
Alex menghampiri ruangan Reza.
"Si bos mana Za? " tanya Alex ketika tak mendapati Andre di ruangannya.
"Bininya melahirkan tadi pagi," sahut Reza sambil mengkotak katik laptopnya.
"Bini yang melahirkan, kok Tuan Bos yang ngak kerja? " Alex.
"Taulah Bos kan sekarang sudah punya perasaan, ngak kejam-kejam amatlah.Apalagi sejak punya bini. Tapi gua masih penasaran ama bini bos, secantik apa sih dia? " Reza.
"Lu kan udah lihat foto nyonya bos di buku nikah. "
"Iya lihat, foto itu foto nyonya bos saat sekolah yang diedit. lu bayangin aja, foto anak SD di edit jadi dewasa, kerjaan bos itu. Lagian bapaknya si Mayang juga masa' ngak nyimpen foto anaknya, " dengus Reza.
"Iya juga sih, Masak bapak sendiri ngak memiliki foto anaknya yang terbaru. Aneh banget! "
"Aduh kalau si bos cuti, gua ngak sempat ngapa-ngapain, mesti kelarin urusan perusahaan dulu. Bete banget gua. "keluh Reza.
"Lu sama kayak Reyfan. Kerjaan ngeluh mulu. " Alex
"Gimana ngak ngeluh Lex, Si bos rencananya mau cuti sebulan. Apa ngak stress gua. Kerjaan banyak gini, Banyak banget laporan yang harus di periksa. Mau kencan aja ngak sempat gua. " Reza.
"Lah emang luh punya pacar?" tanya Alex.
"Itu dia, gua ngak sempat cari pacar, gegara si bos. "
"Ha ha. Kumpulan saja uang lu, kalau lu kaya, ngak perlu cari cewek, cewek yang nyariin lu. " Alex.
"Iya, kalau lembur setiap hari gini. Kayaknya ngak sempat menikmati hasil gua, keburu mati gua . " Reza.
Ha ha. Bawa santai Za. Dah Yuk, kita kerumah si bos. Dengan alasan mau lihat baby twins yang katanya unyuk-unyuk. Sekalian lihat, seperti apa wajah dari nyonya bos. " Alex.
Mendengar hal tersebut, Reza jadi semangat, karena selama mengenal Andre, Baru kali ini ia melihat Andre betul-betul mencintai seorang wanita. Hingga ia begitu penasaran bagaimana wajah sang nyonya bos.
"Iya deh, gua selesaikan kerjaan gua dulu ya. " Reza pun mempercepat kerjaannya.
__ADS_1
***
Reza ,Reyfan dan Alex. Janjian untuk melihat baby twins. Mereka bertiga adalah Orang-orang kepercayaan Andre.
Karena pergi dengan tujuan yang sama, mereka memutuskan untuk menggunakan satu mobil.
"Rey, katanya kamu pernah lihat nyonya bos ya? " tanya Reza.
"Iya. Kenapa? "
"Cantik ngak Rey? "Alex.
" Cantik banget. Aku saja sempat naksir kok. " Reyfan.
"Lah kalau si bos tahu, bisa mampus kamu Rey. " Reza.
"Ya bukan salah gua, dia sendiri ngak mau tanggung jawab, malah membiarkan si Mayang jadi clening servis di kantornya sendiri. "
"Biasa, Bos arogan. " Reza.
"Tapi istrinya si bos ngak kamu apa-apain kan. ? " tanya Reza.
"Ngak di apa-apain ,cuma ngelap kering yang ada di bagian wajahnya. Ya aku tatap saja wajahnya saat dia tak sadar. Karena wajahnya yang begitu cantik. Aku sampai terpesona.Tapi setelah dia sadar dia malah ketakutan melihat aku, Ya dia langsung pergi. Padahal waktu itu di depan pintu tuan Andre berpapasan dengan si Mayang. Malah si bos waktu menghujat-hujat dan mencaci-maki nya. Giliran ngak ketemu istrinya, jadi gila tuh orang." Reyfan.
"Nah mungkin karena itu si Tuan kena karmanya. Akhirnya jadi bucin. Padahal dulu dengan istri-istri yang lain ngak gitu. " Alex.
"Mungkin itu juga salah satu cara agar tuan Insyaf. Jadi ngak mengganggap wanita sebagai pelampiasan sahwat saja. " tambahnya lagi.
"He he, Luh ya Lex Nama Alex, tapi punya akhlak soleh gitu, lu ganti nama aja Lex, jadi solehun. " Reza.
"He, lu bisa aja. Emang nama Alex, ngak boleh ya berpikir positif. Gua anggota mafia men. Tapi gua masih takut dosa, lebih tepatnya takut Tuhan. "Alex
"Bener juga Ya. Mafia juga manusia, Pasti suatu saat akan mati. Kekuasaan dan kekuatan suatu saat pasti akan runtuh seberapa hebatnya pun orang tersebut. Seperti Tuan Andre. " Reza.
"Hooh, kalau Tuan ngak tobat. Pasti sekarang gua masih di suruh cari anak perawan yang mau di kawin kontrak sama dia. Dia yang kawin gua yang malu. " Alex.
__ADS_1
"Ha ha kenapa begitu? "
"Iya ialah, tuh anak orang mesti tes ke virginannya, lagi pula ngak semua perempuan mau dinikahi kontak kan, susah tau, kerjaan gitu, penuh resiko" dengus Alex.
"Gua pernah hampir mati gara-gara di gebukin orang sekampung, hanya karena bertanya kepada salah seorang warga,ada ngak anak perawan yang mau di nikahi secara sirih.Warga pun emosi dan berkerumun untuk ngeroyok gue sekampung. Saat itu gua seperti makan si buah malakama. Kalau ngak mati di keroyok warga, ya gua mati di tangan bos Andre. Yah untung gua cuma masuk rumah sakit, patah tangan aja, ngak sampe koma. "
"Ha ha, kebiasaan ya, kalau orang Indonesia. Belum mampus aja untung. " Reyfan.
"Dia kalau mampus masih untung Rey! " sahut Reza.
"Untung apa? "
"Untung langsung mati! ngak perlu kerumah sakit! " cetus Reza mengolok Alex.
"Haha, Alex itu, mafia Za. Luh jangan bikin dia kayak ngak ada harga dirinya gitu, ha ha. " Reyfan menambahkan.
Sementara Alex hanya menggaruk-garuk kepala yang tak gatal.
"Untung kalian berdua sahabat gua. Kalau ngak udah ku tembak kalian! " dengus Alex.
"Ha ha. Bercanda Men! " Reza.
"Yah gua juga bersyukur lah, sekarang si bos udah move on ya, jadi ngak ada lagi tuh cerita gua berburu perawan lagi, Keroyok kayak gituh, nyawa loh taruhannya " Alex.
"Ha ha. Pantas saja setiap kali bertemu loh muka loh babak belur, di keroyok massa ternyata. " Reza.
Ha ha, Alex dan Reyfan pun tertawa mendengar pengalaman Alex, mereka sedikit Rileks setelah berkumpul setelah sekian lama karena kesibukan masing-masing.
Tak lama, mereka pun tiba di rumah Andre.
Bersambung. Maaf ya reader yang sudah menunggu author up, kemarin ngak up, karena author lagi ngak fit, dari pada asal nulis , nanti justru malah mengecewakan.
Sambil nunggu up, mampir ke novel author yang lain, yang udah tamat, pasti puas bacanya. Klik profil author aja ya. Terima kasih🙏💕
__ADS_1