
"lina… kamu dimana? tok tok... lina buka pintu ya. lina kita harus bicara lin. kalao kamu gak buka pintu ya aku dobrak ne. lin kita harus bicara lin."panjang lebar zefri
"lina hanya diam dan mendengarkan zefri yang mengdor pintu tak henti karena zefri mesih bersikukuh mau bicara dengan lina"
"ayok lah lin... aku butuh penjelasa kamu siapa rahmat lin. apa dia anak ku lin?"
"cekle... pintu di buka lina, zefri lansumg masuk ke kamar lina. karena tidak ingin bang reza tahu tentang hubung dengan lina."
"lina beritahu aku lin tentang anak itu. kalau anak itu adalah darah daging ku. serahkan dia pada ku lin. biar kami yang merawat nya. biar rara yang memberi kasih sayang ke anak itu."
"enak saja... kau pikir aku ini apa. hahhh...?"bentak lina
"kita damai aja. jangan bikin aku penasaran."
"menarik tangang lina hingga jatuh dan tersukur ke lantai."
"memcekam badan lina dan menkukung ke lantai. beri tahu anak aku.anak siapa dia apa perlu ku ulang kembali masa itu masa kau mendesah sepanjang ku menyetuh mu!"
__ADS_1
"lina dengan takut. dan mengingat masa ity.masa* hilang ya mahkota ya lalu di memcapak lina. dengan seribu goresan"
"takut kamu.hah takut kata kan siapa dia yang bersama dengan ibu mu"gertak zefri
"ahkir tangis lina pecah. lalu lina mengakui bahwa rahmat adalah anak biologis zefri."
"zefri melapaskan lina.lalu berdiri seakan dia tidak percaya apa ya di dengar dari mulut lina."
"apakah itu benar . dia anak ku kan lin."ucap zefri."
"linangan air mata lina tidak henti. dia bangkit lalu pergi ke kamar mandi. dan mengis seguguhan nya."
esok ya " lina siap** untuk menujuk ke bandara karena waktu lina cuti dan di antar tuan reza."
"kamu baik** di sana dan salam buat keluarga kamu yah. dan ini ada bonos buat kamu .reza menyerah kan uang dan gaji lina. kalau ada apa** jangan sukan untuk menghubungi saya."
"terimakasih tuan atas pengertia ya juga.
__ADS_1
semoga ini bisa bermafaat buat saya dan keluarga."
"zefri datang menyusul lina. karena tadi pagi makcik soyah memberi tahu kalau lina mau cuti pulang kampung halaman. zefri termenung.dan berfikir keras. lalu zefri masuk lagi ke kamar dengan terburu buru zefri sambil meneteng paspor."
"puan maharani. melihat zefri yang tergesak gesak. ??"
"mau kemana zef.?"
"oh kakak aku mau pulang ke indon kak. lo bukan kamu baru datang zef.?"
"kak nanti aja yah aku jelaska. sekarang akuau cepat biar gak telat di bandara."jawab zefri
"is kau ini seperti jalakung datang gak di undang pergi tidak pamit.."
"kak nanti yah..akan aku jelaskan. aku mau cepat?"
"yah udah kalau mau pergi. kakak pun ada minting di offis. mau gantikan bang reza. karena bang reza lagi ngatar lina di bandara. apa kamu mau bareng zef ma lina.!"
__ADS_1
"maka ya aku mau cepat kak"