
Pagi harinya setelah mendengar ceramah subuh, Andre dan Mayang berjalan-jalan pagi sambil menikmati udara yang begitu segar di sekitar pesantren. Begitu pun Sean dan Hesti yang mengikuti mereka dari belakang.
Mayang masih penasaran dengan status mereka berdua.Ia pun berjalan mundur beberapa langkah menghampiri Hesti.
Sementara Sean memilih untuk maju agar beriringan dengan Andre.
Rencana mereka akan melihat budi daya ikan mas dan ikan Nila yang masih ada di sekitar area Ponpes tersebut.
Melihat Sean berada di sampingnya Andre penasaran dengan malam pertama Sean dan Hesti.
"Sean jadi gimana tadi malam, sudah cetak berapa gol? "tanya Andre.
"Belumlah, disentuh saja Ngak. " Sean.
"Aduh sayang sekali Sean. Eh segala sesuatu yang baik-baik itu jangan di tunda. Lagi pula diakan sudah resmi jadi istri kamu, kamu bebas tuh mau berapa ronde juga. " Andre.
"Tapi aku ngak tega, sepanjang malam itu dia nangis terus sampai tertidur-tidur. Lagi pula Hesti masih kecil gitu. Masih polos. " Sean
"Justru masih polos, gampang di poles. Rugi loh Sean, sudah keluar duit banyak, tapi ngak bisa belah duren.Kalau aku sih kurang banyak he he," cetus Andre.
"Ehm, kamu sih ngak Heran lagi, " sahut Sean.
"Ya, karena aku sudah pernah coba, dan sekali coba, aku ngak bisa berhenti. Kamu juga pasti gitu, kalau sudah coba, pasti ngak bisa jauh-jauh dari barang tersebut Sean," tutur Andre sambil menarik turunkan alisnya.
Ehm.
"Kamu emang ngak penasaran rasa durian montong Sean?" tanya Andre lagi.
"Aku laki-laki normal Ndre. Tapi kalau dia ngak mau, aku juga ngak mau masalah. "
"Kalau aku sih, masa bodohlah, mau ngak mau harus mau dia, kan sudah jadi milik aku. " Andre semakin memanasi Sean.
Iya kalau dia ngak mau, nanti dia teriak-teriak repot juga kan? " Sean.
"Masa bodoh! menurut hukum Islam itu Sean, wajib itu. Namanya nafkah batin untuk istri kamu, dosaloh kalau ngak nyentuh istri. " Andre berdalil lagi.
"Emang iya begitu? " tanya Sean.
"Ngak percaya. Tanya kakek saja. " Andre.
***
__ADS_1
Lain Andre dan Sean, lain pula obrolan Mayang dan Hesti.
"Hesti, kamu beneran sudah nikah sama Sean? " tanya Mayang memulai obrolannya.
"Iya Kak, " sahut Hesti singkat.
"Hah Kok bisa?! Apa karena kamu sudah diapa-apain sama Sean, jadi kalian mendadak nikah gitu? " tanya Mayang. Ia curiga jika Sean berbuat yang tak pantas terhadap Hesti, sama halnya yang di lakukan Andre kepadanya.
"Dia-apain gimana maksudnya Kak?" tanya Hesti.
"Ya, kamu di cium atau di peluk atau di perlakuan lebih dari itu ? "
"Ngak ada kok Kak, " sahut Hesti santai.
"Tapi kenapa kamu bisa menikah mendadak gitu? " tanya Mayang semakin heran
Mayang memang tak tahu menahu kejadian tersebut, dan sebenarnya sudah sejak di masjid ia ingin menanyakan hal itu.
"Ehm ceritanya panjang Kak? " Hesti.
Hesti pun menceritakan hal yang terjadi pada mereka, dari awal sampai akhir, tentu dari sudut pandang Hesti sendiri.
-
"Ehm Begitu rupanya." Mayang.
"Tapi Hes, meskipun kalian itu menikah tanpa cinta, tetap saja kalian sudah resmi jadi pasangan suami istri. Ya kamu harus tahu apa saja tugas kamu sebagai seorang istri. Kamu harus ikut kemana saja suami kamu. Kalau kamu tinggal di sini, siapa yang mau ngurusi suami kamu? Nanti suami kamu di rebut wanita lain loh baru tahu rasa kamu! " Mayang
"Ehm biar sajalah. Aku juga sebenarnya belum mau nikah. Biar saja Om Sean pulang, aku di sini saja. " Hesti
"Ngak boleh gitu. Lagian pasti kakek ngak mau menerima kamu, kamu pasti di suruh ikut pulang bersama kami.
