Masa Lalu

Masa Lalu
Pak Warsito


__ADS_3

Setelah bebrapa hari berlalu akhirnya Rudi menemukan seseorang yang mau menikah dengan Laras. Rudi pulang dengan membawa kabar gembira itu setelah penemukan titik terang dia berharap Laras akan setuju.


" Tidak!!!" Suara ibu Laras menggema menolak pernikahan yang direncanakan bapak.


" Kenapa buk? dia satu-satunya yang mau menikahi Laras." bantah Rudi


" Kamu pikir dengan keadaan Laras sekarang kita harus menikahkan dia dengan orang gila itu? laki- lali yang sudah memiliki tiga istri di usia yang masih 35 tahun." Desi


"Aku tidak setuju pak, bagaimanapun Laras juga harus hidup bagahia."


Rudi semakin bingung, ini salah itu salah semua salah. bagaimana seharusnya dia harus mengambil keputusan.


Laras diam-diam mendengar pembicaraan bapak ibu nya dibalik pintu kamarnya. Air mata itu berasa tidak ada remnya, terus mengalir.


Dimana kamu mas Johan, janjimu akan cepat kembali tapi kenapa sampai sekarang kamu tidak mengabariku bahkan lewat selembar kertas.


Hiks. . . hiks. .. hiks. . .


Dengan putus asa Laras mendekati bapak dan ibunya. Langkah yang dia yakinkan membuat dia kakinya bemetar sebelum akhirnya dia di titik terdekat bapak ibunya.


" Pak, Buk. Laras bersedia menikah dengan pak Warsito."

__ADS_1


Ucapan Laras yang tiba-tiba membuat hati ibunya ngilu. Desi paham pasti Laras juga tau siapa warsito. Juragan beras yang doyan perempuan diusia yang masih dibilang muda untuk dipanggil bapak. Namun seluruh Desa takut dengannya.


Tiga istri tidak cukup untuknya, memang dia sudah lama mengincar Laras namun itu sia-sia karena Rudi tak pernah setuju, namun rumor yang beredar tentang Laras membuat Warsito kembali mendatangi Rudi dan ingin menikah dengan Laras.


Bagi warsito keadaan Laras sekarang tidaklah penting, yang penting adalah dia bisa menikamati tubuh Laras dan tidur dengan gadia muda itu.


Hamil? Hamil hanyalah sebentar, toh perut Laras juga belum besar jadi aku bisa memuaskan naf*u ku terlebih dahulu. pikir warsito.


***


Keputusan Laras memang besar, setelah memutuskan itu Rudi langsung memberi kabar kepada warsito dan langsung menyiapkan acara pernikahan yang akan dilangsungkan beberapa hari kedepan.


Sigit sungguh kecewa dengan Johan, lelaki yang tidak bertanggung jawab dimata keluarga Laras.


Jangan harap aku akan memafkanmu seumur hidup, jika sampai aku bertemu denganmu dimanapun itu akan aku habisi kau. Sumpah sigit


Saras sudah mulai mau menerima keputusan Laras meskipun diawal dia sangat menentang. Bahkan Saras sampai rela jika Laras menikah dengan suaminya ketimbang dengan Warsito.


" Jangan menikah dengan orang gila itu dek, mbak mohon." Saras memohon setelah dia tau kabar dari ibunya.


" Percaya sama Laras kak, Laras yakin jika ini yang terbaik."

__ADS_1


" Ini bukan yang terbaik, ini jalan buntu yang mau tidak mau kamu harus terpojok."


Laras mengenggam tangan kakaknya dengan senyum yang dipaksakan.


" Percaya sama Laras mbak, Laras bahagia kok."


Saras menangis tidak iklas. dia memeluk Laras.


" Dek, menikahlah dengan mas Sigit. Kita bertiga pasti bisa hidup bahagia." Ucap Saras tiba-tiba membuat yang mendengarnya tercengang.


" Saras!" Hardik Sigit.


" Kenapa mas? Aku yakin mas bisa kok membahagiakan kami."


" Mbak... mbak ... mbak Saras." Panggilan Laras tak dihiraukan Saras. Tiba-tiba Laras langsung memeluk Saras erat.


" Terimakasih mbak, terimakasih sudah menjadi kakak yang selalu ada buat aku, kakak yang selalu melindungiku, mendukungku. Aku tau mbak akan rela melakukan apapun demi aku, namun tidak dengan berbagi suami mbak." Laras meneteskan air mata.


" Mas sigit dan mbak Laras harus bahagia, aku tidak mengharapkan apapun dari kalian, hiduplah bahagia jangan pikirkan aku karena aku juga akan bagaia."


Laras mempererat pelukannya. Orang tua menangis haru melihat kedua anaknya menangis seperti itu, sementara Sigit masih tercengang dengan ucapan Saras.

__ADS_1


__ADS_2