Masa Lalu

Masa Lalu
Rudi vs Aji


__ADS_3

"Kenapa kalian semua menangis seperti itu." Suara lantang Bapak mengagetkan mereka semua.


Sontak ketiga wanita menoleh keasal suara itu, Ibu menghapus air matanya namun sia-sia, air matanya tak mau berhenti. Laras hanya terdunduk dan menangis sementara Saras juga melakukan hal yang sama.


" Bapak tanya kenapa kalian bertiga menangis seperti itu?" Tatapan Rudi mulai tajam dilihatnya satu-satu ketiga wanita itu namun tidak ada yang mau menjawab.


" Saras! katakan pada bapak." Saras diam tak berani buka mulut,hanya suara isak tangis yang terdengar keluar dari mulutnya.


" Laras!! Ada apa ini?" sama halnya dengan Saras, Laras diam namun beberapa detik kemudian dia berlari dan bersimpuh di kaki Bapaknya.


" Maafkan Laras pak." Hanya itu yang dia ucap berulang kali sambil sesenggukan. Laras tak mampu mengatakan apa yang dia alami.


" Apa yang terjadi?"


" Maafkan Laras Bapak. Maafkan."


Rudi melihat istrinya yang masih duduk lemas, Rudi semakin bingung dengan keadaan yang ada. " Bu, ada apa ini?"


" Maafkan Laras pak."


" Apa yang harus bapak maafkan kalo kalian semua tidak mau cerita." Kesal Rudi.


" Laras pak, anak kita. . ."


" Iya Laras memang anak Kita."


" Laras Hamil pak." Suara tangis Desi pecah semakin menjadi jadi.


Bagaikan dihantam petir Rudi tidak menyangka apa yang di dengarkan nya barusan, Tak percaya.

__ADS_1


" Jangan ngaco kamu bu"


"Maafkan Laras pak." Sela laras.


Dengan paksa Rudi mendirikan tubuh Laras yang lemas, ditatapnya anak bungsunya namun Laras tak berani menatap bapaknya sama sekali.


" Katakan Laras! Apa yang dimaksud dengan ucapan ibu mu, bapak tidak mengerti." Kata Rudi tegas dan sangat terlihat kemarahannya.


" Maafkan Laras Bapak." Hanya itu yang mampu keluar dari mulut Laras.


...****************...


" AJII. . . KELUAR KAU. . ."


Rudi langsung kerumah Aji dan berteriak memanggil yang empunya rumah namun masih tak ada jawaban.


Rudi berteriak dan mengundang beberapa warga untuk datang, Rudi yang melihat mereka semua semakin emosi.


" APA KALIAN LIHAT -LIHAT, PERGI KALIAN." Bentak Rudi dan mereka semua membubarkan diri.


" Siapa yang baru saja berteriak dirumah orang." Aji yang baru saja pulang langsung menyindir Rudi.


" Hei !! Dimana keponakan mu itu?" Tanya Rudi penuh penekanan dan amarah.


" Siapa? Johan? Dia sudah kembali ke kehidupannya yang normal."


" Suruh dia datang!"


" Menyuruhnya datang? tidak ada alasan sehingga dia harus datang lagi kemari."

__ADS_1


" Hey Aji!! Suruh keponakanmu datang dan bertanggung jawab kepada anakku." Rudi mencengkram kera baju Aji dengan erat. Namun Aji hanya tersenyum tanpa takut sedikit pun.


" Bertanggung jawab? untuk apa?"


" Keponakanmu yang brengs*k itu telah menghamili anak ku Laras."


Aji sempat kaget sebentar mendengat ucapan Rudi namun dia berusaha menguasainya.


" Hamil? jagan salahkan Johan jika anakmu hamil. itu bearti kau tidak bisa mendidik anakmu dengan benar sehingga dia menjadi murahan."


BUG. . BUG. .. BUG. . .


Beberapa bogem mentah mendarat di wajah dan juga perut Aji, Rudi tidak terima jika mendengar anaknya dibilang murahan. Aji tersenyum tanpa merintih namun beberapa detik kemudian dia membalas pukulan Rudi. Sedikit terjadi baku hantam sampai Sigit datang melerai mereka.


" Pak hentikan pak, Bapak mohon hentikan."


Dengan susah payah Sigit dapat menghentikan kedua lelaki yang sudah berumur itu.


" Dengarkan aku baik-baik. Sampai kapanpun Johan tidak akan kemari. dan kau akan melihat putrimu menderita. ha . . . ha. . ha. . ." Aji masuk kedalam rumahnya dengan tawa lepas, dan itu semakin membuat Rudi emosi.


Namun Sigit menahan mertuanya itu dan membawanya pulang dengan paksa.


...BERSAMBUNG...


...HAY HAY HAY. . . JANGAN LUPA LIKE YA COMENT DAN JUGA VOTE...


...DUKUNGAN KALIAN SANGAT SANGAT BEARTI BUAT AUTHOR...


...TERIMAKSIH...

__ADS_1


__ADS_2