Kamu tuh beruntung banget Hes, bisa menikah dengan adik ipar ku. Sean itu lelaki baik. Ngak neko-neko. " Mayang.
"Ih ngak maulah. Aku ngak cinta sama Om, lagian usia kami terpaut jauh. Aku saja baru tujuh belas tahun. Sementara Om kayaknya tua banget deh " Hesti.
"Ihs, kalau suami ku saja cuma dua puluh delapan tahun, ya samalah umur mereka. Aku juga dulu mikirnya gitu, amit-amit nikah sama om-om. Tapi karena sudah terlanjur, dan ngak bisa ngelak lagi, ya sudah aku pasrah saja. Lagi pula suami ku sudah banyak berubah. Aku jadi ngak mau bersikap egois, demi Anak-anak ku juga." Mayang.
"Kamu juga Gitu Hes, Belajarlah mencintai suami kamu saat ini juga.Kalau kamu lepaskan Sean begitu saja, belum tentu kamu bisa dapat suami yang lebih baik dari dia. "tambahnya lagi.
"Tapi aku belum siap Kak, aku masih ingin bebas menikmati hidup ku, Lagi pula aku ngak maulah di sentuh-sentuh sama Om, geli tahu ngak. "Hesti bergidik.
__ADS_1
"Hah! Geli kenapa? " tanya Mayang lagi.
"Ih Lihat saja si Om ada brewoknya. Ih geli banget deh ngebayinnya kalau di cium sama Om, kena brewokannya ituloh," tutur Hesti polos, ia pun kembali bergidik membayangkan bulu-bulu halus di wajah Sean menyentuh pipinya.
"Ha ha ha.Aku juga gitu, Nak usah di bayangin, dicicipi aja dulu. " Bisik Mayang di akhir kalimat.
"Nanti jika kamu sudah coba sop buntutnya suami kamu, udah ngak ada rasa geli lagi tuh.Malah ketagihan lagi, He he," cetus Mayang di sertai tawa kecil.
"Sop buntut Kak?! aku juga suka sop buntut Kak! " Seru Hesti lebih nyaring sampai terdengar di telinga Andre dan Sean,karena ia tak mengerti apa yang di maksud oleh Mayang.
Otak konak Andre langsung online lagi, mendengar Hesti dan Mayang membicarakan sop buntut.
"Yas sukalah! Ntar juga kamu bisa Sering-sering nikmati sop buntut kok Hes! " cetus Andre.
"Hus nyahut saja kamu Mas! Ngak ada yang ngajak kamu ngomong juga " dengus Mayang.
He he Andre tertawa lagi.
"Ayo Hes, kita menjauh sedikit ada yang telinga nakal yang mendengar obrolan kita. " Mayang memperlambat langkahnya
Mayang dan Hesti pun kembali melanjutkan obrolannya.
"Mulai sekarang, kamu harus belajar mencintai suami kamu Hesti.Belajarlah jadi istri yang baik untuknya. Cinta bisa hadir seiring berjalannya waktu," nasehat Mayang.
"Ehm tapi bagaimana caranya Kak agar aku bisa cinta sama Om Sean?! " tanya Hesti.
"Gampang kok. Untuk membuat kita menyukai seseorang, bahkan sampai mencintainya itu sangat mudah.Kamu harus ingat-ingat lagi kebaikan apa saja yang pernah ia lakukan untuk kamu dan keluarga kamu. Dengan begitu kamu akan menyadari betapa beruntung kamu karena telah menjadi miliknya. Rasa cinta pasti akan tumbuh jika kalian merasa saling membutuhkan. Dan agar suami kamu tampah cinta dan Sayang lagi, kamu harus lakukan sesuatu. "
"Melakukan apa Kak? " tanya Hesti.
Ehm, Mayang membisikkan sesuatu pada Hesti.
Hesti tertunduk dengan wajah yang merona.
"Ehm, tapi aku malu Kak," tutur Hesti seraya mengulum senyumnya.
"Eh, malu kalau dengan orang lain Hes, kalau dengan suami kamu ngak usah malu, berikan saja apa yang bisa kamu berikan, pasti nanti suami kamu makin sayang dan cinta sama kamu, " Nasehat Mayang.
"Hm, iya deh, aku coba ya Kak. " Hesti.
"Harus itu, " ucap Mayang seraya mengacungkan jempolnya.
__ADS_1
Bersambung guys, nantikan episode selanjutnya ya. Semoga masih bisa crazy up.