Masa Lalu

Masa Lalu
Janji Orang tua


__ADS_3

Pagi ini dengan semangat Laras mengakhiri dua rokaan subuh dengan salam. Kini kamar Laraspun sudah tidak dikunci lagi. Bapak Laras tau jika Johan sudah pergi dari kampung ini,dan itu membuatnya lega.


Laraspun mulai memasak seperti pagi-pagi sebelum adanya konflik antara dia dan bapaknya.


" Sarapan pak, Laras sudah masak kesukaan bapak." dengan tersenyum Laras menyapa Rudi yang baru saja keluar kamar.


Rudi menatap anaknya dalam-dalam, sepertinya sudah lama dia merindukan Laras yang ada didepannya sekarang. Dengan berkaca-kaca Heri memeluk Laras.


" Anak Bapak." katanya.


" Pak, Laras ini sudah besar, bukan anak kecil lagi. Jangan peluk Laras seperti ini pak, Laras malu." memang sejak SMP Laras sudah tidak mau dipeluk ataupun di cium oleh bapaknya. Malu katanya.


"Bapak sarapan dulu ya sebelum berangkat kerja."


Rudi menganggukkan kepala atas ucapa anak bungsunya itu. Dengan sabar Laras mengambilkan sarapan untuk bapaknya.


Diam-diam Desi melihat keharmonisan antara Laras dan suaminya telah kembali. Dibalik dinding dapur dia meneteskan air mata sambil tersenyum.


'Semoga kau menemukan kebahagianmu nduk, jika memang keponakan Aji itu jodohmu semoga dipermudah jalanmu oleh yang kuasa. Dan semoga bapakmu mau melupakan dendamnya demi kebahagianmu nduk.'


...****************...


...Dirumah Johan...

__ADS_1


Pagi ini mama Johan menyiapkan makanan kesukaan anak semata wayangnya.


Dengan hati yang riang mama Johan mulai menata hasil masakannya diatas meja makan.


Dilihatnya suaminya yang baru keluar kamar dan sudah berpakaian rapi, tak lama disusul kemudian dengan kehadiran Johan yang menapaki anak tangga turun. Tak kalah rapi dari papanya.


" Duh kompak sekali di ayah sama anak pagi-pagi sudah rapi" Sapa mama Johan dengan sangat ramah.


Papa Johan hanya tersenyum kemudian mengecup pipi kanan dan kiri mama Johan.


" Johan mau pergi?" Tanya mamanga kemudian.


" Johan ingin kita ke tempat paman Aji bun." Jawab Johan penuh harap.


" Gadis seperti apa yang membuatmu yakin kalau papa dan mama akan menerima dia sebagai istrimu?" Tanya papa Johan.


" Namanya Laras, dia wanita biasa dan simple. Tak pernah sekalipun Johan tertarik dengan perempuan seperti Johan tertarik kepada Laras."


"Dia kalem, santai, sopan dan santun. Cara bicaranya lembut dan sangat membuat hati Johan tenang."


" Kamu yakin dia wanita yang cocok untuk kamu?"


"Johan yakin sekali yah" Johan sangat yakin dengan jawabannya.

__ADS_1


" Bagaimana jika papa minta syarat dari kamu?"


" Maksud papa?" Johan mulai merasa ada yang direncanakan oleh papanya.


Mama Johan yang dari tadi menyimak pembicaraan ayah dan anak ikut tegang.


" Sebenarnya papa ingin menjodohkan kamu dengan sesorang."


" Johan tidak mau." Johan langsung menolak mentah-mentah keinginan papanya.


" Dengarkan papa dulu." Johan sedikit melunak melihat papanya yang kalem dan tidak marah sama sekali.


" Papa hanya ingin kamu nemenui dia dulu, kalau kamu tidak suka, papa tidak akan memaksa, setelah itu papa akan memgikuti keinginanmu."


" papa janji." Johan meminta Janji dari papanya karena Johan tau jika papanya sudah berjanji dia tidak akan pernah mengingkarinya.


" Papa janji."


Johan sangat bahagia dengan ucapan papanya. Sementara mama Johan bingung dengan janji suaminya. Lantaran dia tau sifat Ayah Johan jika sudah menjanjikan sesuatu.


Suasana keluarga Johan kembali tenang. Seperti semula dan Johanpun sudah tidak cekcok lagi dengan papanya. Kini dia hanya menunggu waktu yang telah di janjikan oleh papanya.


' Semoga Laras mau bersabar menunggu ku, Semoga aku dan dia segera bisa bersama.'

__ADS_1


Harap Johan dalam hati.


...***NEXT***...


__ADS_2