Masa Lalu

Masa Lalu
pilihan yang sulit


__ADS_3

Sepulang anak - anaknya sekolah Rossa langsung mengarahkan Putra dan Putri agar segera berganti baju karena Rossa mengajak mereka kerumah orang tuanya.


Putra dan Putri sungguh senang jika diajak kerumah kakek dan neneknya. Tanpa susah payah arahan Rossa langsung dilaksanakan oleh kedua anak kecil itu.


Setelah memesan taxi online Rossa langsung berangkat kerumah orang tuanya. Sespainya disana, Uminyang memahami masalah anaknya langsung mengajak cucunya pergi jalan-jalan agar Rosaa bisa leluasa berbicara dengan Abinya.


" Abii. . ." Belum sempat Rossa berbicara namunsudah dipotong oleh Abinya.


" Abi sudah mendengar semuanya dari mertua kamu. "


Rossa terkejut mendengar ucapan abinya.


" Kemaren mereka kesini meminta pendapat dari abi,mereka sudah menceritakan semuanya."


Rossa tertunduk, air matanya mengalir begitu saja. Rossa merasa dadanya sesak. " Jadi Rossa harus bagaimana Abi?"


" Itu terserah kamu Rossa, abi akan selalu mendukung keputusanmu apapun itu. Johan bukan suami yang tidak bertanggung jawab, dia orang baik dan bukan karena tergila-gila dengan perempuan ****** dia ingin menikah lagi."


" Johan hanya ingin bertanggung jawab akan perempuan yang dulu sempat ada dihatinya dan hamil anak dia."


" Surga yang akan kau dapat jika kau mengijinkan suamimu menikah lagi, tetunya Johan juga harus bisa bersikap adil."


" Haruskah pernikahanku seperti ini Abi?" Rossa menangis senduh.


"Semua tergantung keiklasanmu Rossa, jangan gegabah. Abi tidak menyuruhmu menerima poligami yang di inginkan Johan. Hanya saja abi memberi gambaran jika Johan bukan pria buruk hanya karena dia ini menikahi wanita dimasa lalunya."


" Sholatlah itu akan menenangkanmu sekaligus memberimu petunjuk."

__ADS_1


***


*KAMPUNG HALAMAN LARAS*


Malam hari ketika Laras baru pulang dari masjid bersama Chadi dan Sasi dia melihat ada tamu didalam rumahnya.


HUDA, Teman kerja Sigit yang sudah lama mengejar-ngejar Laras kini bertamu dan sedang mengobrol bersama Sigit lantaran ada hal pekerjaan yang masih harus didiskusikan.


Diskusi pekerjaan itu hanyanyah trik Huda agar bisa bertamu kerumah Laras. Huda lelaki yang baik, terlebih dia tidak memandang sebelah mata dengan status Laras, Huda juga sudah tau masa lalu Laras yang sagat kelam.


Namun yang namanya hati tidak bisa dipaksa, Laras hanya menganggap Huda adalah seorang pria yang dikenalnya sebagai tamu Sigit.


Bukan Laras tak peka, hanya untuk menjaga jarak agar Huda tidak terus mengejarnya karena Laras tidak ingin mencintai lagi.


"Assallammualaikum Laraaas" Basa basi Huda.


" Hay Chadi. . ." Sapanya berhanti kepada Chadi.


" Wa'alaikumsallam." Jawab Chadi seraya menyindir Huda lantaran tak mengucapkan salam padanya.


 Chadi berhenti diruang tamu dan mulai ikut mengobrol dengan Ayah Sigit dan Huda.


" Pasti Paman Huda ingin ketemu Bundaku kan?" tanya Sigit.


" Bilangin bundamu, suruh menerima paman. Nanti kamu minta apa aja aku turutin." Rayu Huda


" Bundaku tidak mencintai Paman."

__ADS_1


" Huu. . . tau apa kamu anak kecil tentang Cinta? Paman hanya ingin menjaga bundamu dan kamu."


" Ayah Chadi akan jadi penjaga kami."


" Ayah Sigit maksud kamu?. . . Biarkan Ayah Sigit menjaga Bunda Saras dan Sasi saja, kamu nanti biar paman yang jaga." Bujuk Huda.


" Bukan ayah Sigit, Ayah Chadi yang asli sudah kembali jadi paman Huda jangan ganggu Bunda Chadi lagi."


Chadi langsung pergi dan masuk kedalam kamarnya setelah membuat Huda kaget dengan ucapannya.


" Apa maksud keponakanmu tadi?" tanya Huda penasaran.


Sigit tersenyum melihat reaksi Huda. " kasihan deh paman Huda." Ledek Sasi yang sedari tadi diam namun memyimak.


Setelah iku meledek Huda, Sasipun mengikuti jejak Chadi yang sudah hilang.


" Kamu jangan ikut tertawa seperti mereka, jelaskan kepadaku." Kesal Huda.


" Jadi beberapa hari yang lalu, Ayah kandung Chadi kesini mengunjungi pamannya,"


" Lantas? Bukankah dia bajingan yang telah meninggalkan Laras."


"Kenyataannya tidak begitu, semua hanya salah paham." Jelas Sigit.


" Bearti aku harus kehilangan kesempatan mendekati Laras."


" Aku tidak bisa bilang apa-apa,tapi jika mendengar ucapan Chadi tadi sepertinya Chadi berharap Laras bisa bersatu dengan Johan."

__ADS_1


Huda terdiam mendengar ucapan Sigit, padahal sudah lama menunggi Laras agar bisa mencintainya.


__ADS_2