
 Canggung memang karena selama bertahun-tahun mereka tidak bertemu. Dua hati yang berpisah karena pihak ke tiga yaitu paman Aji, jauh didalam lubuk hati Johan dia masih menyimpan luka yang dulu tidak dia ketahui kebenarannya, Laraspun sama bagaimana dia bisa melupakan orang yang membuat kisah hidupnya hancur berantakan, namun ternyata semua itu hanya salah paham.
mereka duduk bersama diruang tamu beserta keluaga Bapak Laras dan papa Johan saling bercerita tentang masa lalu yang kelam. Dan keluarga Laraspun tau jika Johan sudah menikah dan mempunyai 2 orang anak.
" Jadi paman ini Ayahku??" Tanya Chadi yang sedari tadi menyimak obrolan para orang tua.
" Sini sayang, peluk papa." Ucap Johan pada Chadi dengan merentangkan kedua tangannya.
Sebelum menyambut pelukan Johan, Chadi melirik kearah Bundanya, hanya dengan menganggukan kepala pertanda Laras mengijinkan Chadi memeluk Johan.
Air matapun jatuh dari pelupuk orang-orang yang melihat haru antara Johan dan Chadi. " Ayah." panggil Chadi.
" Anak Ayah," Johan mengikuti panggilan Chadi, karena didesa seperti tempat tinggal Laras tidak ada yang memanggil papa seperti di Kota.
Chadi semakin mengeratkan pelukannya, dia benar-benar rindu sosok ayah, meskipun selama ini Sigit memerankan Ayah dengan baik. Chadi menangis sejadi jadinya setelah mendengar semua kisah antara Johan dan Laras.
" Menikahlah denganku Laras." Ucap Johan setelah melepas pelukannya dengan Chadi. Laras diam.
" Aku ingin menebus semuanya" Lanjut Johan,
" Tapi kamu sudah memiliki istri mas."Tolak Laras sedih
__ADS_1
" Tapi kamu dan Chadi juga tanggung jawabku."
" Aku tidak mau merusak kebahagianmu dengan keluargamu mas." tolak Laras dengan lembut, Siapa yang tidak ingin bahagia namun Laras tak mau merusak kebahagiaan orang lain demi kebahagiaannya.
" Aku akan bicara kepada Rossa istriku, insya allah dia akan bisa menerima ini."
" wanita mana yang mau menerima jika akan dimadu mas?" Bantah Rossa. " Aku sudah sangat bahagia dan bersyukur mengetahui jika kamu bukan lelaki yang jahat, Chadi juga tau itu sekarang jika ayahnya yang dianggap meninggal itu adalah lelaki yang bertanggung jawab."
Laras menangis. " Bertanggung jawablah atas masa depan Chadi, itu sudah cukup bagiku." Lanjut Laras.
" Begini saja, bagaimana jika Johan meminta ijin dulu kepada Rossa, jika memang dia mengijinkan baru kalian menikah, Bagaimana?" Sela papa Johan untuk menengahi.
" Jangan paksa Laras lagi,biarkan dia bahagia seperti yang dia jalani selama ini." Sela Rudi.
" Tapi pak, saya ingin bertanggung jawab atas hidup Laras dan Chadi." tandas Johan menyakinkan.
" Bertanggung jawab tidak harus menikah kan?" timpal Sigit
" Selama ini banyak juga lelaki yang ingin menikah dengan Laras, namun Laras tidak mau menerima lamaran mereka lantaran dia ingin fokus kepada Chadi." Lanjut Sigit seolah menyakinkan memang Laras tidak ingin menikah.
" Jangan sampai kamu nemikah dengan siapapun Laras." Seakan tersulut emosi Johan jadi sedikit memberi penakana kepada Laras. Padahal Sigit tidak sedikit pun punya niatan untuk memanasi Johan.
__ADS_1
" Aku tidak akan menikah."
" Bagus, hanya aku yang boleh menikahimu."
" Tidak juga denganmu mas."
Laras masih sama seperti yang dulu, disetiap ucapannya ada nada lembut walau dia sedang marah atau emosi. Laras memang wanita yang lembut luar dan dalam.
" Sebaikknya kita pulang dulu Johan, biarkan Laras berfikir dengan jernih." Ajak papa Johan.
" Chadi biar ikuy denganku." ucap Johan.
" Apa maksudmu mas?"
" Tidak bolehkah aku dekat dengan anakku selagi aku disini?"
Laras diam membisu,
" Chadi ikutlah dengan ayahmu." Perintah bapak Laras.
Chadi mengangguk, setelah itu chadi menyiapkan baju dan keperluan sekolahnya besok untuk di bawa bersamanya.
__ADS_1