kecewa dengan Johan, " Sekarang kamu siap- siap kita ada acara makan keluarga di rumah Abi" ucap Johan tersenyum


" Benarkah? Aku tidak tau?"


" Barusan mereka telepon"


" Ok." Rossa langsung bergegas ganti baju. Dia memang senang sekali jika ada keluarga diluar rumah, lantaran dia sudah bosan terus menerus di dalam rumah.


***


" Assallammualaikum..." Seru Rossa saat memasuki rumah orangtuanya. Tanpa menunggu jawaban Rossa langsung masuk kedalam rumah.


" Assallammualaikum Umi," Rossa mengulangi salamnya saat dia melihat uminya sibuk berkutat dengan bumbu masak didapur.


" Wa'alaikumsallam" Jawab Umi Rossa.


Rossa langsung memeluk Uminya dari belakang, " Rossa bantuin ya Umi."


" Tidak usah, ini hampir selesai."


Rossa melepas pelukannya kemudian duduk di kusri yang ada di dekat sana. " Umi, Abi kemana?"


"Mungkin di kamar."


" Kenapa?"


Rossa memundukkam kepalanya, lalu Uminya juga menghentikan aktifitasnya.


" Kenapa sayang? Kenapa kamu tiba-jadi sedih."


" Rossa, haid lagi Umi. Rossa takut mandul."


" jangan ngomong seperti itu, Rossa" Johan yang diam-diam menguping pembicaraan mereka langsung menyela.


Johan menghampiri Rossa, dia terlihat marah dan emosi. Umi Rossa pun panik melihat raut wajah Johan


" walau kamu mandul sekalipun aku tidak peduli, kenapa kamu diam-diam bersedih seperti ini." Johan memeluk Rossa.


"Maafkan aku mas" Tangis Rossa.


"Aku tidak akan memaafkanmu jika kamu seperti terus, Allah belum ngasih anak karena memang kita belum dipercaya. Itu Aja"

__ADS_1


" ALLAH masih memberi kita waktu yang luang buat berdua,itu positifnya"


" Maaf mas,"


Johan mempererat pelukannya yang tanpa mereka sadari drama tersebut disaksikan oleh Abi, mama dan papa Johan sekaligus.


Mereka tersenyum bahagia melihat Johan yang sungguh mencintai Rossa saat ini, Papa dan mama Johan pun bersyukur karena Johan lepas dari masa lalunya yang telah menjeratnya dalam kesedihan.


Yang ada sekarang hanya kebahagiaan Johan dan Rossa. . .


***


*SATU BULAN KEMUDIAN*


"Mas," Rossa menggoyangkan tubuh Johan berharap suaminya itu langsung bangun dari tidurnya.


" Aku masih mengantuk Rossa."


" Bentar lagi adzan subuh mas, ayo bangun."


" Iya iya. . ." Johan dengan malas bangun dari tidurnya.Dan bersiap melakukan sholat subuh.


"Assallammualaikumwarrohmatulloh. . . Assallammualaikumwarrohmatulloh. . . " Dua salam penutup sholat.


" Mas"


"Hmm."


Rossa berdiri dan langsung mengambil sesuatu didalam laci yang tak jauh dari tempat mereka.


" Bismillahirrohmanirohim. . . Tadi pas aku mau mandi aku coba tes mas." Johan memicingkan alisnya mendengar ucapan Rossa. " Alhamdulillah aku positif mas" Rossa menunjukan hasil tespeknya kepada Johan.


Johan tersenyum bahagia dilihatnya hasil tespek istrinya tersebut dengan penuh tatapan bahagia.


" Terimakasih ya ALLAH. . ., terimakasih sayang" Johan terus berucap syukur. . .


*.*.*.


BERSAMBUNG


Hallo semua. . . Sampek bab ini di rilis pembaca karya author ini masih sepi-sepi aja ni, mana dukungan kalian???

__ADS_1


Jangan luoa dukung author ya gaes dukungan kalian sangan bearti untuk author, dukungan kalian boleh berupa like, koment dan juga Vote jika kalian suka.


__ADS_2