
Rossa masuk kedalam kamar dengan membawa semangkuk mie instan lengakap dengan sayur dan telur puyuh. Mencium aroma khas mie instan yang dibawa oleh Rossa, Johan langsung menoleh ke aroma itu berasal.
" Kamu menoleh melihatku atau gara-gara mie instan ini mas?" Goda Rossa. Johan diam kembali menundukkan kepala nya menyibukkan diri menata barang-barangnya.
Rossa menaruh mangkuk mie instan tersebut di atas meja yang berada tepat diatas ranjang mereka lalu duduk di sofa yang ada disana sekalian.
" Mas, makan dulu." tuturnya
Johan tak merespon, " Mas. . ." Kembali Rossa memamggil Johan dengan menolehnya, merasa panggilannya tidak digubris Rossa langsung berdiri dan menarik tangan Johan untuk menuju tempatnya sekarang.
" Kamu apa-apaan sih?" Kesal Johan
" Sampek kapan kamu tidak menganggapku istri?Aku sudah melakukan kewajibanku sebagai seorang istri, sedikit aja lihat aku mas." Tak memperdulikan ucapan Rossa, Johan langsung menyantap mie instan yang ada didepannya.
Rossa melihat Johan tersenyum, " Akan ku buat kamu menerimaku sebagai istrimu mas" Pikirnya.
Setelah menyantap makanan itu Johan hendak beranjak namun tangannya langsung ditarik oleh Rossa sehingga Johan kembali duduk disampingnya.
" Apa Lagi?"
" Mas, Lihat aku." Rossa tiba-tiba melepas kerudungnya.
" Apa yang kau lakukan Rossa?"
" Aku hanya membuka kerudungku kau sudah panik mas?" Balas Rossa. Johan melihat kearah Rossa, wanita itu terlihat cantik dengan atau tanpa kerudung.
"Bukankah mas sudah pernah melihatku tanpa kerudung?" Johan memutar kembali otaknya kebelakang mengingat dulu Rossa hijabnya.
" Lantas apa maumu sekarang?"
" Kenapa mas bertanya seperti itu, mas bukan anak kecil lagi. Apa mas punya kelaianan." Selidik Rossa
" Apa maksudmu menyebutku kelaianan" Johan langsung marah dengan ucapan Rossa. " Asal kamu tau, aku pria normal, dan sebelum menikah dengan mu aku sudah pernah. . ." Johan tak melanjutkan ucapnya, lantatan sadar apa yang diucapkannya itu sangat tidak baik.
" Aku tidak peduki dengan apa yang kau perbuat sebelum menikah denganku, yang pasti sekarang mas adalah suamiku dan jika mas membuat kesalahan disaat sudah menjalin pernikahan denganku bearti mas menginginkan perceraian dengan ku mas" Ucap Rossa panjang lebar.
__ADS_1
Mendengan ucapan Rossa,Johan merasa bersalah. " Maafkan aku"
" Aku akan memafkanmu tapi kau harus melakukan sesuatu untukku."
Johan bedengus kesal." Apa?"
"Aku ingin tidur disampingmu dan melukmu"
" Kau sungguh berani Rossa, kenapa kau tidak pernah menyerah"
" Apa alasanku untuk menyerah? Kau suamiku, milikku sekarang, bahakan aku lebih berhak atasmu dibandingkan orangtuamu. Dan kaupun berhak atasku dunia akhirat."
" Ayo tidur, aku malas bedepat." Johan langsung beranjak merebahakan badannya di atas tempat tidur.
Rossa tersenyum, Rossa kemuadian bangkit dan melihat suaminya sudah di sana, " Aku ganti baju dulu."
***
Mata terbelabak melihat Rossa yang baru keluar dari kamar ganti, pakaian yang dipake Rossa benar-benar minim walau bukan lingeri yang dipakenya. Baju tidur tanpa lengan dan juga bawahan yang sangat pendek, Rossa menggerai rambut hitamnya. Bukan hanya kagum dengan kecantikan Rossa bahkan Johan tak menyangka jika dibalik baju syar'i yang di pake Rossa selama ini tersimpan tubuh yang indah.
" Astafirullah" Gumamnya
" Kenapa mas?"
"Apa kau sengaja menggodaku Rosaa?"
" tentu saja, kau suamiku. "
" Kau sungguh diluar nalarku Rossa." Heran Johan.
" Hanya di depanmu aku seperti mas."
" Aku tau mau meladenimu, tidurlah."
Rossa tersenyum lalu pergi kesamping Johan, membuka selimut lalu dipakenya. Rossa memang tidak pernah sakit hati akan tingkah Johan, wanita ini tau jika memang perjodohan tidaklah semuda itu, namun jika memiliki anak dari Johan semua akan berubah.
__ADS_1
" Berapa lama mas akan libur?" Rossa masih berusaha mencari perhatian Johan.
" 3 bulan."
" Kita bisa bulan madu dong" Girang Rossa
" Enggak."
Kini Rossa memberanikan diri memeluk Johan, " Jangan menolak pelukanku mas kamu sudah janji" Johan diam tak menjawab namun dia juga tidak menolak.
" Apa ku kurang cantik di matamu?"
" Tidak"
"Apa aku menarik?"
" Tidak."
"Lantas kenapa Mas belum bisa menerimaku"
" Kita dijodohkan Rossa."
" Dan Mas menerima perjodohan itu, aku pikir mas menerimanya karena mas tertarik dengan ku"
Johan diam " aku mulai tertarik denganmu Rossa" pikirnya.
" Sampek kapan Mas akan cuek?" Rossa memainkn tangannya didada Johan dan itu semakin membuat Johan gugup
" Mas, aku sampek mengorbankan harga diriku didepanmu seperti ini masa mas masih tidak mau menerimaku?"
Johan diam tidak menjawab, dia tidak konsen dengan apa yang di sampaikan Rossa, lantaran tanpa sengaja matanya menatap gundukan yang sangat indah milih Rossa.
Menyadari itu Rossa langsung tersenyum dan tiba- tiba bangkit langsung naik keatas tubuh Johan. " Sentuh aku Mas," Pinta Rossa secara terang-terangan.
Johan Syok namun hasrat yang dia tahan dari tadi sudah sudah memuncak. Tak memunggun lama Johan langsung mencium bibir Rossa dan memuntut lebih hingga akhirnya apa yang di inginkan Rossa selama ini telah terkabul.
__ADS_1